Istriku Lely

Istriku Lely
Hari Pertama Koas


__ADS_3

"Sudah selesai semua keperluannya sayang?!". tanya ipul.


"Sudah bang. hanya tinggal datang saja lagi. waktu itu sudah dapat jadwal dari hrd rumah sakit". jawab lely.


Pagi senin adalah hari pertama Lely koas. Lely diantar ipul, yang sekalian pergi bekerja. Tempat bekerja ipul dan lely tidak terlalu jauh.


Tempat kerja ipul di jalan utama yang masih satu arah dengan perumahan mereka. Sementara rumah sakit daerah tempat lely koas, berada di jalan arah ke rumah orang tua ipul. Belok kiri dekat perempatan lampu merah tidak jauh dari tempat kerja ipul.


Pagi tadi selepas sholat subuh ipul membuat sarapan nasi goreng dan susu untuk lely seperti biasa. lely yang bersemangat untuk berangkat koas, juga tidak melupakan sarapannya.


"Sarapan yang banyak sayang. biar kuat bekerja menolong pasien". ucap ipul.


"Iya bang". ucap lely menyuapi sarapan kemulutnya.


Selesai sarapan ipul mencuci piring kotor yang hanya dua dan gelas. lely membantu membersihkan meja makan. menutup toples kerupuk dan menata perkakas di meja makan.


Selesai sarapan Ipul mengantar lely ke rumah sakit daerah berboncengan motor. Lely memakai jaket dan memakai celana panjang.


Lely dapat shif pagi dihari pertamanya koas, dan ditempatkan di ugd. dan masuk shif pagi di ugd dimulai pukul tujuh pagi. jadi ipul mengantar lely jam setengah tujuh lewat, agar sampai di rumah sakit jam tujuh kurang.


Setelah mengantar lely kerumah sakit, jam masih belum menunjukan jam tujuh. Sedangkan ipul masuk kerja jam delapan.


Maka ipul kembali kerumah saja, agar bisa mengerjakan sesuatu yang bermanfaat di rumah. karena jarak rumah sakit tidak sampai sepuluh menit. hanya sekali lampu merah.


Sesampai di rumah ipul tidak masuk kedalam rumah. dia hanya bersih-bersih halaman rumah yang tidak terlalu besar. hanya deretan pot bungga di atas pavin blok.


Ipul mencabuti rumput yang ada di pot bungga, menyapu halaman. dan terakhir menyirami bunga.


Setelah bersih-bersih halaman kurang setengah jam, ipul berangkat ketempat kerjanya di bengkel dealer resmi sepeda motor.


Sementara itu, lely yang baru melaksanakan koasnya. tidak begitu canggung. karena dia pernah koas sebelumnya.


Sampai perawat yang mendampinginya keheranan.


Pagi itu ada kecelakaan angkot yang terperosok ke parit yang berada di pinggir kota. Ada beberapa korban yang cedera. Yang terdiri dari beberapa siswa dan juga orang umum.


Angkot itu katanya kecelakaan saat menghindari sebuah sepeda motor yang tiba-tiba hilang keseimbangan, karena bersengolan dengan motor yang berada di sampingnya.


Kedua motor itu jatuh di tengah jalan. Angkot yang melaju beriringan itu terkejut, dan membanting stir kekiri. berakibat angkot itu roda depannya masuk parit. dan miring menyamping.


Banyak korban luka, karena angkot itu penuh penumpang. Semua penumpang yang duduk miring, menumpuk ke arah depan, karena roda mobil bagian depan masuk ke parit.


Membuat korban bagian depan terhimpit oleh penumpang yang dibelakang. isi angkot banyak anak sekolahan yang akan berangkat sekolah.


Kedatangan pasien ke ugd beriringan dengan baru datangnya lely ke ugd. setelah dia mengklik kehadiran dia di mesin absensi di lobi utama rumah sakit disamping igd berada.

__ADS_1


Lely yang baru datang dari pintu samping, langsung berhadapan dengan datangnya sebuah brangkar. dan ada beberapa korban yang di papah. ada juga yang memakai kursi roda. Rata-rata korban memakai baju sekolah.


Lely langsung menaro tas bawaanya ke laci meja tempat perawat jaga yang berada dekat pintu masuk.


Dengan sigap lely pergi mencuci tangan dan memasang sarung tangan karet. Tidak lupa memakai baju jubah panjang warna biru, yang dokter yang dipakai saat operasi dan bertugas di igd. yang dia ambil dari gantungan dekat lemari obat.


Lely menuju pasien yang sedang meringis, karena luka di tangannya.


"Dokter. pasien ini butuh penanganan cepat!". ucap seorang perawat kepada lely.


"Baik". ucap lely menuju pasien yang didorong diatas brangkar.


Ternyata pasien itu tidak sadarkan diri. Dua orang perawat dan lely membantu nemindahkan korban ke brangkar rumah sakit.


Lely menutup kain pembatas setelah brangkar didorong keluar.


Perawat memasang semua peralatan medis di tubuh pasien, karena pasien tidak sadar.


Lely membuka jilbab yang di pakai korban. dan mulai membersihkan darah di kepala dan wajah.


Lely dengan cekatan memeriksa keadaan pasien yang tidak sadarkan diri itu. dia bekerja sama membersihkan luka korban.


"Mey!". gumam lely saat melihat wajah pasien yang dia tangani.


"Dokter kenal?!". tanya perawat yang membantu lely menangani pasien.


"Apa keluarganya sudah di hubungi?!". tanya lely.


"Sepertinya sudah".


"Apa dia korban di atas angkot?!". tanya lely.


"iya dok. pasien duduk di jok depan. mungkin terbentur kepalanya ke arah sisi mobil bagian depan. karena mobil menungging masuk parit". jawab perawat yang membantu lely.


"Hmm.. Sepertinya tidak ada pecahan kaca ya sus, lukanya murni karena terbentur, cuma lukanya agak panjang" ucap lely.


"Sepertinya tidak ada kaca dok. wajahnya pun tidak ada luka. cuma kepala bagian kiri yang berdarah. seperti terbentur besi pintu. Apa perlu dijahit lukanya dok?!".


"Sepertinya iya, mungkin tiga atau empat jahitan. siapkan semua".


"Baik dok".


Lely terus membersihkan luka di kepala korban sampai bersih. dan menjahitnya. dan setelah selesai lely merujuk pasien untuk dironsen. dan jika belum sadar akan dibawa keruang icu.


Setelah menangani mey yang hanya akan menunggu dia sadar, lely membantu pasien yang lain.

__ADS_1


Banyak korban yang luka bagian kepala, mungkin terbentur pintu mobil. dan terhimpit penumpang lain. Tapi yang pingsan cuma mey. mungkin karena duduk didepan, langsung tepat membentur sisi mobil.


Tidak berapa lama, datanglah orang tua mey.


"Dokter.. suster, bagaimana keadaan anak saya dok?!". tanya ibu mey saat berada di depan meja piket igd.


"Atas nama siapa bu?!". tanya perawat.


"Mey. meydina!". jawab ibu mey.


"Oo.. pasien sudah ditangani oleh dokter bu, cuma pasien masih pingsan. mungkin sebentar lagi akan siuman".


"Bisa kami menemuinya?!".


"Boleh bu. mari saya antar". ajak perawat itu.


Ibu dan ayah mey mengiringi perawat menuju brangkar mey. Terlihat mey yang pingsan.


"Apa dia tidak apa-apa sus?!".


"Sepertinya tidak apa-apa bu, kepala pasien terbentur ke mobil. dan tidak ada pecahan kaca atau goresan lain. hanya luka benturan.


Sebentar lagi pasien akan di ronsen, untuk melihat. apakah ada penumpukan darah yang tidak bersih keluar dari luka". jelas perawat pada ibu mey.


"Terima kasih sus".


"Sama-sama bu. saya tinggal ya bu. ibu pangil saja dokter jika pasien ini siuman". ucap perawat.


"Baik sus".


Tidak berapa lama orang tua mey memanggil dokter. karena mereka melihat mey bergerak, dan memegang kepalanya.


"Dokter.. dokter... ".


"Iya bu...".


Lely dan seorang perawat mendatangi brangkar tempat mey di rawat.


"Ada apa bu?!. apa pasien sudah sadar?!". tanya lely mendekati ranjang mey .


"Kamu?!. apa kamu yang membantu mey tadi". ucap ibu mey. yang terkejut saat melihat lely menuju mey yang langsung memeriksa denyut nadi mey.


"Apa kepala dan matanya sakit!?". tanya lely melihat arah mata mey yang memandang lekat lely.


lely mengacuhkan pertanyaan ibu mey. karena dia sedang fokus memeriksa keadaan mey yang baru siuman dari pingsannya.

__ADS_1


.


.


__ADS_2