INSECURE, Cinta Masa Lalu

INSECURE, Cinta Masa Lalu
Trauma masa kecil 2


__ADS_3

4 Tahun kemudian.


Setelah papah meninggal mamah tidak meneruskan mengirim uang lagi. Boro-boro untuk membiayai hidup orang lain, hidup kita aja kurang. Untungnya Tante mengerti dan tidak ada permusuhan di antara kami.


Lagi pula suami Tante Lia sudah di angkat menjadi karyawan tetap dan juga punya pekerjaan sampingan. Sehingga pendapatan mereka sudah lebih dari cukup.


Walaupun papah sudah tidak ada, tapi kami masih sering mengunjungi nenek dari papah karena nenek dan kakek dari mamah sudah tidak ada yang ada hanya nenek dari papah saja.


Saat kelas 6 SD kami berkunjung lagi ke tempat Tante karena nenek meninggal. Saat aku ke sana aku melihat Sepupuku yang semakin besar semakin cantik. Apalagi yang paling besar sudah kelas 3 SMA yang sebentar lagi lulus. Namanya MUTIARA atau biasa di panggil Kak Tiara bener-bener mirip Bae Suzy.. Cantik banget.



Seperti itulah wajah Kak Tiara. Siapa yang nggak minder coba jalan di sampingnya dengan wajah pas-pasan.


Kak Tiara sangat baik orangnya, begitupun dengan sepupuku yang lain tidak pernah menghina aku. Hanya mulut-mulut tetangga yang nggak ada akhlak yang selalu mengomentari penampilanku padahal mereka aja belum tentu lebih baik dari aku.


Setahun yang lalu saat aku kelas 2 SMP, Kak Tiara akan menikah. Aku dan mamah di undang untuk datang ke sana, dan aku di minta untuk menjadi pager ayu. Aku sudah menolak kalau aku ga mau jadi pager ayu. Aku ga pede, malu sama adik-adik Kak Tiara yang punya kulit glowing dan tinggi-tinggi.


Mungkin tinggi aku hanya sepantaran dengan adik bungsunya yang sekarang kelas 3 SD. Tapi Mamah terus membujukku, karena katanya nggak enak kita saudara satu-satunya yang mereka punya.


Mamah nggak pernah tau kalau tetangga papah suka bergosip tentang aku dan sudah menghina aku. Aku tak pernah menceritakan semua ini pada mamah atau siapa pun. Aku takut mamah sedih dan banyak pikiran. Jadi aku memilih untuk memendamnya sendirian.

__ADS_1


***


Aku menghela nafas panjang. Ku lihat Indra sangat serius memperhatikan setiap kata-kata yang keluar dari mulutku.


"Masih mau lanjut atau udah?" Tanyaku sambil menahan air mata yang dari tadi aku tahan. Tumpah juga air mataku.


Indra memelukku dan menggenggam tanganku.


"Kalau kamu nggak sanggup cerita lagi, nggak apa-apa jangan di lanjutin." Ucap Indra lembut sambil mengelus rambutku.


"Nggak apa-apa aku lanjutin aja biar kamu paham hati aku seperti apa, kenapa aku jadi begini." Aku pun melanjutkan cerita ku.


***


Selesai di rias aku melihat wajahku di cermin, tidak ada perbedaannya. Jauh sekali di bandingkan dengan sepupuku yang lain yang sudah seperti bidadari.


Aku tak melihat mamah di sekitarku. Aku tanya Tante katanya mamah lagi di belakang, jadi panitia yang mengatur makanan. Sedangkan aku harus berada di depan menjaga buku tamu bersama Cantika.


Semua tamu undangan sangat cantik dan ganteng. Wajar sih karena Kak Tiara menikah dengan Bos nya yang masih muda, tampan dan stylish. Teman-temannya pun tak kalah tampannya, iya lah nikah sama bos.


Saat sesi foto, teman-teman kak Tiara yang cantik itu melihat ke arahku dengan tatapan sinis. Mereka saling berbisik dan itu membuatku menjadi tidak nyaman. Yang ku dengar Kak Tiara bilang, 'Itu adik sepupu aku, nggak apa-apa dong foto sama dia, kan dia juga saudara aku'.

__ADS_1


"Tapi Ra, aku males banget kalau ada dia, merusak pemandangan." Jawab wanita yang ku ketahui di buku tamu namanya Delia.


Tapi teman-teman Kak Tiara malah menghampiri aku dan mereka bicara dengan kata-kata yang sangat menyakitkan tidak sesuai dengan wajah cantik mereka


'Eh kamu saudaranya Tiara bukan? Kok beda amat sih sama Tiara dan adik-adik nya. Kamu juga ga mirip sama mamah kamu, Kayaknya kamu Anak pungut deh!!'


Ucap si Delia yang mulutnya pedes kayak cabe setan. Aku tidak mau mencari masalah dengan mereka, aku hendak pergi tapi teman satunya lagi menarik tanganku dan berkata,


'Kamu nggak usah foto bareng kita-kita ya merusak pemandangan. Nggak level kamu tuh!! Kamu fotoin kita sama Tiara dong.' Aku langsung mendorong tubuh wanita itu.


Dan aku yang mendengar mereka bicara seperti itu langsung berlari, tak ku hiraukan Kak Tiara memanggil-manggil namaku. Aku pergi ke toilet dan aku menangis di situ, sudah nggak tahan rasanya sesak di dada.


Ku tumpahkan semua air mataku tak peduli dengan riasan yang sudah amburadul nggak jelas. Sampai akhir acara aku tidak kembali dan aku mencari-cari mamah dengan wajah yang sudah ku basuh dengan air tanpa ada make up lagi.


Wajahku menjadi kusam dan lesu. Mataku sembab karena menangis berjam-jam di toilet tadi. Aku memang sudah tidak bisa menahan emosiku lagi. Karena itu rasanya sangat menyakitkan, benar-benar menyakitkan!!


Mamah yang melihat aku seperti itu bertanya apa yang terjadi, tapi aku tidak menjawab apa-apa. Aku langsung menarik tangan mamah pengen segera pulang. Sudah nggak tahan rasanya berada di situ.


Aku nggak pamit sama Kak Tiara. Karena dia sedang ngobrol dengan teman-temannya. Di sana banyak sekali laki-laki tampan yang membuatku semakin malu untuk menghampiri Kak Tiara.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2