
"Anak ayah sudah wanggi. pasti bunda senang disambut putri cantiknya". ucap ipul menciumi kedua pipi putri kecilnya.
Seperti biasa pukul enam pagi ipul sudah selesai memandikan putrinya di kamar mandi kamarnya.Tentu setelah dia selesai mandi juga.
Ipul selalu memandikan putrinya tiap pagi. dan membawa keluar kamar setelah selesai. biar putrinya makan atau minum susu.
Lely berangkat koas memang pakai mobil, Tidak jarang juga akan diantar jemput ipul. jika ipul sedang libur bekerja.
Lely bukan tidak mau diantar jemput suaminya. tapi dia kasihan, suaminya pasti sibuk membantu menjaga putri mereka. tidak mungkin menganggu orang tua, walau orang tua suka dititipi cucu mereka.
Lagi puka jarak rumah sakit daerah juga tidak terlalu jauh dari rumah orang tua ipul. Hanya lima belas menit jika tidak macet di dua persimpangan lampu merah.
"Ayo sayang. kita sambut bunda kedepan ya!". ucap ipul mengendong putrinya.
Walaupun ipul tinggal dengan orang tua. tapi dia tidak mau merepotkan otang tuanya, Ipul mengerjakan semua keperluan dia, istri dan anaknya.
Mecuci pakaianpun ipul sering bantu istrinya.
"Cucu nenek sudah wangi, ayo mam dulu". ucap ibu ipul menciumi pipi cucunya yang ada di gendongan ipul.
"Pul, Itu makanan Adiva sudah ibu taro di meja makan". ucapnya.
Baby adiva sudah menginjak usia delapan bulan kurang.
Ibu membuatkan makanan mp asi untuk cucunya.
"Baik bu. terima kasih". jawab ipul.
Kalau lely dinas malam, ibu membatu membuatkan sarapan pagi untuk cucunya. dan saat menantunya di rumah, ibu cukup mengingatkan saja. lely yang menyediakan.
Ipul menyuapi putrinya sambil meletakan bayi di atas baby walker. putrinya memang sudah mulai gesit mengerakan kakinya di baby walkernya. sudah mulai bisa berjalan saat di dalam sepeda petaknya itu.
Hingga baby adiva mulai berkeliling di tengah rumah. Jika tidak di masukan ke baby walkernya, adiva sudah kencang merangkak. bahkan mulai mencoba untuk berdiri jika ada tempat untuk berpegangan.
Selesai menyuapi baby adiva, ipul juga sarapan pagi. dengan lontong sayur yang sudah dihidangkan sani tadi.
Ipul juga sudah bersiap untuk berangkat bekerja. Saat istrinya sampai, dia akan pergi bekerja.
__ADS_1
Tadi ayah dan sani juga sudah sarapan. selesai sarapan ipul merapikan kembali sarapan yang masih ada. sebab nanti istrinya juga akan sarapan.
Kemudian ipul membawa anaknya berjemur di teras. sambil menunggu istrinya pulang. Dua duduk di teras depan memangku anaknya.
Ipul dan lely memang tidak memakai jasa baby sitter. selain orang tua mereka tidak mengizinkan mereka juga ingin fokus merawat bayinya.
Jika lely dinas pagi, karena lely akan dinas pagi dua kali seminggu. Maka sang kakek yang akan bantu menjaga cucunya. hanya jaga dan melihat baby Adiva di baby walker atau di peluk. Juga menjaga saat cucunya merangkak di ruang keluarga depan televisi. jika bosan dalam sepedanya.
Kadang baby adiva malah asyik main di baby walker dalam warung. Dimana sepeda petaknya di ikat ke kaki meja, agar tidak berjalan keluar warung. bisa bahaya.
banyak juga pelangan gemes dengan baby adiva. selain murah senyum, baby adiva juga tidak rewel.
Fauzi juga sering membantu menjaga ponakannya. dengan mengajak bermain keliling perumahan, jika selesai membantu ibunya di warung.
Pukul setengah delapan kurang, mobil istrinya memasuki halaman rumah. Pintu pagar memang sudah di bukakan sani saat berangkat sekolah tadi.
Sani sudah kelas tiga sma, dan sedang ujian akhir. Sementara Fauzi sudah lulus beberapa bulan kemaren. saat lely hamil besar dia wisudanya.
Dan bekerja sampingan di sebuah cafe.
"Assalamualaikum". Ucap lely saat menaiki teras rumah.
"Anak bunda sudah wangi".ucap lely melihat kearah anaknya.
"mmm...mmm..."
Baby Adiva merentangkan kedua tangannya ingin minta gendong pada lely.
"Sebentar ya sayang. bunda bersih-bersih dulu. Pakaian bunda pasti kotor!". ucap lely masuk kedalam rumah.
karena dia tahu, pasti baju dinasnya membawa kuman atau aroma rumah sakit. apalagi dia dinas di ugd. berbagai penyakit pasien yang dia tangani.
oek...
Baby adiva menangis, karena tidak digendong bundanya.
"Cup.. cup.. putri ayah jangan menangis. bunda bersih-bersih sebentar kok. nanti baru gendong sama bunda". ucap ipul membujuk anaknya yang menangis.
__ADS_1
Dia membawa ke warung, ibunya dan fauzi sibuk melayani pembeli. Pagi hari fauzi seperti biasa. membuat cemilan dan gorengan hingga membantu ibu di warung.
Dia berangkat bekerja siap zohor. dia mulai bekerja dari pukul dua hingga pukul sepuluh malam.
Cafenya memang buka dari pagi, untuk sarapan pagi. dan shif pagi itu ada yang menangani khusus pagi juga jam kerjanya.
Sementara fauzi khusus memasak menu kekinian yang biasa laku untuk sore hari dan malam hari. yang mana pengunjungnya kebanyakan remaja dan kuala muda.
"Cucu nenek kok nangis?!". bujuk ibu ipul memberikan biskuit bayi pada cucunya.
Baby Adiva menerima biskuit itu. dan mulai diam memakan biskuit yang di beri neneknya.
Pelangan sarapan pagi di warung ibu banyak yang membeli bungkus. biasanya ramai menjelang pukul tujuh. karena untuk keluarga yang berangkat pukul tujuh.
Ipulpun juga sering bantu ibunya di warung jika putrinya tidak rewel. atau istrinya sedang ada di rumah.
Dan setelah ibu akan santai saja. pelangan akan bergantian datang. mau makan di tempat atau di bungkus.
"Anak bunda pintar ya". ucap lely saat memasuki warung ibu.
hhmmm ...mmmm
Baby adiva minta gendong bundanya.
"Ayo sini. kangen bunda ya sayang!?". ucap lely mengendong dan menciumi wajah anaknya.
"Kamu sarapan dulu sayang. Abang mau berangkat kerja".ucap ipul mengiringi istrinya masuk rumah.
"Iya bang. aku nyambi saja sarapannya nanti". ucap lely.
Ipul pun bersiap-siap untuk berangkat bekerja di bengkel dealer motor. Dia masuk pukul delapan.
Ipul mencium anaknya dan istrinya saat berangkat bekerja. dan Lely melepas suaminya pergi bekerja.
.
.
__ADS_1
.