
Gilakk!!!
Ni cewek bener-bener punya magic kayaknya. Gue nggak nyangka banget dia bisa bikin Ivan sampe klepek-klepek kayak ikan yang hampir sekarat, ngos-ngosan nggak bisa nafas!!
Emang bener Ivan cinta mati sama ni cewek. Gue nggak pernah ketemu sama cewek yang nolak saat di kasih uang sama pacarnya. Sedangkan cewek ini? Dia di kasih uang sama Ivan malah mau di balikin, aneh kan?
Kalau cewek gue, uhh.. Udah pasti kesenengan dan langsung shopping barang-barang bermerek!! Lagian Ivan juga kaya, dia nggak pernah kekurangan dalam segi materi. Selama kita sahabatan, Ivan selalu membantu perekonomian keluarga gue.
Makanya gue akan selalu mendukung keputusan Ivan, termasuk menjaga Maria. Karena Maria adalah hidupnya Ivan. Gue nggak mau kejadian yang menimpa Indra bakalan kejadian juga sama Ivan.
Gue nggak mau kehilangan Ivan, gue nggak mau ada cewek yang nekat berbuat jahat kayak mantannya Ivan.
Ivan selalu bersikap dingin sama semua cewek. Tapi sama Maria?? Dia bersikap sangat hangat dan bucin nya kebangetan. Bikin iri cewek-cewek sejagat raya di bucinin sama cowok ganteng dan kaya.
Ivan benar-benar kayak orang nggak waras kalau jauh dari Maria. Tiap hari bilang kangennnnn terus, sampe gue bosen dengernya pas lagi di kostan. Dia tuh nurut banget sama Maria, apa yang di bilang Maria pasti dia turutin.
Emang bener-bener magic ucapannya itu. Tapi yang gue perhatikan sih, Maria itu orangnya cuek sama laki-laki lain alias nggak kecentilan. Terus dia juga kalau ngomong lembut banget, walaupun dia lagi marah tapi dia bisa mengontrol emosinya.
Lucu banget deh kalau dia lagi ngambek sama Ivan. Dia ngambek tapi ngomongnya manja-manja gitu, jadi bikin orang bingung sebenernya dia tuh lagi marah atau lagi mau manja-manjaan sama pacarnya?
__ADS_1
Bikin gemes sih, gue juga baru pertama kali ketemu cewek yang bikin penasaran gini. Cewek mungil yang unik dan bikin gemes orang liatnya. Rasanya pengen cubit pipinya dan hidungnya.
Menurut gue, Maria itu nggak cantik sama sekali. Di bilang cantik enggak di bilang menarik iya. Dia Manis banget kalau udah senyum dan dia itu selalu peduli sama orang lain. Padahal gue baru ketemu dia beberapa hari ini, tapi gue udah bisa menyimpulkan gimana sikap Maria.
Tapi ada yang aneh sama sahabatnya yaitu Daffa. Gue lihat tatapan matanya ke Maria kayak tatapan cinta, bukan sahabat. Berbeda dengan Maria yang menatapnya penuh kasih sayang seorang sahabat. Gue bisa rasain kalau Maria nggak punya rasa sama Daffa.
Dari awal gue ketemu pas tadi di rumah Maria, gue lihat dia tersenyum getir saat Maria peluk Ivan di depan mata kami berdua. Gue lihat matanya yang sendu menyaksikan itu. Gue kasian sih sama dia, kayaknya dia sedang bergulat dengan hatinya yang tidak bisa di kondisikan.
Gue terus melirik ke arahnya yang duduk di samping gue, dia terlihat menahan rasa sedihnya yang berusaha untuk tetap tegar. Tapi kayaknya dia nyadar kalau gue merasa kasian sama dia.
Dan gue rasa Daffa sedih bukan karena putus sama pacarnya yang bernama Silvi itu, tapi dia sedih liat Maria sama Ivan. Tapi gue yakin Daffa nggak akan merebut Maria dari Ivan, kayaknya Daffa bakalan lakuin apapun agar Maria bisa bahagia walaupun mungkin hatinya sendiri yang akan terluka.
Gue respect banget sama Daffa, dia gentle banget. Gue rasa dia bisa lebih berfikir dewasa daripada gue, padahal umurnya jauh di bawah gue. Kalau gue di posisinya mungkin gue akan menjauh dari Maria, karena gue nggak akan pernah sanggup ngeliat cewek yang gue sayang mesra-mesraan sama cowok lain.
Tapi gue juga merasa bahwa dia menghargai Ivan yang sekarang jadi pacar Maria. Dia yang membantu Ivan memberi kejutan ultah Maria waktu itu, kalau dia egois mungkin tidak akan Sudi membantu Ivan mempersiapkan semuanya.
Tapi ujung-ujungnya sih gue juga yang puyeng kalau waktu itu Daffa nggak mau bantu Ivan cari info ukuran jari manis Maria, dia nggak mau makan nggak mau ngapa-ngapain, kerjaannya ngelamunnnn aja.. Bahkan waktu kuliah juga dia manyunnn Mulu kayak nggak ada semangat hidup lagi.
Waktu Daffa bilang dia mau bantu Ivan, langsung deh semangatnya berkobar 45 dan udah pasti gue yang nemenin dia pesan cincin nya. Harganya WOW banget, bisa buat beli rumah.
__ADS_1
Dan itu bukan uang dari orang tuanya, itu dari uang tabungan Ivan yang udah nggak bisa gimana nyebutnya karena saking kebanyakan angka nol nya. Dia tabung uang dari kerja part time di Kanada, dan lagi biaya kuliahnya di tanggung beasiswa berprestasi.
Hebat banget dah si Ivan, udah ganteng, cerdas, kaya, nggak boros, setia, baik lagi. Hampir perfect!! Satu kekurangan dia, dia nggak bisa hidup tanpa Maria. Dan pantas aja kalau Maria selalu insecure dan nggak langsung terima Ivan jadi pacarnya, dia pasti minder banget. Itulah kenapa Ivan nggak jujur kalau dia orang kaya.
Gue tau kalau Daffa itu sepupu mantan Maria yang sangat dia sayangi. Ivan cerita kalau Daffa itu sepupu Indra, rivalnya waktu masih SMA dulu. Ivan bilang kalau dia udh ngejar-ngejar Maria sejak dari SMA. Bahkan waktu masih pacaran sama Indra itu.
Gilak dah bener-bener gila si Ivan!!
Tapi gue juga salut sama Maria, dia tetap setia sama Indra waktu Ivan mengungkapkan perasaannya sama dia. Mungkin kalau Indra masih ada, Ivan nggak akan mungkin jadi pacarnya.
Dan gue nggak tahu apa Ivan masih waras atau udah gila beneran kalau dia nggak jadi pacarnya Maria. Karena waktu di Kanada, dia uring-uringan nggak jelas cuma karena nggak tahu kabar dari Maria.
Tadinya gue kira cewek yang Ivan suka bakalan tinggi, langsing, putih glowing, hidung mancung, kayak Barbie gitu. Tapi nyatanya cewek ini mungil dan imut dan kalau jalan sama Ivan kayak adik kakak, bukan kayak pasangan kekasih. Di tambah Maria juga panggil Ivan itu dengan sebutan Kakak, makin keliatan kayak adik kakak aja.
Tapi Ivan begitu memperlakukannya dengan sangat spesial, itu artinya gue pun harus memperlakukannya dengan spesial juga.
Gue bakalan jagain Maria dan Ivan dari orang-orang yang jahat sama kalian berdua. Gue nggak akan biarin siapapun menghancurkan kebahagiaan kalian.
Gue janji.!!
__ADS_1
POV Aldi End
...****************...