
Saat Indra memelukku dengan erat, tiba-tiba gerbang di buka. Sontak saja aku langsung melepaskan pelukanku dari Indra karena kaget. Aku malu tapi tidak dengan Indra yang terlihat santai. Dia mencubit pipiku sambil tersenyum.
Ternyata pak satpam tidur di pos situ. Lah tau gitu tadi aku panggil-panggil aja satpamnya nggak harus menunggu. Aku kira nggak ada yang nginep di sekolah. Tapi dia denger nggak ya yang aku bilang ke Indra tadi? Ah bodo amat nggak peduli.
Aku melihat Yang Mulia OSIS itu sudah ada di belakang motor Indra, dia turun dari motornya dan melihat Indra dengan ekspresi dinginnya lalu berkata, "Bukan di sini tempatnya kalau mau bermesraan.!"
Aku kikuk dan malu dia berkata seperti itu. Indra menjawab dengan santai, "Siapa kamu, saya hanya mengantar pacar saya. Karena kemarin dia di marahi seseorang karena kesiangan." Seperti tidak ada rasa takut berhadapan dengan orang jutek itu, Indra balik menatap tajam makhluk yang sedang di depannya.
Aku memegang tangan Indra, dia langsung melihatku dan seketika itu tatapannya langsung berubah dari mode tajam menjadi mode lembut. Aku mengedipkan mata kepadanya dan dia seperti sudah mengerti apa yang aku maksud.
Indra menyuruhku untuk langsung masuk, ku lihat dia masih berdiri di tempatnya.
"Sana masuk sayang, hari ini kamu nggak telat. Nggak akan ada yang marahin kamu lagi." Ucap Indra sambil melirik tajam ke arah makhluk itu. Aku pun masuk ke gebang.
Aku melihat ke arah mereka yang seperti akan perang. kenapa sih mereka.
Mereka sama-sama tinggi, putih, dan tampan. Bedanya kalau Indra wajahnya cute seperti boyband Korea mirip V BTS, sedangkan Kak Ivan terlihat lebih dewasa seperti Xiao Zhan.
Aku memanggil Indra, "Sayang, cepetan berangkat udah siang."
Indra tersenyum kepadaku dan langsung menaiki motornya meninggalkan makhluk itu yang masih terpaku melihat tajam ke arahnya.
* POV Ivan
Aku yang sedang mengendarai sepeda motorku melihat ada orang yang berpelukan di depan gerbang. Siapa sih yang pacaran di depan sekolah sepagi ini. Sepertinya aku mengenal gadis itu.
__ADS_1
Ya aku ingat, bukankah dia yang kemarin telat? Gadis mungil, bola mata hitam dan kulitnya yang terlihat eksotis.
Mereka tersentak kaget karena gerbang di buka oleh Pak satpam. Ku lihat gadis itu seperti malu melihatku, berbeda dengan lelaki tampan yang ada di depannya yang melihat sinis ke arahku.
Aku turun dari motorku dan menghampiri mereka. Aku mengatakan bahwa di sini bukan tempat untuk bermesraan. Gadis itu terlihat gelisah dan malu. Tapi si lelaki ini malah menatapku tajam dan mengatakan bahwa dia adalah pacarnya.
Terkesan seperti aku hendak merebutnya. Padahal aku sama sekali tidak tertarik dengan gadis itu. Aku menatap laki-laki itu. Sepertinya dia sangat menyayangi gadis ini. Apa hebatnya dia? Bisa membuat laki-laki tampan di hadapanku ini bertekuk lutut padanya.
Dia seperti hendak melindunginya dariku yang sudah memarahi gadisnya kemarin. Dia menyindirku dengan mengatakan bahwa hari ini dia tidak akan di marahi lagi oleh siapapun karena tidak kesiangan.
Gadis itu memegang tangan laki-laki itu dan menyuruhnya untuk pergi.
Aku merasa kesal melihat tingkah lelaki itu. Sikapnya itu seperti mengibarkan bendera perang kepadaku.
Saat aku sudah memarkirkan motor, aku langsung menuju kantor kepala sekolah untuk mengambil absensi peserta MOS. Aku terburu-buru hingga menabrak gadis itu, sehingga gadis itu terpental ke belakang karena tubuhnya yang mungil.
Aku baru menyadari gadis itu ternyata sangat manis saat kita menatapnya apalagi ekspresi saat dia ketakutan seperti sekarang. Dia menjawab, "Ma, maaf kak, tadi saya abis dari toilet."
Ketika aku menghampiri dan menatapnya dari dekat dia seperti enggan untuk melihatku.
Mulai saat ini aku akan terus menerus mencari kesalahanmu gadis mungil.
* POV Ivan end
***
__ADS_1
Saat aku masuk kelas tiba-tiba aku kebelet pengen pipis. Aku berlari menuju toilet yang letaknya lumayan jauh karena sudah tidak tahan. Setelah sampai, aku langsung masuk.
Aku berlari saat hendak ke kelas tapi di jalan aku menabrak seseorang.
'Bruk'
Tubuh mungilku terpental ke belakang setelah menabraknya. Ketika aku lihat ke atas, ternyata dia adalah Yang mulia OSIS. Dia menghampiri dan memarahiku. "Jalan pake mata, jangan main tabrak aja.!"
Aku hanya menunduk dan meminta maaf. Tapi dia menatapku dengan intens yang membuatku merasa tidak nyaman dengan tatapannya itu.
Aku segera berlari dan masuk ke kelas. Ku lihat hp ku berdering.. Indra menelepon.
"Assalamu'alaikum sayang, aku udah sampai nih."
"Waalaikumsalam, Alhamdulillah kalau udah sampai. Nanti kamu jemput aku ga?"
"Pasti dong aku jemput kamu, tunggu aku ya. Kamu jangan pulang sendirian."
"Iya, nanti aku tunggu kamu."
"Sayang, I love you. Aku masuk kelas dulu ya. Sampai jumpa nanti siang."
"I love you too."
Dan ketika aku selesai menelepon Indra, ada tangan yang menarik ku dan membawaku keluar.. Siapa dia??
__ADS_1
...****************...