
Aku masih diam di kantin sambil menunggu pengumuman di pajang di Mading. Aku bosan sendirian di kantin tidak ada teman ngobrol.
Ku lihat semua teman seperjuangan ku sedang berkerumun di depan Mading.. Ada yang memasang wajah kecewa, ada juga yang berjingkrak-jingkrak kegirangan..
Aku penasaran tapi aku tidak bisa menerobos kerumunan orang-orang ini dengan badan ku yang kecil. Aku menunggu mereka dulu aja lah, dari pada badan ku jadi sakit semua..
Di depan Mading hanya ada beberapa orang saja, aku langsung menuju ke sana. Melihat namaku lulus atau tidak.
Aku kaget sekali melihat keterangan pada namaku itu, aku TIDAK LULUS !!!
.
.
.
APAAAAA...!!!?
.
.
.
.
Aku langsung menjatuhkan tubuhku di dinding, aku tidak percaya, kenapa seperti ini? Dari 8 orang temanku yang tidak lulus hanya aku seorang saja? Orang yang selalu memberikan contekan kepada mereka.
Apa yang salah? Aku mengerjakan soal tadi dengan sangat mudah tapi kenapa aku tidak lulus..? Apa karena aku jelek? Emang nya ini sekolah model yang harus Perfect secara fisik.?
Ya Allah kenapa? Kenapa cuma aku? Aku malu, aku pun menjadi berprasangka buruk kepada Allah. Dzat Yang Maha Tahu apa yang terbaik bagi hambanya.
Allah pernah berfirman dalam Surat Al Baqarah : 216
__ADS_1
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi ( pula ) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
Pikiran ku kacau, sangat kacau. Aku kecewa, marah, ingin aku pergi dari dunia ini. Aku ingin BUNUH DIRI.
Ternyata ini lebih sakit dari pada di hina jelek oleh orang lain..
Aku harus ngomong apa sama mamah??
Indra aku harus telepon dia. Ku ambil hp di tas dan ku telepon Indra sambil menahan tangis..
"INDRAAAAAAAA. HUAAA.. Hikzz, hikzz Aku, aku."
Indra yang mendengar suara tangisan ku panik.
"Mar, kamu kenapa? Kenapa nangis? Aku ke sana sekarang ya. Tunggu aku."
Aku tidak bisa menjawabnya. Aku menyimpan kembali ponselku di tas. Aku masih menatap kosong ke depan sambil bersandar di dinding samping Mading itu. Pikiran ku kosong entah kemana.
***
Aku tengok sudah ada Indra di depanku. Aku mengangkat telunjukku dan menunjuk ke arah kertas yang ada di Mading.
Indra segera bergegas melihat apa yang membuat aku menjadi kacau seperti ini.
"Nggak apa-apa Mar, mungkin ini bukan yang terbaik buat kamu. Sekolah bukan ini aja kan? Masih banyak yang mau terima kamu. Hayu aku antar pulang."
Aku melangkah gontai mengikuti Indra. Dia menarik tanganku agar aku berada di sampingnya dan menggenggam tanganku supaya aku tidak merasa down.
Aku tidak mengatakan apapun pada Indra, bahkan aku tak mengucapkan salam saat hendak masuk rumah.. Aku benar-benar tidak mau bicara sama sekali sama siapa pun.
Mamah kebingungan melihat aku yang seperti itu, Indra menjelaskan apa yang terjadi. Mamah mengerti dan memberikan aku waktu untuk sendiri..
Aku tidak mau makan dan tidak mau melakukan apapun, hanya berdiam diri di kamar.
__ADS_1
Ku abaikan semua SMS dan panggilan dari Indra, tak ada aktivitas apa pun yang aku lakukan.. Hanya melamun saja.
***
Mia, teman sekelas ku datang ke rumah untuk mengajakku mendaftar ke SMA kota. Katanya masih buka gelombang 2 nya.
Mamah mencoba menghiburku dan membujukku agar mau pergi mendaftar dan jangan memikirkan itu lagi.
Aku mengangguk setuju dan Mia menyarankan agar besok langsung ke sana, lebih cepat lebih baik kata nya..
Oke deh, aku mulai bangkit dan menatap masa depan. benar kata Indra, sekolah bukan cuma itu saja.. Masih banyak yang mau terima aku.
Mia mengatakan akan ke rumahku besok jam 7. karena mulai pendaftarannya jam 9..
"Mar, besok aku nyamper kamu jam 7 ya."
"Iya Mi.. Makasih ya udah mau bareng sama aku."
***
Aku melihat ponselku yang bergetar terus menerus, ku lihat pesan dari Indra sampai berpuluh-puluh. Aku telepon saja deh.
"Halo. mar.. kamu nggak apa-apa kan? Udah baikan belum?"
"Iya, aku nggak apa-apa, aku udah baikan. Besok aku mau daftar ke SMA kota sama Mia."
"Nah gitu dong harus semangat, jangan sedih lagi ya sayang. Aku anterin kamu ya."
"Ga usah.. Aku kan bareng Mia kalau kamu anterin, nanti Mia gimana? Naik angkot sendiri gitu? Ga mungkin kan kita naik motor bertiga kaya cabe-cabean."
"Hehe, iya juga ya. Besok kalau udah pulang pendaftaran kabarin aku ya, nanti aku main ke rumah."
"Oke."
__ADS_1
...****************...