
Bayi Ipul dan lely lahir menjelang subuh. pukul setengah tiga pagi.
Satu jam setelah melahirkan, lely di pindahkan ke ruang rawat inapnya tadi. Bayinya setelah di Iqomatkan Ipul dan di letakan di ruang bayi
Dan tidak berapa lama lely di ruang rawat, bayinya diantarkan perawat.
Para kakek dan para nenek sangat antusias melihat cucu pertama mereka.
Mereka mengerubuti boks bayi, memandang bayi yang tertidur lelap. sambil tersenyum, Dan mengacuhkan ibunya bayi.
Saat waktu subuh datang, hanya para kakek yang pergi sholat subuh kemesjid para nenek dan ipul bergabtian untuk sholat subuh bergantian di ruang rawat inap lely.
Ipul menemani istrinya yang baru saja tertidur. dia mengusap kepala istrinya dan menciumi kening yang masih berkeringat.
"Pul.. kamu tidurlah sebentar sementara istri dan anakmu tertidur". ucap ibu mertua.
"tidak usah bu. aku mau menjaga lely". jawab ipul.
"biar ibu yang jaga, rebahan lah sebentar menjelang ibu pulang, ada yang akan ibu jemput. nanti ibu bangunkan". ucap mertuanya.
"Sana tidur di ranjang seberang". ucap ibu mertua.
"Baik bu. titip lely sebentar". ucap ipul.
Lalu dia menuju tempat tidur khusus untuk menjaga pasien. dan merebahkan tubuhnya.
Entah karena efek mengantuk, atau merasa sudah lega karena istrinya sudah selesai lahiran, ipul langsung tertidur.
Ipul yang tertidur nyenyak. mendengar suara tangisan bayi. Tapi matanya berat untuk dibuka. Bahkan dia menarik selimutnya, hingga menutupi sampai kepala.
"Cucu nenek pipis ya, sini ganti popoknya. cup cup sayang. sabar ya.. ".
Dia mendengar suara orang berbicara. sementara bayi masih menangis.
"Cup cup... selesai.. haus ya. ayo sayang susuin bayinya. Pelan saja. mungkin belum pas lidahnya. coba lagi biar bisa bayinya menyedot".
Ipul yang mendengar berusaha untuk membuka matanya. tapi masih terasa lengket.
Dimana dia sekarang. Dia begitu dekat mendengar suara itu.
Setelah beberapa saat dia mencoba membuka matanya. setelah dirasa bisa terbuka, dia membuka selimut yang menutup kepalanya.
Dia melihat langit-langit kamar yang putih. Dia menarik nafas pelan untuk mengatur jiwa yang baru terjaga.
Lalu dia melihat kearah kiri. Dan..
'Ataghfirullah... aku tertidur' gumam ipul saat menyadari dia berada dimana. Dia langsung terduduk.
Dilihatnya jam sudan menunjukan setengah sembilan. Lalu dia berdiri dan berjalan mendekat ke tempat tidur istrinya.
Dia melihat istrinya berusaha menyusui bayinya dibantu ibu mertuanya.
"Sudah bangun pul, cuci muka dulu lalu sarapan. tadi Sani mengantar sarapan buat kita". ucap ibu mertuanya.
__ADS_1
"Maaf bu. aku tertidur". ucap ipul tidak enak hati.
"Tidak apa-apa. kamu butuh istirahat. Kan semalamanan tidak tidur". jawab mertuanya.
Ipul pun berjalan untuk masuk kamar mandi.
"Sekalian mandi saja pul. itu baju ganti juga sudah di bawa Sani tadi". tambah mertuanya menunjuk tas.
Ipul mengambilnya dan masuk kekamar mandi. Dia mandi kilat saja.
Saat keluar kamar mandi ternyata mertuanya sudah menyediakan sarapan pagi untuknya. sepiring lontong sayur lengkap. yang diantar Sani.
Istrinya masih menyusui bayinya. Dan mertuanya duduk dibangku samping dipan istrinya.
Selesai menyisir rambutnya. Ipul memakan sarapan yang disiapkan mertuanya.
"Ibu sudah makan?". tawar ipul.
"Sudah, tadi bareng istrimu". ucap mertua ipul.
Selesai sarapan ipul mencuci piring bekas dia pakai. dan meletakan di keranjang tempat makanan.
Lalu mendekat kearah istri dan mertuanya.
"Ibu mau pulang dulu sebentar, sebentar lagi ibu ipul datang. dan nanti sore ibu balik kesini. kalian tidak apa-apakan ibu tinggal?!". ucap ibu mertua memandang ipul dan lely.
"Tidak apa-apa bu. Aku akan menjaga lely".Ucap ipul.
"Baik. ibu pulang dulu". ucap ibu mertua meninggalkan ruang rawat lely.
"Apa sudah ada asinya, saat menyusui sayang?!". tanya ipul mengelus pipi anaknya dengan ibu jarinya.
Dia melihat anaknya berusaha menyusu. Dan istrinya juga berusaha mengarahkan, agar bayinya bisa menyedot asi.
"masih Sedikit bang". jawab lely.
"Terus dia sudah bisa menghisapnya?!". ucap ipul mengusap punggung anaknya yang terbungkus bedong
"Sudah bisa bang. tapi sesekali lepas akan berusaha lagi menepatkan pada mulutnya". ucap lely.
Lely yang duduk bersandar dengan bantal di pangkuan yang ditempati bayinya sedang belajar menyedot asinya.
Ipul duduk di samping istrinya, di tempat tidur. Dia gemes melihat anaknya yang berusaha meyedot sumber makanannya itu.
Ipul tidak lepas terus mengelus punggung anaknya yang terbungkus bedong.
"Terima kasih sayang, aku sangat bahagia sekarang. punya dua bidadari". ucap ipul. mengecup kepala istrinya sambil merangkul bahu istrinya yang sedang menyusui bayinya.
Lely membalas senyuman suaminya.
"Bang, sudah ada pilihan nama buat anak kita?!". tanya lely.
"Kemaren kamu mau ada salsabilla ya. Bagaimana kalau Adiva Salsabilla Savina.
__ADS_1
Adiva artinya lembut dan baik hati.. Salsabila artinya mata air di surga dan Savina artinya wanita baik hati dan cantik". ucap ipul.
"Bagus bang. hay baby adiva. bidadari ayah dan bunda". ucap lely mengelus pipi bayinya, yang sudah tertidur.
Lely melepaskan mulut bayinya dari p***** s***nya karena sudah tertidur.
"Abang. bisa pindahkan baby adiva ke boks bayi". ucap lely pada suaminya.
"Oh...Ah.. abang coba dulu. abang belum pernah gendong bayi". ucap ipul agak panik dan menyengir.
"Tadi kan sudah. saat meng Iqomatkan Adiva". ucap lely.
"Tadi di letakan perawat di tangan abang"..jawab ipul.
"sekarang pasti bisa bang, belajar dulu". ucap lely menyuruh ipul memindahkan bayinya.
Ipul menarik nafas pelan. lalu mencoba mengendong bayinya pelan dan kaku.
"Bismillahirrahmanirrahim.." ucap Ipul mengendong sambil menahan nafasnya.
"Santai saja bang. jangan kaku". ucap lely menempatkan bayinya pada gendongan ipul.
"Rileks, dan letakan pelan". ucap lely menyemangati suaminya.
Ipul meletakan bayinya di boks. dan menghembulkan nafasnya lega.
"Hmm bang. coba abang ambil lagi. belajar". ucap lely tersenyum.
"Hah..".
"Iya.. biar tidak kaku".
Hfff..
Ipul menarik nafas saat mencoba mengambil bayinya dari boks bayi. setelah berhasil dia membawa kearah istrinya.
"Abang bisa". ucal lely mengepalkan tangannya ke atas sambil tersenyum.
Ipul tersenyum kearah istrinya.
ipul menikmati mengendong bayinya. dan kembali meletakan ke boks bayi.
Sebelum menutup kelambu boks bayinya, ipul mencium pipi anaknya itu.
Kemudian berjalan menuju tempat tidur istrinya. Ipul mengecup kepala istrinya dan memeluknya.
"Terimakasih sayang". ucap ipul.
Lely membalas pelukan suaminya.
.
.
__ADS_1
Like dan komen ya sobat ottor 🙏