INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Siapa dia?


__ADS_3

Tanganku di tarik oleh laki-laki yang tidak aku kenal, siapa dia? Tubuhnya tinggi tapi tak setinggi Indra. Ku lihat tangannya lumayan putih untuk ukuran lelaki, tapi aku tak melihat wajahnya karena posisinya di depanku. Dia berhenti di taman sekolah, lalu berbalik ke arahku.


Aku kaget, siapa dia.. sepertinya aku pernah melihatnya tapi dimana?


.


.


.


.


.


'DEG'...


.


.


.


.


Wajahnya itu... !!


.


.


.


Sekarang aku ingat.... Ya betul sama persis dengan orang yang........


.


.

__ADS_1


.


.


Flashback (part pendaftaran)


Di tengah-tengah pertunjukan, aku melihat ada salah satu di antara mereka yang masih muda. Sepertinya dia seumuran denganku. Eh dia melihat ke arahku.!!


Wajahnya lumayan tampan tapi masih tampan Indra dong. Tubuhnya tinggi dan kulitnya sedikit kecoklatan, di bandingkan aku kulitnya masih putihan dia kayaknya. Dia memakai ikat kepala berwarna merah, dan pakaiannya khas begitu..


.


.


.


Iya dia orang yang waktu itu melakukan pertunjukan debus. Kenapa dia ada di sini? Siapa sih dia, bedanya sekarang dia memakai seragam bukan baju khas yang waktu itu di kenakan nya.


Aku memberanikan diri untuk bertanya. "Kamu siapa? Kok tiba-tiba narik tangan aku, kita kan ga saling kenal."


"Lah terus ngapain kita kesini? Aku harus ke lapangan. Mau senam."


Tiba-tiba OSIS jutek itu memanggil kami berdua, "Hei kalian!! Ngapain di situ, sana pergi ke lapangan."


"Baik kak.." Jawabku sambil berlalu meninggalkannya.


***


Pikiranku tidak henti-hentinya memikirkan siapa sih dia? Kenapa tarik-tarik tangan aku sok kenal banget.!


Aku pun nggak fokus saat melakukan senam pagi sebelum masuk kelas. Sampai aku pun di tegur oleh OSIS jutek itu.


"Hey, cewek mungil. Sini kamu, kenapa dari tadi nggak ikutan senam?" Bentak nya. Aku hanya diam dan menunduk.


"Hey, kamu denger nggak aku ngomong? Mentang-mentang kecil gitu jadi nggak akan keliatan?" Bentak nya lagi.


Saat aku hendak menjawab, Kak Radi menenangkan makhluk yang ada di depanku ini, "Van, lu kenapa sih marah-marah nggak jelas gitu sama dia, sepele banget loh ini. tinggal kasih tau aja kan? Nggak usah pake ribut."

__ADS_1


Makhluk menyebalkan itu hanya mendelik ke arahku, lalu menyuruhku kembali ke barisan. "Sana kamu balik.!" perintahnya.


Aku pun menjawab, "Baik Yang Mulia OSIS titisan dewa jutek dan dingin." Sambil menunduk dan membungkukkan badan ala-ala kerajaan. Kak Radi tertawa terbahak-bahak mendengar julukannya. Begitu pun dengan teman-temanku yang sedari tadi tegang melihatku di marahi untuk yang ketiga kalinya.


Aku langsung berlari ke barisanku, takut di marahi lagi sama dia. Kayaknya dia marah deh aku menjulukinya begitu. Bodo amat ah.. sebel banget aku sama dia!! Masalah kecil di gede-gedein.


Aku celingukan kali aja lihat orang aneh yang tadi, tapi ko ga keliatan? Apa mata aku yang rabun kali ya?


Selesai senam di lapangan aku bergegas untuk ke kelas, tapi di jalan seperti ada orang yang memanggilku. "Mar.." Aku pun menoleh ke kanan dan ke kiri, siapa yang panggil ya? Nggak ada siapa-siapa.


Aku lanjut jalan dan terdengar lagi suara memanggil. "Mar,," masih ga ada orang. Siapa sih orang iseng yang suka panggil-panggil tapi ga ada orangnya.


Sampai di kelas tiba-tiba salah satu temanku datang dan memintaku untuk bertukar tempat duduk jadi di depan.


Baguslah jadi keliatan kalau lihat ke papan tulis, aku kan rabun jauh. Pengen pakai kacamata tapi malu pasti makin ga karuan ini muka, kalau pakai softlens boro-boro bisa, liat orang lain aja yang keluar air mata malah aku.


Aku pun duduk di bangku paling depan, tepat di depan meja guru. Eh aku sampai lupa tadi temanku itu namanya siapa ya, aku nggak tau nama calon teman-temanku. Ntar aja lah kenalannya pas udah beres MOS.


Tiba-tiba cowok itu datang lagi dengan berlari dan nafas yang terengah-engah. "Hey Mar Mar Marimar. Sombong banget sih!! Di panggil-panggil dari tadi nggak denger. Budek ya?"


Aku hanya menatapnya dengan tatapan heran dari atas sampai ke bawah, karena nggak tau maksudnya apa.


"Dari tadi aku panggil kamu pas di luar."


"Oh, jadi kamu orang iseng yang panggil nama aku tadi?"


Saat dia akan menjawab, para OSIS datang kembali ke kelas dengan wajah yang ceria kecuali si makhluk itu, datar kayak adonan yang udah di uleni sampai Kalis terus jadi Ketapang deh atau jadi pangsit kering juga enak.!!


Eh eh ngomongin apa sih nggak nyambung banget ya..! Maaf ya reader.. Aku udah ngantuk nih!! Nggak fokus jadinya.. Mata udah ngantuk banget!! Besok di lanjut ya pembaca setia ICML.. Dah..


...****************...


Halo teman-teman,


Salam sayang dari aku ya buat kalian semua.. Kalau kalian suka jadikan karya ini favorit kamu agar tau bagaimana kelanjutannya.


Terima kasih atas semua dukungan kalian.

__ADS_1


__ADS_2