
Pukul enam pagi lely sudah berada di ruang rawat.
Tadi saat mengirim pesan pada abang zul, langsung dibacanya. abang zul menuju kamar mereka. dan langsung memeriksa lely. ternyata lely sudah pembukaan hampir lengkap.
Langsung saja Abang zul menyarankan agar lely untuk di bawa ke klinik tempat bang zul juga bekerja. yang tidak jauh dari rumahnya. Walaupun tetap dia yang menangani nantinya.
Bang zul membawa ke klinik, karena tempatnya lebih dekat dari rumah sakit. Bang zul bekerja di kedua tempat itu.
Tempat praktek bang zul belum bisa untuk tempat melahirkan. Apalagi bayi lely kembar. abang zul tidak mau mengambil resiko.
Tidak sampai lima belas menit lely sampai di klinik, lely langsung melahirkan, secara normal. Alhamdulillah.
Padahal bang zul dan rekan kerja di klinik berjaga di ruang operasi. jika lely tidak sangub atau kelelahan untuk lahiran normal.
"Alhamdulillah. kamu bisa lahiran normal". ucap abang zul. saat membantu lely pindah dari ruang bersalin keruang rawat.
"Alhamdulillah bang". ucap lely yang masih lemas.
Lely istirahat di ruang bersalin sayu jam lebih, dan di pindah ke ruang rawat pukul enam lewat.
Ipul mengiringi istrinya yang baru dipindahkan ke kamar. membantu mengangkat berdua dengan bang zul, dari brangkar ke atas kasur.
Adiva tadi disuruh kakak ipar untuk ditinggal saja, dan akan menyusul pagi saat dia bangun.
Kasihan dia yang mengantuk. dan ipul tidak konsentrasi menemani lely untuk melahirkan.
"Hebat kamu pul, langsung sepasang adiknya Adiva!". ucap bang zul.
Ipul hanya tersenyum. tidak taju harus menjawab apa.
"Pasti ayah sama ibu senang, punya cucu kembar!". tambah bang zul.
"Abang cepat menyusul bikin adik buat si kembar". sela lely.
"Selalu berusaha. Tiap hari malah. tapi belum berhasil!". jawab bang zul santai.
"Semoga tahun depan sikembar punya sepupu!". ucap ipul
"Aamin...". jawab bang zul.
Tidak lama si kembar di antar perawat ke kamar rawat lely. untuk di beri asi. yang satu bedong biru, dang yang satu bedong pink.
Si kembar di dorong dengan box ke kamar. Tadi saat baru lahir melakukan inisiasi dini lalu di bersihkah.
__ADS_1
Terdengar rengek an salah satu si kembar, saat box bayi di dekat tempat tidur lely.
"Mungkin mereka haus bang. biar diberi asi!". ucap lely.
"Abang bantu kamu duduknya!. Apa sudah bisa duduk?!". ucap ipul. menaikan sandaran ranjang.
Lely mengangguk.
"Apa jahitannya tidak sakit saat duduk nanti!". bisik ipul cemas.
Lely mengeleng. tanda tidak apa- apa.
Setelah sandaran naik, ipul menambah dua buah bantal di belakang punggung istrinya untuk bersandar nyaman. tidak lupa menano satu lagi bantal di pangkuan lely.
Ipul mengambil yang bedong biru, yang di pastikan bayi laki-laki. Karena yang bedong biru merengek. mungkin haus.
"Anak ayah pasti haus ya!". ucap ipul mengendongnya. dan membawa kepangkuan istrinya.
"Pas mulutnya sayang!". ucap ipul membatu lely menempatkan mulut bayinya untuk mendapatkan asi.
"Belum dapat bang!". jawab lely.
Ipul membantu mempaskan dan beberapa kali memegang dan menekan pabrik asi istrinya untuk menyesuaikan dengan mulut putranya.
"Ok!". ipul menyamankan posisi bantal tempat putranya sedang diberi asi.
"Pintar anak ayah!". ucap ipul mengelus punggung bayinya yang sedang belajar minum asi.
Kemudian ipul merapikan rambut istrinya yang tidak tertutup hijab. hanya pakai ciput saja.
Bang zul memperhatikan adik iparnya yang tidak cangung mengendong bayi, dan membantu lely saat menyusui bayinya.
"Sangat cekatan kamu pul. benar- benar suami dan ayah siaga!". ucap bang zul yang salut melihat kelihaian ipul membantu istrinya.
"hehe....". jawab ipul nyengir.
"Iya lah bang. kan sudah belajar!". ucap lely.
Jam setengah tujuh datang sarapan untuk lely dan juga ipul, yang dibawa petugas rumah sakit. Karena lely di rawat di ruang rawat sendiri, dan yang menjaga pasien juga dapat makan.
Beriringan dengan datangnya Adiva dan istri bang zul. Dia juga membawa sarapan untuk ipul dan suaminya, bang zul.
"Ayah.... sudah ada adek bayinya!!". teriak Adiva saat memasuki ruang rawat inap.
__ADS_1
Dia sangat bersemangat berjalan mendekati ranjang bundanya. melepaskan bimbingan Tante yang datang bersama dengannya.
Hap...
Ipul mengendong putrinya mendekati lely yang sedang memberi asi.
"Adek bayi adiva ada dua. ini satu lagi!". ucap ipul mengarahkan adiva ke box yang di samping tempat tidur.
"Asik...".ucap Adiva tersenyum.
"Kamu sarapan dulu pul bersama abang sekalian. ini kakak siapkan!". ucap istri bang zul
Menyiapkan sarapan dan juga kopi untuk ipul dan suaminya. dan meletakan di meja yang ada di ruangan tersebut. tempat suaminya duduk.
"Iya kak. terima kasih!". jawab ipul.
Ipul mengajak putrinya duduk di sofa tempat abang iparnya duduk.
"Adiva mau ayah suapi?!". tanya ipul.
"Tidak yah, ai sudah makan tadi!". jawabnya.
Ipul yang sedang siaga memakan nasi goreng yang dibawa kakak iparnya dengan cepat. karena istrinya juga belum sarapan dan masih menyusui.
"Jangan buru-buru pul!". ucap abang zul.
Ipul hanya mengangguk saja menyelesaikan sarapannya.
"Harus cepat makan bang. kan sedang siaga!". ucap ipul setelah meneguk air putih. selesai sarapan.
"Ya... ya... ". jawab abang Zul.
"Duduk disini ya sayang, ayah bantu bunda memindahkan adek bayi!". ucap ipul putrinya.
"Baik yah!". ucap Adiva.
Ipul membantu memindahkan bayinya yang selesai minum asi dan tertidur ke box bayi.
"Abang suapi dulu!". ucap ipul menyuapi istrinya untuk sarapan.
Lely yang baru melahirkan beberapa jam, sangat lahap me nikmati sarapannya. Mungkin efek lapar dan kelelahan.
.
__ADS_1
.