Istriku Lely

Istriku Lely
Memasak Berdua


__ADS_3

Sepulang dari pasar ipul membawa Adiva yang tertidur ke kamar nya. Lely pun menuju dapur yang berada di lantai tiga ruko. Setelah memberikan cemilan buat di toko.


Lely menyusun belanjaannya di meja dan rak dapur. Dapur ruko ini sangat luas. bisa dikatakan setengah ruangan ruko dua pintu.


Karena dua ruko di gabung bagian belakang saja. sementara bagian depan lantai tiga ruko ini luas dan terbuka.


Beberapa bulan setelah tinggal di ruko ini, Lely dan ipul meletakan susunan polybag di sisi pagarnya. Ipul yang biasa membantu ayahnya menanam sayuran, dia pun ber inisiatif menanam sayur dan bahan dapur.


Ada bawang merah, daun bawang, seledri, cabe, juga ada bayam dan kangkung. Walaupun hasilnya tidak sebagus di kota dingin. karena kota p sedikit panas suhunya.


Tapi lumayanlah, untuk tambahan bahan memasak.


Selesai membersihkan ikan dan menyusun bahan masakan, lely turun kelantai dua.


Ipil yang tadi meletakan adiva kekamar karena tidur. rencana akan menyusul istrinya kedapur. tapi lely sudah turun terlebih dahulu


"Tidak lanjut masaknya?!". tanya ipul.


"Sebentar lagi bang. masih pukul sembilan. semua sudah di bersihkan. dan dintaro di kulkas.


Kita masak pukul setengah dua belas saja nanti. biar gulainya masih panas". jawab lely.


"Oo.. abang ketoko sebentar ya!". ucap ipul.


"Iya bang. aku juga mau bikin tugas sebentar". jawab lely.


Mereka melakukan pekerjaan masing-masing, sebelum memasak untuk makan siang.


Cukup lama ipul membantu di toko, seperti biasa toko ramai dengan mahasiswa i membuat tugas dan memotocopy.


Setelah pukul sebelas ipul menuju lantai dua. ternyata putrinya sudah bangun, dan sedang duduk di samping bundanya yang sedang membuat tugas kuliahnya.


"Sini sayang. sama ayah". ucap ipul duduk di depan televisi dan menghidupkannya.


Tadi adiva hanya duduk disamping bundanya bermain boneka barbie dan alat masak-masak.


Adiva berlari menuju ayahnya dan duduk di pangkuan ipul.


"Kita nonton apa?". tanya ipul.


"upin yah". jawab adiva.


"Ok..". ipul memasang flashdisc ke televisi dan memutar vidio yang diingini putrinya.


Adiva kalau sudah menonton akan duduk santai dan sesekali ikut ocehan yang digunakan pemain di film kartun tersebut.


Ipul pun ikut mengajak anaknya berbicara jika adiva bertanya.

__ADS_1


Tidak berapa lama lely selesai dengan tugasnya. dan menyusun buku ke rak buku.


"Sayang, mau segera dimasak gulai ikannya?!". tanya ipul melihat istrinya selesai.


"Iya bang". jawab lely.


"Ok abang ikut kedapur!". ucap ipul mendudukan putrinya bersandar di dinding. biar nyaman menonton.


"Adiva apa diajak kedapur?!". tanya lely.


"Tidak usah. biar dia menonton saja. kunci saja semua telali agar adiva tidak bisa keluar balkon dan kebawah". jawab ipul.


Pintu balkon ruko memakai terali dan tangga kebawah juga dibterali tinggi. Terali memang sudah di pasang bang zul sebelum mereka tinggal disini. takut adiva jalan ketangga bisa jatuh.


"Anak ayah nonton saja ya!. ayah mau masak dulu di dapur. nanti kalau perlu sama ayah dan bunda, panggil saja dekat pintu. jangan naik keatas". tunjuk ipul kepintu menuju lantai tiga.


"Iya ayah. Ai mau nonton upi upin". jawabnya.


"Ok sayang. kalau Adiva ingin cemilan ini ada biskuit dan kerupuk. ini minumnya ya". ucap ipul meletakan kaleng cemilan dan botol minuman di dekat putrinya. dan mencium kening putrinya.


lalu ipul mrmasang gembok di terali yang sebelah atas. biar tidak terjangkau putrinya. takut kalau- kalau adiva bosan duduk nenonton dan iseng membuka gembok


"iya ayah!". jawab adiva.


Ipulpun menuju dapur untuk membantu istrinya masak. tidak lupa memasang pagar rendah menuju lantai tiga, agar adiva tidak menaiki tangga.


"Iya bang. ini tadi sudah diberi garam dan air jeruk. yang ini untuk di gulai dan ini di goreng". ucap lely.


Karena lely membeli ikan besar dan juga kecil-kecil. yang besar untuk digulai, dan yang kecil di goreng krispy.


Semua sudah dikeluarkan dari kulkas. tadi santan di masukan lely ke kulkas, biar tidak basi.


"Ok". ucap ipul mengambil bumbu giling yang sudah di pesan pada penjual rempah tadi.


Tinggal menumis dan memasukan santan saja.


Sreng... sreng.....


Bunyi peralatan dapur saat ipyl menumis bumbu dan memasukan santan.


Sreng....


Lely juga meletakan wajan sedang di kompor sebelah, tempat ipul mengulai ikan. dan mengisi dengan minyak banyak.


lely memasukan ikan kecil yang sudah di rendam air jeruk lemon dan garam kedalam baskom kecil, untuk di rendam sebentar. untuk di goreng dan menunggu minyak panas.


Gulai ipul sudah mendidih santannya, ipul terus mengaduk agar santannya tidak pecah. Setelah busanya hilang barulah ipul memasukan ikan yang sudah disiapkan lely tadi.

__ADS_1


Hanya tinggal menunggu bumbu meresap dan ikannya matang.


Tidak berapa lama minyak yang disiapkan lely sudah panas. Lely ingin memasukan ikan untuk mengorengnya.


"Biar abang saja mengorengnya sayang. kamu masukan beras dan bersih-bersih dapur saja". ucap ipul mengambil baskom kecil yang berisi ikan dari tangan lely.


"Baik bang". jawab lely.


Dia mencuci beras dan memasukannya kedalam mejikcom. Juga mencuci peralatan dapur yang kotor.


Dapur yang luas ini di semua sisi dindingnya ada rak dan lemari. dan di sebelah samping dijadikan lely ruang cuci, jemur dan strika. Dekat temoat strika ada tempat duduk lesehan tempat duduk ketika melipat pakaian.


jadi menjemur pakaian dalam ruangan saja.


Untung ruangan ini banyak jendelanya yang mengarah kedepan. Dan meja dapur juga menghadap jendela, hingga asap masakan tidak terkurung dalan ruangan.


Dan diantara ruang kiri dan kanan ada pintu menuju ruang terbuka dilantai tiga ini.


Lely yang sudah selesai beres- beres dapur duduk lesehan di tempat melipat baju. melipat dan meletakan mana yang akan di stika kedalam keranjang.


"Tinggal mengoreng ikan saja lagi". ucap ipul mematikan kompor memasak gulai.


"Sudah selesai bang?!". tanya lely saat melihat ipul mencuci wadah tempat ikan yang akan digoreng tadi.


"Ikan goreng nya yang dalam wajan saja. hampir matang". jawab ipul.


Sebentar ipul mengaduk ikan gorengnya. sambil memasukan ikan yang sudah masak tadi ke toples kaca. agar ikannya tetap kriuk.


Tidak lama ikan goreng ipulpun matang. ipul mematikan kompor dan meniriskan ikan yang baru di angkat di tirisan makanan.


Lalu ipul mencuci tangannya lagi yang berminyak. Dan menuju tempat istrinya melipat kain. Ipul duduk dekat istrinya yang sedang melipat kain.


Dan ipul ikut membantu istrinya melipat kain. Setelah selesai lely menyusun pakaian di rak dekat ruang stika.


Karena kebanyakan baju mereka ada di rak di sini. Lemari kamar mereka kecil dan hanya beberapa pakaian saja di dalam lemari itu.


Tidak lama setelah memasak dan melipat kain, terdengar azan zuhur.


mereka pun menuju lantai dua. Ternyata putri mereka masih aman. dia tiduran menonton televisi.


Lely dan ipulpun sholat Zuhur berdua di ruang dekat meja belajar lely.


Melihat ayah dan bundanya sholat, adivapun ikut untuk sholat.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2