INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Kak Ivan


__ADS_3

Hari ini hati Ivan terasa sangat galau. Dia sudah tidak sabar ingin berbicara empat mata dengan Maria.


Dia menunggu Maria di belakang perpustakaan sepulang sekolah.


* POV Ivan


Flashback


Aku selalu berusaha untuk bisa berbicara dengan Maria, tapi teman laki-lakinya itu selalu saja menghalangi aku. Aku mempunyai ide untuk mengirimnya surat dan akan ku simpan di kolong meja belajarnya. Semoga dia membacanya.


"Mar, aku mohon maaf sebelumnya. Aku hanya mau kita bicara empat mata, itu saja. Tolong sepulang sekolah kamu ke perpus dulu. Aku tunggu di sana.." Ivan.


Pagi-pagi sekali sebelum dia dan temannya datang aku sudah menyimpan surat itu di kolong meja belajarnya.


Aku sudah berbicara dengan ayahku, kalau aku tidak menyukai Kayla dan ingin putus dengannya. Syukurlah Ayah tidak marah, aku jadi bisa tenang. Mungkin kondisi perusahaannya sudah stabil.


Aku pun mengajak Kayla untuk bertemu dan mengutarakan maksudku yang ingin putus darinya. Tanpa di duga dia dengan mudah menyetujuinya. Pasti ada sesuatu, tidak mungkin dia setuju kalau belum ada penggantinya.

__ADS_1


Ah bukan urusan aku ini. Yang penting sekarang aku bebas dari Kayla, dan aku akan mengejar cinta Maria. Mau berhasil atau tidak yang penting usaha dulu. Bagaimana hasilnya biar Tuhan yang menentukan. Apa dia jodohku atau bukan.


* POV Ivan End


Aku melihat ada sebuah surat di kolong meja saat aku hendak menyimpan buku pelajaran ku di sana.. Surat dari siapa ya? Saat aku buka ternyata surat dari Kak Ivan yang meminta untuk bertemu dengannya sepulang sekolah di perpustakaan.


Aku yang tidak mau Indra salah paham akhirnya menelpon Indra dan memberitahukan kepadanya kalau Kak ivan ingin berbicara serius denganku. Awalnya Indra marah, aku tau itu. Dari nada bicaranya terasa beda sekali. Tapi aku bilang padanya kalau aku tidak tegas padanya dan terus menerus menghindar tidak akan ada ujungnya. Akhirnya Indra setuju aku bertemu dengannya.


Sepulang sekolah aku langsung berlari ke arah perpustakaan. Di sana tampak Kak Ivan sudah ada. Dia melihat ke arahku dan tersenyum. "Makasih udah mau datang. Sini."


Aku pun mendekatinya.. "Ada apa Kak panggil aku? Kakak mau bicara apa?"


"Gini,, aku mau minta maaf sama kamu."


"Minta maaf untuk apa?"


"Kejadian seminggu yang lalu, waktu aku tegur kamu dan pacar kamu. Aku benar-benar minta maaf, aku tidak bermaksud berbicara seperti itu.. Itu karena aku.... Cemburu Mar.. Aku suka sama kamu, entah sejak kapan. Tapi aku benar-benar selalu kepikiran kamu terus."

__ADS_1


Hah? (Terkejut)


Firasat Indra benar-benar terjadi.. Ya Allah kenapa bisa Kak Ivan suka sama aku coba.


"Kak, maaf.. Tapi kan Kakak tau kalau aku sudah punya pacar dan aku sangat mencintainya Kak. Dia adalah laki-laki pertama yang tulus sayang sama aku,,"


"Aku tau Mar, aku cuma mau bilang perasaan aku sama kamu aja. Maaf kalau udah bikin kamu jadi nggak nyaman kayak gini. Tapi aku mau jadi teman kamu."


"Iya kak."


Cuma itu yang bisa aku katakan, bingung mau jawab apalagi. Karena aku nggak mungkin pacaran sama Kak Ivan.


"Tapi Kak, bukannya udah ada Kak Kayla?" Tanyaku kepadanya.


"Aku sudah putus dengannya. Selama ini aku hanya di jodohkan oleh ayahku, dan aku tidak mencintainya."


Ku pikir dia masih berpacaran dengan Kayla ternyata dia bilang kalau dia sudah putus dengannya.

__ADS_1


Maafkan aku Kak Ivan.. Aku hanya mencintai Indra..


...****************...


__ADS_2