INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Mencari info


__ADS_3

Pukul 19.00


Aku langsung menelpon Indra. Tak butuh lama panggilanku langsung di angkat oleh Indra.


"Halo assalamualaikum Indra"


"Waalaikumsalam Mar, tumben banget kamu telpon.? Kangen ya sama aku..?"


"Ih GR banget!! Tapi emang iya sih, hehe."


"Asyik, di kangenin sama orang yang aku sayang. Gitu dong tersenyum, tertawa, kan makin cinta aku jadinya."


"Ih ternyata kamu gombal banget sih. Ada yang mau aku omongin nih."


"**A**da apa? Eh kamu tadi ga bales SMS aku, boleh ga aku panggil kamu sayang?"


"Boleh, terserah kamu. Asal jangan pas di sekolah aja."


"Oke siap sayang. Kamu mau ngomong apa?"


"Tadi aku ceritain masalah keluarga Kia sama mamah, tapi kok aku ngerasa kalau mamah lagi menyembunyikan sesuatu ya. Soalnya pas aku cerita, mamah kayak yang sedikit gugup gitu. Aku tanya mamah alamat nenek Kia tapi mamah bilang nggak tau."


"Gini aja kamu nggak usah cerita apa-apa sama mamah, urusan alamat Kia nanti aku tanya sama Irwan. Kali aja dia tau. Udah kamu tenang aja selagi masih ada aku, kamu ga usah khawatir. Percaya deh sama aku."


"Iya, aku percaya sama kamu.. Udah dulu ya, aku mau belajar.. Besok kan ada ulangan bahasa Inggris."

__ADS_1


"Oke cantik, sampai jumpa besok sayang. Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam. "


Selesai menelepon Indra aku langsung membuka buku bahasa Inggris. Aku mengisi tugas-tugas yang ada di buku itu. Tak terasa sudah pukul 21.00 mataku sudah lelah.


Aku mengantuk dan segera ku bereskan buku-buku untuk mata pelajaran besok dan langsung menuju tempat tidur.


***


Keesokan harinya seperti biasa aku mengerjakan semua rutinitas ku, setelah selesai semua aku segera berangkat ke sekolah.


Betapa terkejutnya aku ketika pintu di buka, Indra sudah ada di depan pintu.


"Astaghfirullah Indra. Kamu ngapain di depan pintu gini bikin kaget aja. Kenapa nggak ketuk pintu coba."


"Dasar gila.. Ngapain coba berdiri di depan pintu gitu."


"Iya aku memang gila. Tergila-gila karena cintaku padamu."


"Ih geleuh dengernya juga.. Lebay."


Mamah yang mendengar aku bicara dengan Indra segera keluar.. "Eh ada aa.. Kenapa nggak ketuk pintu kalau mau jemput Eneng? Kenapa diem di situ?"


"Kejutan mah, hehe." Sambil mencium tangan mamah.

__ADS_1


"Hayu ah berangkat udah jam 7 nih, nanti kesiangan coba. Mah, Eneng berangkat ya, assalamualaikum."


" Waalaikumsalam."


Aku pun berjalan bersama Indra menuju sekolah, hanya butuh waktu 10 menit berjalan kaki ke sekolah.


Sesampainya di sekolah, aku tidak melihat keberadaan Kia. Aku yakin dia nggak masuk lagi.


Indra memberitahuku kalau dia mau menemui Irwan di kelas 9D untuk menanyakan alamat neneknya Kia. Aku mau ikut tapi nggak boleh sama Indra. Ya udah deh jadinya aku di kelas aja nunggu bel masuk. Bete.!!


Indra sudah kembali saat bel masuk berbunyi. Eh dia malah duduk di sampingku, di bangku Kia. Katanya dia dapat info dari Irwan.


Mata pelajaran pertama adalah bahasa Indonesia, tapi Bu guru belum juga datang. Mungkin telat. Aku langsung menanyakan perihal info yang di dapat Indra dari Irwan.


"Kata Irwan yang tau alamat neneknya Kia hanya ibunya. Dia ga tau karena dia ga deket juga kan sama Kia. Dia bilang kalau mau tau nanti ke rumahnya aja pulang sekolah. gimana? Kamu mau ikut? Atau aku aja yang ke rumah Irwan?"


"Aku ikut dong. Nanti pulang sekolah kita langsung ke rumah nya irwan ya."


"Oke siap."


Bu Isti pun datang untuk mengajar bahasa Indonesia. Padahal guru pelajaran bahasa Indonesia di kelasku bukan Bu Isti tapi Bu Reni.


Bu Reni guru bahasa Indonesia dari kelas 9A sampai 9D sedangkan Bu isti dari kelas 9E sampai 9G.


Pertanyaannya adalah kemana Bu Reni? Apa dia sakit? Bu Isti tidak memberitahukan alasannya.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2