INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Pendaftaran sekolah baru


__ADS_3

Aku dan Indra menghadiri pemakaman bapak Kia.. Di sana tampak mata Kia sembab.


Sebenci apa pun kita kepada orang tua mereka tetaplah orang tua kita. Tidak akan pernah terganti sampai kapan pun bahkan sampai akhirat. Biarlah kedzaliman kepada anak istri yang di perbuat nya menjadi urusannya dengan Allah.


Kita tidak bisa memilih siapa yang akan menjadi orang tua kita. Kaya atau miskin semua sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa. Tidak bisa menolak dengan takdir yang sudah diberikan kepada kita.


Selesai pemakaman aku memeluknya yang sedang menangis. Ya walaupun begitu dia tetap sedih kehilangan ayahnya. Aku pamit untuk pulang karena hari semakin panas.


***


Hari ini aku akan mendaftar ke sekolah baru dan di antar oleh mamah. Selesai pendaftaran aku menerima kartu pelajar baru untuk di gunakan sewaktu ujian penerimaan siswa baru. Mamah menyelesaikan semua administrasi dan aku mendapat bagian hari Rabu untuk ikut ujian itu..


Di tempat lain Indra pun melakukan hal yang sama tapi dia kebagian hari ini untuk ujiannya. Ya kita sekarang sibuk masing-masing untuk mempersiapkan masuk ke sekolah baru.


Ijazah belum bisa di ambil hanya surat keterangan lulus yang bisa di jadikan acuan untuk mendaftar.


Siswa yang mendaftar ke SMA ini banyak sekali ternyata benar-benar pantas di sebut SMA terfavorit.


Aku melihat-lihat sekeliling kali aja ada salah satu teman ku yang daftar hari itu. Aku melihat Ari juga mendaftar ke SMA ini. Ku panggil dia, "Ari.. Sini "


"Eh Mar, kamu daftar kesini juga? Kebagian hari apa ujiannya?"

__ADS_1


"Iya aku daftar kesini Ri, nanti hari Rabu. Kamu hari apa?"


"Aku kebagian hari ini, nih sebentar lagi jam 10 mau ujian nya. Oh iya, gimana hubungan kamu sama Indra? Apa baik-baik aja?"


"Iya aku baik-baik aja kok Ama dia. Semangat ya."


"Iya Mar, makasih ya."


Ari pun pergi karena akan ujian sebentar lagi. Aku merasa aneh dengan pertanyaan Ari karena dari matanya aku melihat raut kekecewaan, kenapa ya? Aku langsung mengajak mamah pulang, karena tidak ada yang bisa kami lakukan lagi di sini.


Sepulang dari pendaftaran aku melihat banyak sekali orang-orang berkerumun di tengah lapangan dekat rumahku. Ada apa sih? Aku dan mamah menghampiri kerumunan orang-orang itu..


Atraksi yang di pertontonkan debus membuatku bergidik ngeri. Yang aku lihat saat ini mereka menusuk perut dengan tombak tanpa terluka. Lalu yang lainnya mengiris bagian anggota tubuh dengan pisau atau  golok.


Setelah itu mereka memakan api dan menusukkan jarum kawat ke lidah hingga tembus tanpa mengeluarkan darah.


Aku yang baru pertama kali melihat pertunjukan itu ketakutan. Kalau waktu itu sudah ada smartphone pasti orang-orang sibuk merekamnya dan di upload di sosial media masing-masing biar viral.


Orang-orang zaman sekarang kan sebagian besarnya pada begitu, walaupun tidak semua juga. Dikit-dikit upload biar viral bisa jadi artis, selebgram, youtuber, blogger, segala rupa yang penting jadi terkenal.. ye kan?


Bahkan sepertinya orang-orang sekarang banyak yang tidak punya rasa simpati. Saat melihat ada kecelakaan malah sibuk merekamnya bukan sibuk menolong.

__ADS_1


Saat anaknya sakit bukannya di obati malah update status WA, FB, IG, 'GWS anak kesayangan ibu'.


Ya begitu lah orang-orang zaman sekarang.


Kembali ke laptop!!


Di tengah-tengah pertunjukan, aku melihat ada salah satu di antara mereka yang masih muda. Sepertinya dia seumuran denganku. Eh dia melihat ke arahku.!!


Wajahnya lumayan tampan tapi masih tampan Indra dong. Tubuhnya tinggi dan kulitnya bersih tapi sedikit kecoklatan. Di bandingkan aku kulitnya masih putihan dia kayaknya. Dia memakai ikat kepala berwarna merah dan pakaiannya khas begitu.


Dia sedang mengiris tangannya dengan silet, matanya tertuju padaku. Lama kami bertatap pandang dan aku langsung menyembunyikan wajahku di punggung mamah.


Tapi mamah mengira kalau aku ketakutan melihat pertunjukan itu. Padahal sebenarnya aku malu karena di lihatin terus sama dia.


Aku pulang aja deh dari pada salah tingkah, terus dia nyamperin aku dan nanti Indra jadi cemburu. gimana? Mending diem di rumah aja deh.


Oooohh... Aku GR sekali ya.. Masa cuma di liatin gitu aja udah baper. Loh, kenapa aku jadi baperan gini ya? Aku kan ga pernah baperan.


Aku pun pulang ke rumah padahal pertunjukannya belum selesai. Tapi aku ngeri ah. Takut juga!! Lebih takut lagi kalau si laki-laki muda itu jatuh cinta sama aku yang jelek ini.. Hahaha !!!


...****************...

__ADS_1


__ADS_2