
* POV Indra
Aku melihat Maria sangat kesakitan, aku khawatir dan menyesal telah mengajaknya ke tempat seperti ini. Maria fobia sama binatang seperti cicak, cacing dan binatang melata lainnya. Setiap lihat cicak aja dia selalu teriak ketakutan.
Aku sangat merasa bersalah tidak bisa menjaganya dengan baik, padahal aku sudah janji kepada ibuku dan ibunya untuk menjaganya dengan baik. Aku merasa tidak bisa melindungi wanita ku, wanita yang sangat aku sayangi. Sepertinya aku harus minta maaf sama Maria. Aku tidak tega melihat kesakitan nya.
"Mar, Aku bener-bener minta maaf ya. Aku nggak bisa jagain kamu, malah ngajak main ke tempat yang seperti ini." Aku menundukkan kepalaku tanda aku merasa bersalah kepadanya.
"Bukan salah kamu kok. Kamu udah benar-benar jagain aku. Aku yang harusnya berterima kasih sama kamu karena kamu udah gendong aku. Pasti kamu pegel ya karena gendong aku." Maria menjawab dan membelaku.
Aku melihat wajahnya yang masih kesakitan. Aku duduk di sampingnya dan menyentuh pipinya yang halus, "Enggak, aku seneng bisa gendong kamu. Gadis yang aku cintai." Ucapan ku barusan membuatnya tersipu malu, pipinya merah merona dan itu membuatku menjadi ingin menggodanya.
"Pipi kamu merah, bikin aku tambah suka sama kamu." Aku berbisik di telinganya.. Dan aku tertawa melihatnya salah tingkah begitu, lucu.
"Indra... Aku malu tau. Jangan godain aku kayak gitu." Maria mendorong wajahku yang sangat dekat dengannya.
"Iya deh. Maaf ya.. Mar, suatu saat nanti kalau aku udah kerja, akan aku ajak kamu main ke tempat yang indah yang nggak akan bikin kamu kesakitan kayak gini." Aku kembali duduk dengan posisi yang normal.
Maria tertawa mendengar aku berkata itu. Aku senang dia bisa tertawa seperti itu, itu artinya dia tidak marah atau kesal padaku.
"Kenapa tertawa Mar?"
__ADS_1
Maria menghentikan tawanya. "Kamu tuh aneh-aneh aja. Kita itu masih kelas 3 SMP yang sebentar lagi baru mau masuk SMA, masih lama banget ke dunia kerja. 3 tahun lagi itu pun kalau kita nggak kuliah kalau kuliah dulu bisa lebih lama lagi bisa kerja."
Aku memegang pipi nya yang bikin gemas itu. "Kerja kan nggak harus keluar sekolah dulu sayang. Aku bisa kerja sampingan nanti, bisa ikut sepupu ke bengkel atau buka kursus komputer pribadi buat anak-anak SD. Apa aja kan bisa. Iya nggak?"
"Iya juga ya. Ternyata kamu pinter juga haha."
Lucu sekali Maria kalo tertawa, aku tak bisa berhenti memandanginya.
Walaupun status ku belum jelas, tapi aku sudah cukup merasa nyaman seperti ini.
Kalau dia terima aku, tidak akan aku biarkan dia terluka sedikit pun baik hatinya atau fisiknya. Dan aku akan selalu membuatnya bahagia dan tertawa. Aku tidak bisa melihatnya bersedih, semoga saja dia bisa memutuskan apa yang terbaik untuknya.
Kalau dia tolak aku, aku tidak akan berubah dan akan selalu ada untuknya. Walaupun suatu saat nanti dia punya pacar, aku akan selalu menjadi sahabatnya yang tidak akan membiarkannya sendirian.
* POV Indra End
Hari ini aku bahagia sekali. Ternyata aku bukan hanya baper dan kegeeran aja, Indra memang benar-benar mencintaiku. Apa aku bermimpi di cintai oleh laki-laki seperti Indra? Aku masih tidak percaya Indra akan menyatakan perasaannya padaku.
Indra adalah Laki-laki yang bukan hanya tampan wajahnya, tapi juga hatinya. Dia pria idaman semua wanita. Aku yakin tidak akan ada yang mampu menolak pesona Indra, apalagi senyumannya yang sangat manis itu.
Aku melihat Indra menyesal telah mengajak ku ke Curug. Padahal aku tidak menyalahkannya sama sekali, aku bahagia. Aku bahagia karena ketulusan Indra mencintai dan menyayangi aku. Dia tidak melihatku dari fisiknya saja dan aku juga tidak tau kenapa Indra bisa sayang sama aku sejak kelas 1 SMP.
__ADS_1
Apa kelebihan aku? Padahal kan teman sekelasnya banyak yang lebih cantik, yang serasi sama dia. Tidak seperti aku yang udah seperti Kakak-adik yang nggak ada pantas-pantas nya aku berdampingan sama dia. Dari segi fisik pun sangat jauh berbeda.
Indra memiliki kulit yang putih bersih, sedangkan aku walaupun bersih tapi kulit ku cenderung coklat. Makanya aku tak pernah menganggap semua perlakuan Indra itu adalah cinta, Takut sakit hati.
Tapi Indra sangat tulus mencintaiku, aku tidak boleh menyia-nyiakan orang yang sayang sama aku. Dan lagi Indra sudah memendam perasannya sejak lama, itu membuktikan bahwa dia orang yang setia. Jika dia mau, dia bisa mendapatkan pacar yang lebih segalanya dari aku. Siapa sih yang nggak mau sama Indra? Semua wanita pasti ingin mempunyai pacar seperti Indra.
Makasih Indra sudah mencintaiku dengan tulus dan apa adanya. Aku masih galau untuk menjawab perasaanmu yang sangat tulus itu. Aku takut dengan komentar miring orang-orang kalau aku pacaran sama kamu. Tapi aku juga tidak harus mendengarkan komentar negatif mereka kan?
Aku juga berhak bahagia walaupun dengan wajah yang pas-pasan. Semua orang pasti akan merasa aneh melihat kita bisa berpacaran, apalagi cewek-cewek yang selalu mencoba untuk dekati kamu. Mereka pasti akan selalu nyinyirin aku.
Ahh.. Aku masih pusing untuk memberikanmu jawabannya. Tapi aku juga merasa beruntung di cintai oleh kamu yang selalu ada untukku. Kamu yang selalu membuatku nyaman dan mengerti apa yang harus kamu lakukan saat aku sedang emosi.
Aku pikir tidak ada salahnya memberimu kesempatan untuk membuktikan ucapan mu itu. Semoga saja apa yang menjadi pilihanku tidak salah, dan semoga saja kamu akan selalu setia sama aku selamanya sampai maut memisahkan kita.
Walaupun aku tau kita baru saja mau masuk SMA, tapi aku tidak mau merasakan sakit hati di khianati dan tinggalkan oleh orang yang sangat aku sayangi. Aku tidak mau terluka karena wajahmu yang tampan itu, meskipun aku juga tau kamu tidak pernah merespon orang-orang yang nembak kamu.
Aku harap aku bisa menjadi yang pertama dan terakhir untukmu, tidak ada celah untuk orang ketiga dalam hubungan kita. Aku tidak mau kita saling menyakiti menjalani hubungan ini, karena jika hati sudah terluka akan sulit untuk menyembuhkannya.
Butuh waktu untuk memulihkan luka hati yang menganga, luka yang tidak pernah di harapkan oleh siapapun. Karena setiap kita terluka karena cinta, hidup ini terasa tidak berarti. Aku tidak mau itu terjadi dan aku ingin selalu bahagia bersamamu, SELAMANYA..
...****************...
__ADS_1