
Ipul membuka tasnya, dan mengeluarkan kotak bekal makanan untuk makan siang. tidak lupa mengeluarkan sendok.
"Abang bawa nasi dari rumah?!. kapan abang masaknya?!" tanya lely kaget. karena ipul membawa nasi pakai kotak.
Lely kira ipul membawa nasi bungkus yang di beli di warung nasi. Ternyata suaminya membawa pakai kotak nasi.
Ipul tersenyum saja sambil membuka kotak nasi yang agak besar itu ukurannya.
"Abang beli di tempat mak yan. Abang ingat lauk ayam hijau kesukaan kamu. Waktu abang minta bungkus pakai nasi buat makan siang bersama kamu.
Mak yan bungkus saja seperti ini. makanya begini jadinya. pakai kotak". ucap ipul menyendok nasi, dan mengarahkan ke mulut lely untuk menyuapi.
"Minum dulu bang". ucap lely, lalu mengambil air mineral botol di atas meja. dan meminumnya.
Ipul menyuapi lely dan untuknya bergantian. mereka menjadi bahan perhatian pengunjung kantin. karena Kantin yang ramai, waktu makan siang.
Minuman pesanan ipul pun juga sudah di antar dari tadi.
Tapi mereka biasa saja. karena lely sudah terbiasa di suapi ipul saat makan.
"Ipul..."
Tiba-tiba ipul dipanggil seseorang yang berdiri di samping mejanya duduk bersama lely.
"Ibu bet. mau makan siang juga bu". ucap ipul menyapa ibu itu. yang ternyata ibunya mey.
Ipul terus saja menyuapi lely makan.
"Iya pul. mau beli nasi".
"Duduk di sni saja bu makannya". ucap ipul.
"Ibu mau beli bungkus saja pul, mau makan di ruang rawat mey saja sama ayah". jawab ibu mey.
"Bagaimana keadaan mey bu?". tanya lely.
"Alhamdulillah. hasil ronsen tadi tidak ada yang membahayakan. sekarang cuma agak sakit lukanya kata mey. mungkin biusnya sudah berkurang, makanya terasa sakit". jawab ibu bet.
"Mungkin setelah makan siang dan minum obat, mey lebih baik tudur saja dulu. biar sakitnya berkurang". ucap lely.
__ADS_1
"Iya, barusan ibu suapi makan. dan sudah minum obat. mungkin sekarang mey tidur. Terima kasih ya nak lely. sudah membantu mey tadi". ucap ibu bet.
"Sama-sama bu. sudah kewajiban saya untuk membantu. Semoga mey lekas sembuh". ucap lely.
"Aamiin.. ibu mau kembali ke ruang rawat mey dulu ya. ayah sudah menunggu untuk makan siang". ucap ibu bet.
"Iya bu. silahkan. salam buat ayah dan mey". ucap ipul.
"Nanti ibu sampaikan. mari". ucap ibu bet pergi keluar kantin menuju ke dalam rumah sakit.
Ipul terus saja menyuapi lely dan untuk nya sendiri. dan tidak berapa lama bekal makan siang mereka habis. dan ipul mengemas kotaknya, lalu memasukan kembali kedalam tasnya.
Setelah makan, ipul dan lely santai sejenak. meminum minuman pesanan mereka, sambil mengobrol.
"Hai.. kamu dokter baru ya!". tiba-tiba ada dua orang dokter perempuan mendatangi meja ipul dan lely.
"Hai juga.. iya aku dokter koas. baru mulai hari ini". jawab lely tersenyum. "Silahkan duduk disini. mau makan siang ya". tanya lely.
"Sama dong. kita juga doktet koas, kalau kita sudah jalan empat bulan koasnya". jawab salah satu dari mereka.
"Kenalkan, namaku Sonia. panggil saja nia. dan ini temanku namanya Mutya". ucapnya mengulurkan tangannya pada lely.
Lely pun menyambut tangan meteka, sebagai bentuk perkenalan. Ipul hanya melihayt dan mendengar saja obrolan istrinya dengan kedua dokter yang baru kenalan drngan istrinya itu.
"Hai dokter lely. Aku bertugas di poli anak dan mutya di bagian penyakit dalam". jawab dokter Nia.
"Ini pacar kamu ya?!". tanya Mutya melihat kearah ipul yang duduk di depannya.
"Ini suami saya. namanya bang Ipul". ucap lely mengenalkan suaminya.
Ipul hanya menganggukan kepala sambil tersenyum sebagai tanda perkenalan.
"Aku kira kalian pacaran, mesra sekali kelian makan disuapi. bikin iri yang jomblo seperti aku". ucap dokter nia memelas.
"Maaf ya, kami sudah biasa saling mrnyuapi. jadi lupa tempat". ucap ipul.
"Ah tidak apa-apa bang. cuma kami saja yang baperan. jadi ingin juga disuapi hehe...". jawab dokter Nia.
"Oh ya lely. kamu kuliah dimana?. kalau kami di universitas ****** di kota ******.". ucap Mutya.
__ADS_1
"Aku juga disana. angkatan 20**. kalau kalian angkatan berapa?".
"Hah.. berarti senior kami itu. aku 20**, dibawah Nia. kok baru sekarang kamu koasnya?". tanya Mutya.
"Aku dua tahun lalu sudah koas setengah jalan. Aku sakit, dan cuti dua tahun ini. Jadi baru bisa sekarang koasnya". jelas lely.
"Oo... pantas kita tidak pernah bertemu di kampus. Aku kira kita satu angkatan kuliahnya". ucap nya lagi.
Lely hanya tersenyum saja mendengar ucapan mutya.
"Semoga kita bisa jadi teman ya". ucap nia.
"Iya!". jawab lely dan mutya.
"Oh ya, aku balik dulu ya. sudah habis waktu istirahatnya". ucap lely.
"Iya.. kita juga mau kembali ke posko". ucap nia.
"Semangat ya kalian. kalian sepertinya masih penganten baru!". ucap mutya saat sudah sama- sama berdiri dari duduk mereka.
"kami sudah menikah hampir tiga bulan". jawab ipul.
"Masih baru itu bang. masih hangat- hangatnya sebagai pasangan suami istri". tambah mutya.
Ipul dan lely senyum saja menangapi ucapan teman barunya.
Ipul membayar minuman dan kerupuk yang mereka makan tadi. Dan berjalan mengantar lely ke igd, tempat lely bertugas.
"Kamu nanti pulang abang jemput atau bagaimaba?!". tanya ipul.
"Pakai ojol saja bang. abang masih bekerja". jawab lely.
"Ok. kamu hati-hati ya pulangnya. kalau sudah sampai di rumah, kabari abang". ucap ipul.
"Baik bang!". ucap lely menyalami tangan ipul saat mereka sampai di dekat igd.
Ipul mencium kepala lely yang memajai jelbab.
Setelah lely masuk ke ruang kerjanya, ipul pergi ke parkiran mesjid di arah belakang igd. karena motornya di parkir di sana.
__ADS_1
.
.