Istriku Lely

Istriku Lely
Malu


__ADS_3

Setelah kembali memasang pakaian yang di jemur tadi, ipul dan lely kembali kerumah ibu.


Saat melewati warung untuk masuk kerumah, ibu kaget. melihat wajah ipul dan lely putih-putih seperti kena tepung.


"Kalian kenapa?! wajah kalian bertepung?!". yanya ibu.


"Tadi lely kerontokan bulunya ulat bulu bu, dikasih ayah bedak salisil. aku bedaki semua tubuh lely biar tidak gatal". jelas ipul.


"Terus kenapa muka kamu juga kena bedak?!". tanya ibu kepo.


"ya karena membantu, kecipratan bedak lah bu". ucap ipul malu.


Karena ingat kejadian tadi. dan ipul berlalu masuk kekamar menarik lely.


"haha...ha.. ha..". Abang malu. ucap lely saat mereka masuk kamar.


"Jangan mulai ya!". ucap ipul medekati lely dan ingin mendorong lely ketempat tidur.


"Eh bang.. tunggu. baju lely masih ada bulu ulatnya, nanti kena kasur". tahan lely melilitkan tangannya di leher ipul.


Cup....


Ipul mengecup bibir lely sejenak, saat tubuh mereka berpelukan.


"Ok.. yuk kita mandi, bareng ya". ajak ipul.


Lalu mereka menuju kamar mandi, dan mandi bersama. Karena dirumah ipul kamar mandinya diluar kamar. maka ipul membawa sarung dan baju kaus untuk lely pakai saat kembali kekamar.


bagitu juga dengan ipul. Mereka keluar kamar mandi dengan bawahan sarung dan atasan baju kaus. dengan handuk menutupi kepala lely.


Saat mereka keluar kamar mandi, mereka berpapasan dengan adik ipul yang nomor dua yang baru keluar dari kamarnya.


"Bang.. Maaf". sapanya sebentar, lalu berlalu menuju kamar mandi sambil menunduk, tanpa melihat lely.


Ipul merangkul lely dan menariknya maduk kekamar.


"Itu siapa bang?!". tanya lely.


"Adik nomor duaku, namanya Fauzi". ucap ipul.


"Kok dia seperti menghindar memandang lely bang?! apa lely ada yang salah?". tanya lely.


"Ada!". jawab ipul


"Hah.... apa yang salah pada lely??". tanya lely kaget.


"Yang kamu pakai ini. Baru keluar kamar mandi pakai sarung yang dilapisi baju kaos, yang pasti tidak pakai dalaman dan handuk yang mengulung rambutmu tidak menutupi leher kamu". jelas Ipul.

__ADS_1


Sambil mendudukan lely di tepi ranjang, membuka handuk yang menutupi kepala lely. dan mengeringkan rambut lely.


Lely baru paham dengan jawaban ipul, itu karena Fauzi adiknya ipul itu bukan muhrimya, jadi fauzi menjaga pandangannya dari wanita. apalagi wanita itu istri abangnya.


Selesai menyisir rambut lely, ipul memberikan baju kaos panjang dan trening panjang buat lely pakai.


"Ganti baju ya". ucap ipul membuka baju kaos yang dipakai lely dari kamar mandi tadi. dan tinggal sarung yang di pakai lely sampai dada.


Saat ipul akan membuka ikat kain sarung yang berada di dada lely, lely menahan tangan ipul.


"Ada apa?!" tanya ipul masih memegang ikat sarung yang pas berada di tengah aset berharga lely.


"Dalamanku tidak ada". ucap lely.


"Hah.... ". kaget ipul, ipul lupa, kalau lely tidak bawa dalaman. dan dalaman lely tadi ipul cuci, dan belum di jemur.


Lely memandang ipul yang sedang fokus melihat dada lely yang terbungkus kain sarung. sedangkan tangannya berada tepat di ikat sarung pas ditengah aset lely.


"Abang...". ucap lely memegang tengah dadanya.


"Tidak usah pakai". ucap ipul membuka ikat kain sarung itu.


Dan terpampanglah bukit kembar lely yang tidak begitu besar ukurannya. kerena tubuh lely standar anak sma yang mungil.


"Abang... ". ucap lely kaget.


"Terus, ****** ***** bagaimana?!". tanya lely.


Ipul mengaruk kepalanya, apa bisa lely memakai cd ipul. ipul melihat tubuh lely yang kecil dari tubuhnya. rasa ridak mungkin untuk memakai cd ipul.


Kamu pakai celana trening ini dulu, nanti kita fikirkan. ucap ipul memasangkan kepada lely. Setelah memasangkan pakaian lely, dan juga merapikan rambut lely, mereka pun sholat ashar yang sedikit telat dilaksanakan.


Selesai sholat, ipul mau keluar kamar.


"Abang kemana?!". tanya lely.


"Mau menjemur pakaian tadi, kan belum di jemur tadi". jawab Ipul.


"Aku ikut bang". ucap lely memakai jelbab instan yang di pinjam dari ibu.


Ipul merapikan jilbab dan rambut lely yang keluar jilbab. dan membimbingnya keluar kamar. menuju tempat jemur setelah mengambil keranjang berisi baju yang tadi dicuci ipul dan dini saat mandi.


Selesai menjemur kain ipul menuju warung ibu. Dan ibu sedang memasak disana. ibu memasak masakan untuk bahan jualan sarapan pagi yang akan dijual besok.


Ternyata dapur ibu untuk memasak sarapan pagi sudah dipindahkan ke depan. Teras samping yang biasa berjendela diberi dinding dibagian luarnya. Dan dijadikan dapur berdinding setengah. Sementara ibu memasak, ipul membantu melayani pembeli yang berbelanja.


Lely mendekati ibu yang sedang memasak, karena tempat memasak ibu kecil, hanya bisa berdiri seorang, maka lely berdiri di seberang dinding. Dekat etalase tempat memajang makanan sarapan pagi.

__ADS_1


Tinggi dinding yang membatasi warung dan ruang memasak setinggi dada. jadi dapur ibu seperti yang ada di cafe-cafe.


Bisa melihat yang sedang memasak, tapi tidak bisa melihat sedang memasak apa.


Sore seperti ini biasanya banyak anak-anak yang baru pulang mengaji berbelanja di warung ibu.


Beberapa menit menjelang magrib, warung ibu ditutup. dan akan buka selesai sholat magrib.


Selesai sholat magrib, semua makan bersama. Ayah, ibu, kedua adik ipul dan ipul juga lely istrinya.


Dulu sebelum ipul menikah, mereka biasa makan malam bersama setiap selesai sholat magrib.


Mereka makan sambil bercerita santai, menanyakan kabar dan dan kegiatan masing-masing.


Ipul seperti biasa membantu lely saat makan. Walaupun lely makan di piring sendiri, tapi sesekali ipul menyuapi lely. Dan lely menerima suapan ipul.


Semua memandang saja tingkah ipul dan lely. mungkin sudah biasa mereka saling suap. pikir mereka.


"Kalian menginap disini saja malam ini ya". ucap ibu ipul saat selesai makan.


Ipul dan lely saling pandang.


"Bagai mana sayang?!". tanya ipul pada istrinya.


"Boleh bang, tapi lely tidak bawa baju ganti". ucap lely.


Bahasa tersiratnya adalah dalaman, kalau baju masih bisa memakai baju ipul, walaupun akan tertelan seperti saat ini.


"Tidak apa-apa, kan sudah mau tidur. Tidak akan kemana-mana juga". jawab ipul santai.


Karena adik ipul sudah terbiasa membantu ibu, mereka bersama- sama membersihkan meja makan.


Lely dan ipul membantu memasukan lauk kedalam lemari makanan dan Sani adik ipul mencuci piring.


Sedangkan adik ipul fauzi, membabtu ibu membuka kembali pintu roling warung. karena warung akan tetap buka sampai jam setengah sembilan.


Fauzi dan sani akan bergantian menjaga warung kalau malam hari. Mereka menjaga warung sambil belajar atau membuat pr. Dulupun sebelum menikah ipul pun ikut bergantian menjaga warung.


Atau mereka akan menjaga bersama sambil cerita atau curhat antar saudara.


Ibu tidak akan kewarung setelah magrib, Karena ibu akan istirahat. Bahkan selesai sholat isya ibu akan pergi tidur. Begitu juga dengan ayah..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2