
Setelah wisuda untuk dokter umum, lely yang sudah mendaftar untuk kuliah untuk dokter spesialis bedah. sudah mulai kuliah.
Lely dengan semangat melanjutkan kuliahnya. Ipul suaminya pun menyemangati lely untuk melanjutkan studynya.
Adiva yang sudah mulai berjalan dan butuh perhatian lebih, hingga ipul minta pada jefri untuk mengajak teman atau kenalan untuk bekerja paruh waktu. Atau ada yang mau jadi karyawan tetap.
Ipul cukup mengawasi saja di toko. Dan sesekali ikut membantu jika adiva tidur atau tidak rewel.
Dan jefri mengajak seorang teman kuliah yang masih yunior untuk bekerja paruh waktu.
juga mengajak seorang sepupunya yang belum bekerja untuk bekerja tetap di tempat ipul. karena jefri berapa bulan lagi akan magang di kantor notaris, selama empat bulan.
Jadi dia tidak akan bisa bekerja selama dia magang. Tapi ipul minta jefri tetap datang ke toko jika tidak bekerja. untuk mengajarkan atau ikut bantu ditoko.
"Ayo. anak bunda sudah pintar berjalan!". ucap lely saat Ipul dan Adiva menyambut kedatangan lely sore itu saat pulang kuliah.
Adiva yang sedang bermain di teras ruko ditemani ipul.
"Bun.. da...". ucap adiva melangkah pelan.
Adiva sudah berumur empat belas bulan. tapi masih lambat berjalan. masih ragu untuk melangkah sendiri. Belum lancar untuk berjalan sendiri.
Selalu dibimbing baru mau berjalan. Hingga ipul selalu mengajak anaknya untuk terus latihan berjalan.
Kalau kata orang tua, anak lancar berbicara akan lambat berjalan. itulah yang terjadi pada Adiva.
"Ayo sini sayang. jalan ketempat bunda!". ucap lely berdiri agak jauh beberapa langkah dari ipul dan Adiva berdiri.
Agar adiva mau berjalan tanpa di pegang, dan melepas kan tangan ipul.
"Bun.. da..". pangil Adiva melangkah pelan.
__ADS_1
Dan berhasil melangkah beberapa langkah menuju lely yang berjongkok.
"Haha... pintar sayang bunda..". ucap lely menciumi putrinya dan mengendongnya.
"Haha... ha... bun da...". ucap adiva tertawa.
Ipul membantu membawakan tas dan buku pelajaran yang di bawa istrinya. Saat melihat istri dan putrinya bercengkrama.
"Ayo sayang. kita masuk dulu!". ajak ipul.
"Iya bang, aku gerah nih". ucap lely mengikuti suaminya sambil membimbing Adiva.
Semenjak di toko sudah bertambah karyawan beberapa bulan yang lalu. ipul jadi agak santai ditoko. Hanya membuka toko pukul tujuh pagi, dan menutupnya malam pukul sembilan.
Hanya sesekali duduk ditoko bersama Adiva. Setiap hari dia menjaga adiva bergantian drngan istrinya.
jika istrinya kuliah, ipul yang menjaga. dan jika lely tidak ada kelas, ipul akan ikut di toko.
karena lely jarang membawa motor. Lebih sering diantar ipul dengan motor. Adiva pun senang jika pergi mengantar bundanya kuliah.
Adiva sangat tahu jika bundanya akan berangkat kuliah. Jika bundanya sedang bersiap-siap. Adiva juga akan mengambil jilbab kecilnya. dan minta dipasangkan.
.
"Ayah.... ai haus!! mau minum pakai botol pink". ucap Adiva berlari kearah ipul yang duduk di meja kasir toko.
Adiva memangil dirinya Ai.
Adiva sudah berusia dua tahun. dan sekarang baru berhenti menyapih asi pada lely. Dan mulai diberi susu formula.
Adiva memang baru dibantu susu formula saat berumur dua puluh bulan. Agar saat berhenti minum asi Adiva tidak canggung minum dari gelas balita atau gelas kaca.
__ADS_1
"Wah anak ayah capek main lari- larian. sini bantu ayah bikin minum". ajak ipul membimbing putrinya menaiki tangga.
"Ayo!!!". ucap adiva semangat.
Ipul selalu mengajak putrinya membuat susu formula. agar adiva merasa senang saat meminum hasil buatannya.
Ipul dan adiva duduk di meja rendah yang berada di samping tangga. semua perlengkapan untuk adiva menyusu berada di sana.
"Aku buka kalengnya yah!". ucap adiva merentangkan tanganya.
"Boleh sayang!". ucap ipul membuka tutup kaleng susu formula, agar adiva tinggal mengangkat saja tutup kaleng tersebut.
"Berapa sendok susunya sayang!?". tanya ipul.
"Dua sendok yah!". ucap adiva memperlihatkan jari tunjuk dan jari tengahnya.
"Ai pegang botolnya yah. biar ayah kasih airnya!". ucap Adiva.
"Oke!".
Ipul menutup botol setelah menuang air hangat kebotol yang di pegang Adiva mengunakan teko kecil. Lalu adiva menguncang botolnya seperti biasa bundanya menguncang botol untuk mengaduk susunya.
"Adiva istirahat tiduran sambil minum susunya ya. setengah jam lagi kita jemput bunda ke kampus bunda". ucap ipul pada putrinya, mengajak untuk tidur di kasur santai depan tekevisi.
"Idup in tivinya yah!". pinta Adiva.
"Tidak usah ya!. kan sebentar lagi kita jemput bunda. nanti Adiva ketiduran kalau nonton". ucap Ipul.
"Oh iya.. Ai ingin jemput bunda". ucapnya menyesap susu formula fari botol balita.
.
__ADS_1
.