
Semenjak kejadian hari itu hubungan aku dan Indra semakin mesra. Tidak ada gangguan lagi dari siapapun. Dan semenjak itu pula sikap Kak Ivan berubah menjadi dingin lagi, tidak bersahabat dan wajahnya menjadi kusam.
Sepertinya dia selalu begadang. Karena setiap aku melihatnya terlihat lesu tidak ada semangat sama sekali. Aku jadi merasa bersalah dan kasian.. Dan sejak itu setiap kami berpapasan, Kak Ivan selalu membuang mukanya untuk menghindari kontak denganku.
Aku ingin menyapanya, tapi aku takut kalau aku di sangka memberi harapan kepada Kak Ivan. Padahal jelas aku tidak mencintainya, dan itu lebih baik aku ungkapkan daripada memberikan harapan palsu bukan?
Karena walau bagaimana pun lebih baik jujur menyakitkan daripada bohong mematikan. Karena sekali kita berbohong, akan ada kebohongan kedua untuk menutupi kebohongan pertama, dan begitu seterusnya tanpa ada ujungnya.
Kak Kayla juga sepertinya tidak suka kepadaku, yang selalu saja melihatku dengan tatapan sinis. Entah mereka kembali pacaran atau tidak itu bukan urusanku.
* POV Ivan
Aku tidak pernah bisa menepis bayangan Maria saat dia hendak di cium oleh pacarnya. Aku melihatnya di atas tangga, wajah mereka sangat berdekatan. Aku marah, tapi siapa aku berhak marah padanya.? Aku hanya melihatnya di atas menyaksikan semuanya.
__ADS_1
Tapi ternyata laki-laki itu tidak mencium bibirnya, dia hanya mengatakan bahwa dia mencintainya.. Sweet sekali.. Kalau aku mungkin sudah menciuminya karena terbawa suasana. Pantas saja Maria menolak ku, karena lelaki yang ada di hadapannya itu sangat menjaga kehormatannya.
Sejak itu aku mulai menjauhinya. Berharap aku dapat melupakannya, karena aku yakin tidak akan bisa mendapatkan Maria. Semakin aku berusaha melupakan semakin jelas bayangan wajah imutnya di mataku.
Ah aku benar-benar sudah gila.! Apa obat untuk menghilangkan kegilaan ini? Dan apa obat untuk menghilangkan rasa rindu yang menggebu? Aku bertanya kepada semua teman-temanku dan aku hanya mendapatkan tertawaan dan cemoohan dari mereka. 'Seorang Ivan bisa Gegana gara-gara cewek? Emang siapa sih cewek itu sampe loh segininya? Cewek banyak bro, mati satu tumbuh seribu.'
Begitulah ocehan teman-temanku yang otaknya pada mesum. Memang ngomong begitu gampang, tapi sangat sulit bila kita mencintai orang yang benar-benar kita sayangi dari hati yang paling dalam. Dan itu yang saat ini aku rasakan.
Padahal siapa sih Maria? Aku aja baru kenal dengannya. Tapi kenapa sampai seperti ini perasaanku padanya? Kenapa dia seperti punya magnet untuk menarik orang agar menyukainya. Apa dia pakai magic ya? Ku rasa tidak.!! Setiap istirahat aku selalu melihatnya di mushala sedang shalat Dhuha bersama anak-anak ROHIS (Rohani Islam).
Itu artinya dia memang benar-benar punya inner beauty yang kuat di dalam dirinya. Bukan karena cantik wajahnya saja. Dan ini yang aku suka darinya, sosok sederhana yang membuat seseorang menjadi sempurna.
Semua orang pasti mengira bahwa Maria yang beruntung memiliki pria tampan seperti pacarnya. Di lihat dari kacamata luar memang begitu kenyataannya. Padahal itu sebaliknya, pria itu yang beruntung memiliki Maria.
__ADS_1
Aku jadi galau.
Aku sakit.
Aku sedih.
Dan aku.
Tidak memiliki semangat hidup lagi.
Karena saat ini semangatku adalah kamu, Maria.
* POV Ivan End
__ADS_1
...****************...