
Ipul mengunci semua pintu, pintu kamarpun dia kunci, karena rumah mereka kosong.
Dia menhangatkan motor metiknya sebentar, untuk mengantarkan lely kerumah ibu mertuanya, sekaligus berangkat bekerja.
"Ini mah dekat bang, nanti aku jalan sendiri saja pulang". ucap lely saat keluar pagar rumahnya.
"Pulang pas aku istirahat siang saja, nanti aku jemput". Ucap Aldi.
"Abang pulang terus pas jam istirahat?!". tanya lely.
"Iya". Jawab ipul.
Mereka memasuki halaman rumah mertua, yang pagarnya dibuka oleh lely. Lely langsung turun saat ipul berhenti di depan pagar. Dan menutupnya kembali saat motor yang dikendarai ipul masuk ke halaman.
Saat ipul memarkirkan motornya di dekat teras samping, kedua mertuanya keluar dari pintu depan.
"Anak dan Mantu ibu datang, kok tidak mengasih kabar? kan ibu bisa bikin sarapan nasi goreng kesukaan kamu". Ucap ibu memeluk dan menciumi lely.
Dan ayahnya pun memeluk anak gadis satu-satunya itu.
"Kami sudah sarapan bu". jawab ipul ikut menyalami Ibu dan ayah mertuanya.
"Oo.. Ayo masuk, kita mengobrol di dalam saja". Ajak ibu mertuanya.
"Aku mau berangkat bekerja bu, lely katanya mau disini. Nanti pas istirahat siang aku jemput". ucap ipul.
"Mm baiklah, ibu senang lely mau berkunjung. Sudah dua bulan menikah kamu tidak peenah datang. Kamu betah berkurung dirumah baru kami". ucap ibu.
Lely hanya bingung, ternyata yang dibicarakan suaminya benar, dia tidak mau keluar rumah.
"Sayang, abang berangkat kerja ya". ucap ipul. Dia ragu melakukan ritual yang biasa mereka lakukan tiap pagi, di depan kedua mertuanya.
Apalagi lely kan sudah tidak amnesia lagi, dan juga mungkin melupakan ritual melepas pergi bekerja.
"Abang ..". ucap lely melangkah kearah ipul yang sudah hampir sampai kemotornya.
Ipul membalikan badannya , dan... lely memeluk ipul, melingkarkan tangannya di leher ipul, dan ipul mengangkat dan membalasnya. Lely yang tingginya hanya sebatas bahu ipul.
"Ada apa?". tanya ipul setelah memeluk erat lely, dan menurunkannya.
"Jangan lama pulang kerjanya!". Bisik lely.
__ADS_1
"hm.. nanti, pas istirahat abang pulang seperti biasa ya, kamu tunggu di sini, nanti abang jemput". ucap ipul mencium kening lely.
"Baik bang". Ucap lely mencium tangan suaminya. Dan melambaikan tangannya.
Ipul berangkat bekerja dengan gembira, karena istrinya tidak begitu melupakannya. Apalagi baru tadi istrinya itu minta dia pulang cepat.
ipul bekerja hari ini dengan semangat dan banyak tersenyum, ditambah pekerjaan hari ini lancar semua. Setiap motor yang dia servis tidak bayak rewel, hanya ganti oli dan servis ringan saja.
Teman setim ipul pun ikut kecipratan gembira, karena mereka juga bekerja sambil mengobrol santai, tiap tim ada tiga orang. bahkan pelanggan yang mempunyai kendaraan juga banyak yang puas dengan hasil kerja mereka.
pukul setengah sebelas kurang tim ipul sudah menyelesaikan beberapa motor untuk di servis. dan setelah menyelesaikan yang barusan mereka istrahat ngopi, tapi tidak menghentikan kerja mereka, mereka akan bergantian meminum kopi mereka.
Sehingga tidak menganggu pekerjaan mereka. Bahkan mereka juga ditawari roti oleh ibu-ibu yang motornya mereka kerjakan.
Menjelang jam dua belas selesai juga beberapa motor lagi, dan mereka bisa istirahat tepat waktu.
ipul yang melihat jam, masih sempat menukar pakaian bengkeldan mencuci tanga sebelum pulang, pikirnya. Dia mencuci tangannya yang ber oli di tempat mencuci tangan, dan...
"Pul.. Ada yang mencari". ucap satpam depan menuju ruang ganti mekanik.
"Siapa?!". tanya ipul nengeringkan tangannya, dan menganti baju mekaniknya dengan baju yang dia pakai tadi pagi.
"Tidak tahu, baru kali ini aku lihat". Ucap satpam itu berlalu.
Dia berjalan menuju kedepan, dealer motor yang berada di depan dengan pajagan sepeda motor baru dan bengkel di bagian belakang hanya berbatas kaca besar.
kantor dealer ada di bagian atas ruko ini.
Ipul berjalan arah keluar, katanya ada yang mencarinya, tidak tahu siapa dan dimana menunggunya.. Dia ingin ke tempat satpam, untuk melihat dan bertanya pada satpam tadi. Dan...
"Abang....".
Ipul melihat ke dalam dealer yang pintu penghubung bengkel dan dealer terbuka.
"Lely...". Ucap ipul.
Dia kaget, kenapa istrinya itu ada di dalam dealer. Dia buru-buru masuk ke dalam dealer tersebut, dan lely berdiri dan berlari menyambut suaminya sambil merentangkan tangannya sambil tersenyum.
Ipul yang tahu maksud istrinya menyambut istrinya mepelukannya, juga sambil tersenyum juga.
Semua yang ada di sana memandang mereka, bahkan teman ipul juga banyak yang melihat.
__ADS_1
"Sayang,sama siapa kemari?!". tanya ipul pada istrinya sambil memperbaiki jelbab istrinya, yang tadi agak tertarik kebelakang, saat dia mendekap erat istrinya itu.
"Diantar ibu". ucapnya sambil tersenyum kepada ipul.
"Hm.. Ayo kita pulang". ajak ipul membimbing Lely.
Lely mengiringi ipul, menuju parkiran motornya yang berada di samping bengkel.
Banyak teman Ipul yang penasaran. banyak yang bertanya.
"Pul?! siapa ?!"
"Istriku".
"Wah, cantik istrimu!"
"Terima kasih!".
"Kenalkan lah".
"Namanya lely"
Banyak lagi pertanyaan temannya kepada ipul. Dan ipul pun menjawab seadanya.
"Bang, helmku tadi aku titip di satpam". ucap lel saat ipul akan memasangkan helm miliknya kekepala lely.
" Pakai ini dampai pos satpam ya, nanti kita tukar saat di depan". ucap Aldi.
Lely mengangguk membiarkankan ipul memasang kan helm.
Saat naik motor pun lely memegang pinggang ipul dengan erat, bahkan teman-teman ipul jadi baper. Lely yang memakai kulot panjang, dan duduk mengangkang di motor metik ipul.
Sesampai di satpam, ipul turun dari motornya dan mengambil helem istrinya yang di titip lely tadi.
"Siapa pul?!"
"istriku".
"Cantik!!"
"Cocok!".
__ADS_1
dan banyak lagi komentar kedua satpam teman ipul itu.