Istriku Lely

Istriku Lely
Bercerita


__ADS_3

Ipul tersenyum melihat kasur yang basah dan berantakan. Akibat dari perbuatannya tadi. membawa istrinya yang sedang mandi untuk olah raga ranjang.


Pertama dia menurunkan semua bantal dan selimut, lalu membuka bad cover yang sudah turun separo ke lantai.


Ternyata springbadnya juga ikut basah. Ipul membiarkan saja terbuka, tidak langsung memasang badcover baru.


Dia membuka sarung bantal dan guling, yang ikut basah.


Ipul mengumpulkan badcover set dan selimut handuk yang basah di sudut kamar. lalu dia menyapu dan nembersihkan kamar hingga bersih dan rapi, juga wangi.


Setelah kamar bersih, ipul keluar kamar sambil membawa kain kotor ke ruang cuci.


"Sudah selesai bang. ayo kita makan dulu!". ajak lely.


Saat melihat suaminya membawa kaon kotor.


"Iya. abang rendam ini dulu. biar setelah makan langsung di bilas!". ucap ipul.


"Baik bang!". jawab lely.


Badcover hanya ipul rendam, karena kotornya hanya basah oleh air mandi, keringat dan air pe... ipul yang tadi tumpah berserakan saat menyemprot.


"Ayo!". ajak ipul saat dia keluar dari ruang mencuci.


Lely mengikuti suaminya duduk di meja makan.


Karena mereka hanya makan berdua, ipul kembali mengenang masa mereka masih berdua.


Memangku istrinya duduk di pangkuannya.


"Ingat awal kita menikah sayang!". ucap ipul saat menyuruh istrinya duduk di pangkuannya.


"Hhmm!". ucap lely mengikuti ajakan suaminya.


Ipul mengambil nasi dan lauk untuk mereka berdua. Seperti biasa, ipul menyuapi istrinya makan.


"Awal menikah, kamu selalu minta di suapi, dan di pangku begini. dan harus abang panggil sayang dan di ciumi jika makanannya habis!". ucap ipul menyuapi istrinya sambil tersenyum.


lalu mecium pipi istrinya yang penuh makanan. karena baru di suapi nasi oleh ipul.


Lely menerima suapan dari suaminya.

__ADS_1


Dia melihat suaminya yang tersenyum melihatnya mengunyah makanan.


Matanya berkaca-kaca, memandang suaminya itu.


"Kenapa?!". tanya ipul menghapus airmata yang mengenang di sudut matanya.


Lely mengunyah dan menelan makanan yang ada di mulutnya.


"Terima kasih bang. abang sudah mau menerima kekurangan ku selama ini.


Mungkin dulu abang terpaksa menikah denganku.


orang lain mungkin menolak untuk menikahi seorang yang sedang amnesia. yang tidak tahu apa-apa.


Tapi abang malah menerima, dan membimbing aku hingga aku sembuh. dan masih terus mendampingi sampai saai ini!". ucap lely meneteskan air matanya.


"Abang tidak merasa terpaksa, atau di paksa.


Bahkan dulu abang yang ragu, untuk mendampingi kamu. umur abang saja belum genap dua puluh satu tahun, dan hanya seorang montir.


Apa abang akan sangub membina rumah tangga di umur yang katanya masih suka bertualang.


tapi alhamdulillah, berkat dukungan keluarga kita. abang bisa mendampingi kamu. hingga tiga bocah sudah abang produksi berdua dengan kamu. he he...!". ucap ipul mengusap rambut basah istrinya yang tergerai sebawah bahu.


Ipulpun ikut terharu, mendengar curhatan istri dan isakan kecil istrinya.


Dia mengelus punggung istrinya itu. dan mengecup pucuk kepala istrinya.


"Abang sekarang bahagia. punya istri cantik solehah, dan juga seorang dokter. walau abang tidak bekerja tetap.


Juga abang sudah punya anak yang cantik dan ganteng pemberian dari istri tercinta abang ini.


Terima kasih juga sudah menerima kekurangan abang!". ucap ipul mendekap erat tubuh istrinya yang duduk di pangkuannya.


Mengoyangkan tubuh kekiri dan kekanan.


Lely mengangkat sedikit kepalanya, dan memandang suaminya dari bawah dagu suaminya. karena kepala lely berada di bahu suaminya.


"Aku juga bahagia, punya suami yang gagah perkasa. walau abang hanya berusaha di toko. tapi perhatian abang tidak kurang buat aku dan anak-anak kita.


Waktu abang seutuhnya buat kami dua puluh empat jam. itu lebih berharga dari pada uang berlimpah, tapi tidak punya waktu untuk keluarga!". ucap lely mengelus dagu dan pipi suaminya.

__ADS_1


"Bahkan aku bangga punya suami ganteng paripurna. Seperti pernah temanku bilang. kegantengan abang setara pangeran dubai. hehe...". ucap lely tersenyum.


Cup.


ipul mengecup bibir istrinya, dan ********** lembut.


"Sudah pandai gombal kamu sayang!". ucap ipul.


Mereka kembali mempertemukan bibir mereka, saling *****. hingga nafas mereka memburu, baru melepaskan tautan bibir merekan.


"Terima kasih!". ucap mereka bersamaan.


Lalu mereka tertawa.


Ipul kembali menyuapi istrinya dan untuknya bergantian. hingga nasi di piring habis, bahkan juga nambah nasi dan lauk juga.


Selesai makan, mereka masih duduk di meja makan, dengan lely duduk di pangkuan ipul.


Mereka berbincang santai, sambil sesekali mencium pipi, wajah bahkan saling ******* bibir.


hingga terdengar waktunya akan masuk sholat zuhur, karena di mesjid terdengar orang mengaji.


Dengan malas mereka melepas pelukan dan ******* bibir mereka. Ipil mengusap bibir istrinya yang basah dan memerah, karena sesapan ipul yang tidak mau lepas dari tadi.


Cup.


sekali lagi ipul mengecup bibir istrinya.


"Sayang. abang mau membilas kain tadi. kamu membereskan meja majan ya!". ucap ipul.


"Baik bang!". ucap lely.


Lalu mereka mengerjakan pekerjaan rumah.


Saat menjemur bad caver dan selimut, lely datang membantu suaminya. Tadi pagi lely juga sudah mencuci pakaian kotor.


"Aku bantu bang!". ucap lely memasang hanger ke pakaian.


Ipul mengangguk sambil tersenyum.


Yang besar ipul yang menjemur, karena berat.

__ADS_1


.


.


__ADS_2