
Tak terasa waktu terus berjalan, sudah 6 bulan aku berpacaran dengan Kak Ivan. Aku merasa Sangat bahagia sekali karena Kak Ivan benar-benar menepati janjinya untuk tidak menyentuhku sampai aku halal untuknya.
Dan sikap dingin Kak Ivan sudah tidak ada. Walaupun sikap hangatnya itu hanya dia tunjukkan untukku tapi itu tidak masalah bagiku. Karena itu berarti aku adalah orang yang sangat spesial untuknya.
Hari Minggu ini Kak Ivan mengajakku untuk main ke kostan nya. Katanya ada tugas kuliah yang menumpuk dan dia belum mengerjakannya. Aku pun menyetujuinya karena aku belum tau kostan nya Kak Ivan.
"Sayang, hari ini aku jemput ya. Kita main ke kostan aku. Banyak tugas kuliah yang belum aku kerjakan, tapi aku kangen sama kamu." Ajak Kak Ivan dengan suaranya yang terdengar lembut via telepon.
"Iya Kak. Jam berapa mau jemput aku?"
"Sekarang sayang. Aku akan berangkat sekarang juga. Tunggu aku ya calon istriku. Muachh." Kak Ivan langsung mematikan ponselnya.
Aku masih menempelkan ponselku di telinga tapi ponsel Kak Ivan sudah di matikan. Ternyata Kak Ivan sangat agresif di bandingkan dengan Indra, enam bulan kita bersama banyak sekali perbedaan yang aku rasakan. Aku tidak bermaksud untuk membandingkan antara Indra dan Kak Ivan karena tidak ada seorang pun yang bisa di bandingkan dengan Indra.
Saat ini Indra hanyalah kekasih terbaik masa lalu ku. Walaupun aku sudah mencintai Kak Ivan, tapi Indra tetap di hatiku dan tidak tergantikan. Kenangan tentang Indra abadi di ingatanku. Kak Ivan juga tau itu dan dia tidak marah. Karena itu lah aku sangat menyayanginya saat ini.
Setiap orang punya karakter unik masing-masing. Dan punya cara sendiri untuk bisa membahagiakan pasangannya. Begitu pun dengan Kak Ivan yang mempunyai sifat bertolak belakang dengan Indra.
Indra yang sudah lembut dari awal dan selalu memahami setiap sifat dan sikap yang aku tunjukkan. Juga sosok pria yang tidak pernah menuntut apapun dariku. Sosok pria yang bisa menahan nafsunya untuk tidak merusak gadis yang sangat di cintai nya.
Kak Ivan yang dingin dan tanpa ekspresi sedikit demi sedikit bisa menjadi hangat dan lembut. Aku kagum sama Kak Ivan, dia bisa mengesampingkan ego nya dan bersikap dewasa menghadapi setiap sifat manja ku yang berlebihan. Dia juga selalu berusaha untuk membuatku tersenyum dengan tingkah konyolnya. Padahal itu bukan karakter Kak Ivan sama sekali.
Tin.. Tin..
__ADS_1
Suara motor Kak Ivan terdengar di depan rumahku. Aku keluar dan melihat Kak Ivan sudah ada di depan pintu. Kami berdua berpamitan sama mamah dan mamah mengizinkan aku untuk pergi ke kostan dengan Kak Ivan. Mamah percaya kepada kami berdua tidak akan melakukan hal di luar batas.
Sesampainya di kostan Kak Ivan, aku masuk ke dalam dan Kak Ivan memarkirkan motornya. Lalu Kak Ivan masuk ke dalam kamar dan mulai membuka laptopnya.
"Sayang, kamu duduk di sofa aja ya. Aku ngerjain ini dulu sebentar." Ucap Kak Ivan sambil menyalakan laptopnya.
"Iya Kak." Aku duduk di sofa itu dan melihat di sekeliling. Aku rasa ini terlalu mewah untuk anak kostan. Kamarnya luas kalau hanya di tempati oleh satu orang. Dan ini juga berada di kawasan perumahan elit. Sebenarnya Kak Ivan itu orang kaya atau orang biasa aja ya. Aku mulai memikirkan hal itu.
Tapi mataku tertuju kepada sebuah kotak kecil berwarna coklat. 'Hah? Bukankah itu hadiah dari Kak Kayla ya kalau aku nggak salah.' gumam ku dalam hati.
Aku penasaran apa yang di berikan oleh Kak Kayla kepada Kak Ivan. Sepertinya itu tidak penting untuk Kak Ivan karena di simpan di sembarangan tempat. Berbeda dengan hadiah pemberian dariku yang selalu Kak Ivan bawa kemana-mana dan sekarang di jadikan gantungan kunci motor.
Aku pura-pura meraung sakit perut, "Aduh Kak. Perutku sakit sekali."
"Kayaknya maag aku kambuh lagi. Aku belum sarapan tadi." Ucapku sambil pura-pura meringis kesakitan dan terus menekan perutku.
"Hayu kita ke dokter sekarang juga. Kita naik mobil ya, aku pinjem ke teman dulu. Sini aku gendong." Kak Ivan membungkukkan badannya untuk menggendongku. Ah, jadi teringat saat aku di gendong Indra..
"Ga usah Kak, aku cuma pengen makan aja. Aku lapar banget."
"Kamu mau makan apa? Biar Kakak belikan sekarang juga."
"Aku mau makan bubur ayam ya Kak. Nggak pakai kacang dan kecap manis."
__ADS_1
"Ya sudah aku beli sekarang ya sayang. Kamu tunggu di sini dulu, jangan kemana-mana. Aku cuma sebentar ya."
Kak Ivan pergi keluar naik motor untuk membeli bubur ayam. Aku mulai mendekati tempat kotak coklat itu berada. Aku menengok ke kanan dan ke kiri, setelah di rasa aman aku ambil kotak itu dan membukanya.
Aku melihat Ada satu jam tangan warna hitam merek Alexander Christie dan sepertinya Kak Ivan tidak pernah memakainya. Saat aku mengambil jam tersebut, di bawahnya ada sepucuk surat. Karena penasaran, aku mengambilnya dan membaca surat itu.
Van, aku nggak tau harus cerita lagi sama siapa. Aku takut.
Sebenarnya yang sudah menabrak Indra itu adalah orang suruhan ku. Tadinya aku ingin agar Maria lenyap dari dunia ini. Tapi ketika orang suruhan ku akan menabraknya, pacarnya datang menyelamatkan Maria. Aku ingin merebut pacarnya, karena aku iri padanya.
Tapi beberapa hari yang lalu, aku melihat tatapan mata kamu kepadanya sangatlah berbeda. Kamu terlihat sangat mencintainya. Apa kelebihannya di banding aku Van? Aku sayang sama kamu, tapi kamu tak pernah merespon sikapku.
Aku mohon jangan kamu bilang siapapun tentang ini. Karena aku takut untuk menerima hukumannya. Dan lagi, aku akan pindah ke luar negeri tanpa ada satu orang pun yang tau.
Aku janji, aku tidak akan mencelakakan Maria lagi. Semoga kamu selalu bahagia. Kayla.
Aku terpaku.
Tidak percaya dengan apa yang ku baca dan akhirnya surat itu terjatuh. Aku merasa kepalaku sangat pusing dan aku tidak bisa lagi menopang tubuhku yang sudah lemas ini dengan kedua kakiku.
Ternyata, ternyata... Semua ini ulah Kak Kayla? Dan Kak Ivan menyembunyikannya dariku. Pria yang sangat aku sayangi kini, tidak memberitahuku masalah sepenting ini? Kenapa Kak? Hatiku terasa sangat sakit. Air mata mengalir deras di pipiku.
Sampai akhirnya pandanganku menjadi kabur dan kepalaku terasa sangat pening. Semakin lama Semakin kabur, semakin kabur dan gelap! Aku tak sadarkan diri.
__ADS_1
...****************...