
Allahuakbar Allahuakbar
Allahuakbar Allahuakbar
Aku mendengar suara adzan subuh. Sepertinya tadi malam tidur ku nyenyak sekali. Ku lihat jam sudah pukul 04.55 dan saat ku lihat hp ada 14 pesan dari Kia dan Indra.
Kia
'Mar, gimana jalan sama Indra? Apa dia nembak kamu?' 20.35
'Mar, ko SMS aku ga di bales?' 20.50
'Kamu udah tidur ya Mar?' 21.30
'Ya udah deh, besok kalo ga cerita awas aja ya. kalo udah jadian jangan lupa TPJ nya. Oke ..! 😉 ' 22.43
Indra
'Mar, lagi apa? 20.42
'Aku kepikiran kamu terus' 20.45
'Aku ga bisa tidur nih' 23.55
'Gelisah nunggu jawaban dari kamu ' 23.57
'Kamu udah tidur ya,, sampai jumpa di sekolah ya, Sayangku.' 00.12
Indra
'Mar, udah bangun belum? 04.15
'Jangan lupa shalat ya, terus sarapan.' 04.25
'Aku sayang kamu.' 04.30
Ku tarik nafas panjang. Dan ku balas satu persatu SMS mereka.
'Maaf Ki, semalam aku ketiduran. Aku capek banget, pegel. Iya pasti dong aku cerita sama kamu. Di sekolah aja ya.' 04.58
'Maaf Indra, semalem aku ketiduran. Capek banget, badan pada pegel-pegel. jawabannya di sekolah aja ya. Sampai ketemu di sekolah.' 05.00
Aku pun bergegas untuk shalat, mandi, beres-beres dan sarapan. Selesai semua aku langsung berangkat ke sekolah.
__ADS_1
***
Pagi ini mentari bersinar dengan terangnya. Seperti tahu akan isi hatiku yang berseri-seri. Hangat sinarnya yang mulai ku rasakan, sehangat kasih sayang yang Indra berikan untukku.
Aku berjalan menuju ke sekolah, di sana aku melihat Indra sedang menyandarkan tubuhnya ke dinding di samping pintu gerbang dan dia memanggilku.
"Mar.. Sini. Tumben kamu siang datangnya, biasanya kamu duluan yang sampai sekolah."
"Iya badan aku pegel-pegel nih." Jawabku..
Indra merangkul bahu ku, dan itu membuatku menjadi malu karena di liatin sama teman-teman.
"Cie... Pagi-pagi udah pacaran aja nih Dra.." Ucap salah satu teman Indra yang entah siapa namanya aku nggak kenal.
Indra hanya tertawa di ledekin sama temannya itu.
"Dra, lepasin dong.. Aku malu." Aku mencoba melepaskan tangan Indra yang ada di bahuku.
"Biarin aja, semua teman-temanku tahu kalau aku udah nembak kamu kemarin." Jawabnya santai.
"Apa?" Aku terkejut dengan ucapan Indra barusan, dia benar-benar membuatku malu.
"Masuk yuk!!" Ajak Indra yang sekarang menarik tanganku untuk masuk dan berjalan di sampingnya.
"Itu si Kia udah dateng belum?" Tanyaku.
Kok tumben dia belum Dateng jam segini, biasanya kan dia paling pertama nyampe sekolah. Tiap aku Dateng dia pasti udah ada di bangkunya. Kenapa perasaanku jadi ga enak gini ya. Apa Kia ga masuk hari ini.
Aku dan Indra memasuki kelas.
Hari ini bagian kelas kami yang akan menjadi petugas upacara.
Di sana tampak teman-temanku sudah merapikan pakaiannya agar tidak di suruh ke depan kalau bajunya berantakan. Mereka selalu ribut untuk membagi tugas yang akan menjadi pembawa acara, pemimpin upacara dan semua yang terlibat menjadi petugas upacara.
Aku tidak pernah mau terlibat menjadi petugas upacara. Karena aku suka deg-degan dan gemetaran kalau menjadi pusat perhatian. Keringat dingin membasahi seluruh tubuhku kalau aku menjadi salah satu petugas upacara. Dan aku kapok melakukannya untuk yang kedua kalinya.
Mereka pun berbondong-bondong pergi ke lapangan dan berbaris rapi. Seperti biasa aku selalu berbaris paling depan, sedangkan Indra menjadi pemimpin upacara.
Indra selalu saja dipilih oleh teman-teman menjadi pemimpin upacara, karena suaranya yang on fire dan terdengar dari ujung ke ujung saat memimpin upacara. Ahh, tambah cool deh kamu Dra..
Level ketampanan kamu bertambah dua tingkat saat menjadi pemimpin upacara.. Makin kesemsem deh aku jadinya lihat kamu di depan dengan posisi tegak gitu. Apalagi fans berat kamu yang suka lihat kamu main basket dan teriak-teriak nggak jelas.
Upacara pun di mulai.
__ADS_1
***
Selesai upacara Kia tetap tidak terlihat, benar dia tidak masuk hari ini. kenapa ya, apa dia sakit? Kok SMS aku yang waktu subuh belum di balas-balas juga .
Aku memasuki kelas disusul dengan teman-teman yang lainnya. Mata pelajaran jam pertama hari Senin adalah Penjas atau olahraga, aku langsung berganti pakaian olahraga di toilet bersama teman-temanku.
Pak Ilham, guru penjas belum juga datang. Aku dan teman-teman asyik mengobrol di lapangan.
Indra menarik tanganku yang sedang ngobrol dengan Juita.
"Kamu kenapa sih tarik-tarik tangan aku kayak gini". Aku kesal sama Indra yang tiba-tiba aja narik tangan aku.
"Katanya kamu mau kasih jawabannya sekarang" Jawab Indra dengan nada yang lembut.
"Oh iya ya aku sampai lupa.. emmhhh.. Gimana ya? Kamu maunya gimana?"
"Aku maunya kamu jadi pendamping hidup aku selamanya. Entah itu sekarang, besok atau nanti. Aku mau kamu jadi cinta pertama sekaligus cinta terakhir aku". Tegas sekali apa yang di katakan Indra. Aku semakin yakin kalau pilihan ku tidak salah. Semoga saja ya Allah.
Bismillah..
"Oke.. Aku mau jadi pacar kamu." Ucapku malu-malu.
Seketika wajah Indra langsung berbinar, terlihat sekali dia sangat bahagia atas jawaban yang aku berikan.
"Serius Mar. Kamu mau?" Indra menggenggam tanganku yang mungil. Dia tidak berhenti tersenyum setelah mendengar bahwa aku menerimanya sebagai kekasihku.
Aku hanya mengangguk.
"Alhamdulillah ya allah, makasih ya kamu udah mau menjadi pacar aku. Aku akan lakukan apapun yang terbaik buat kamu. Aku akan selalu bahagiakan kamu, aku janji." Indra mengangkat kelingkingnya dan melingkarkan kelingkingnya di kelingkingku.
"Iya Indra, aku juga janji akan mencoba mencintai dan menyayangimu sepenuh hatiku. Makasih banyak juga atas semua perhatian kamu sama aku. Aku bahagia kamu bisa cinta dan sayang sama aku apa adanya."
***
* POV Indra
Aku sangat bahagia mendengar jawaban dari Maria, dia menerimaku sebagai kekasihnya. Penantian dan perjuanganku selama ini tidak sia-sia. Aku bersyukur karena dia akan mencoba untuk mencintai dan menyayangiku juga. Itu artinya, kami akan saling menjaga satu sama lain.
Menjaga hati untuk tidak di berikan kepada orang ketiga yang akan menghancurkan cinta kami berdua.
'Kamu tidak usah khawatir Maria, karena aku tidak akan membuka pintu hatiku untuk orang lain. Cuma kamu yang ada di hatiku selamanya. Cuma kamu gadis yang aku sayangi, dan aku tidak melukai hatimu sedikitpun.' Janji yang ku ucapkan dalam hati.
Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah untukku. Hari yang membuatku sangat bahagia bisa menjadi orang yang dia sayangi.
__ADS_1
* POV Indra End
...****************...