
Selepas sholat magrib dan langsung sholat isya ipul dan lely makan malam. Mereka makan bakso yang di beli ipul tadi sore.
"Bang, kalau boleh tahu, umur abang berapa?!". tanya lely saat mereka membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor.
"Hm... kamu pasti belum lihat surat nikah kita". ucap ipul tersenyum usil.
"Ya belum lah, kan Abang tidak memperihatkannya padaku". ucap lely malu.
"Nanti aku ambilkan ya, kamu bisa melihat sendiri". ucap ipul melap tangannya, karena sudah selesau mencuci piring.
"Ayok...". Ajak ipul membimbing lely.
"Belum mengantuk bang". ucap lely.
"Yang mengajak tidur siapa?!. aku mau ajak ke ruang depan, matikan lampu ruangan dan menutup gorden". Ucap ipul merangkul lely.
"Ooo". ucap lely mengikuti ipul.
"Bang, kok abang perhatian padaku?!". tanya lely saat ipul menutup gorden depan.
"Kan kamu istri abang, ya harus perhatian dan harus di sayangi". jawab ipul.
"Kalau bukan istri?".
"Ya tidak boleh di sayang!".
"Terus, kenapa abang mau menjadikan aku istri abang?".
"Karena abang suka dan sayang sama kamu!".
"Kalau abang tidak suka sama aku?!".
"Tidak akan abang jadikan istri!".
"Kenapa abang....".
"Karena abang sangat sayang sama kamu, karena kamu istri abang, karena abang suami kamu, karena kita akan selalu bersama". potong ipul sambil membopong lely, dan duduk di kursi tamu.
Lely kaget karena tiba- tiba ipul membopongnya.
"Abang...". teriak lely.
__ADS_1
"Jangan pernah tanya kenapa- kenapa lagi, kita akan selalu bersama, kita...".
tin... tin....
Bunyi klakson mobil di luar, mengagetkan mereka. Mereka saling pandang. Dan..
Tin.... tin...
"Siapa yang datang?!". tanya lely melihat jam di dinding. Lewat setengah sembilan.
"Biar abang yang lihat, kamu pakai saja jelbab kamu. itu ada di rak dekat tangga". ucap ipul menurunkan istrinya dari pangkuannya.
Lely mengambil jelbab istannya, dan ipul membuka pintu depan, karena mereka memang sedang di ruang tamu.
Dia melihat ayah dan ibu mertua berdiri di luar pagar, lalu ipul mengambil kunci pagar di garase lalu membuka pagar yang sudah terkunci dari sore tadi.
Kedua mertuanya masuk setelah ipyl membuka pagar.
"Mobilnya masukan saja yah". ucap ipul pada ayah mertuanya.
"Tidak usah, itu mobil abangmu, kami hanya mampir sebentar". ucap ayah mertua.
Ipul melihat abang iparnya turun dari mobil itu, lalu menuju ketempat mereka berdiri. Dan Mereka bersalaman. Abang lely bernama Zulfikar.
Lely yang sudah memasang jelbabnya berdiri di dekat pintu masuk rumah, menunggu kedua orang tuanya.
"Sayang...!". ucap ibunya memeluk lely. Dan lely membalasnya.
Semua duduk di ruang tamu, ipul dan lely akan mengambil minuman kebelakang.
"Tidak usah ambil minuman, ibu ada bawa maknan. kita ngobrol saja". icap ibu meletakan bawaanya.
Ada martabak, gorengan, minuman dingin rasa kopi dan coklat. Ternyata ibu membawa makanan sendiri.
ayah, ibu dan abang lely duduk di sofa singel, ipul dan lely duduk berdua di sofa yang besar.
"Lely, Ayah dengar kamu sudah mulai mengingat tentang pendidikan mu ya. Ibu bilang kamu akan menyelesaikan kuliah kamu". ucap ayah.
"Alhamdulillah yah, seperti yang tadi aku bicarakan sama ibu. Aku ingin menamatkan kuliahku". ucap lely.
"Ayah sudah membicarakan ini dengan ibu dan abangmu, abangmu akan membantu menyelesaikan surat-surat cuti kamu. agar kamu bisa menyelesaikan koas kamu yang hampir selesai". ucap ayah.
__ADS_1
"Iya, abang akan temani kamu mendatangi dosen pembimbing kamu, biar kamu dapat menyelesaikan semua koas dan tugas akhir kamu, biar bisa lulus.
Tapi yang utama, kamu harus izin suami kamu dulu, izin suami yang utama, biar kamu menuntut ilmunya berkah". ucap abang lely.
Ipul dan Lely saling pandang, ipul tahu lely ingin minta pendapat dari dia. tadi saat makan lely juga menyingung kalau dia ingin menamatkan kuliahnya ini.
"Aku mengizinkan lely untuk melanjutkan pendidikannya bang.
Aku akan mencari kerja di kota tempat lely kuliah, agar bisa menemaninya disana. Aku akan menemani lely sampai lulus di kota tempatnya kuliah. Agar dia bisa fokus menyelesaikan pendidikannya.
Aku juga mendukung lely lanjut mengambil spesialis, kemanapun lely ingin kuliah akan aku temani". ucap ipul tegas.
Lely terharu, dia mendekat duduk ke arah ipul, dan memeluk lengan ipul.
"Terima kasih bang". bisik lely.
Ipul tersenyum melihat istrinya itu. Kedua mertuanya juga terharu, karena ipul mendukung cita- cita lely.
"Itu lebih baik, dimanapun istri berada harus dekat dengan suaminya. Agar saling mendukung". ucap abang lely.
Abang lely juga seorang dokter, dokter kandungan, baru lulus dua tahun ini. tapi dia belum menikah, beda umurnya dengan lely tiga tahun. Sekarang dia sedang magang di sebuah rumah sakit swasta besar di kota.
Juga dia sedang bekerja di klinik orang tua salah satu temannya temannya.
"Ayah setuju. Jika lely kembali ke kota tempat kuliah, suaminya harus ikut. Kalau mau kamu kiliah juga pul. sekalian di kampus lely saja. kan bisa saling bantu". usul ayah mertua.
"Usul yang baik itu yah, lely kan kalau mau ambil spesialis bisa langsung, setelah lulus nanti". ucap abang lely.
"Aku tidak usah kuliah yah, bang. Aku ingin menemani lely saja sampai lulus. Aku bekerja sambil menemani lely. Lely pasti butuh banyak waktu untuk belajar, karena kemaren tertinggal pelajarannya". jawab ipul.
"Apapun keinginan kalian, akan ayah dukung. kalau kamu tidak ingin kuliah, kamu bisa buka usaha sendiri saja". ucap ayah mertua.
"Betul yah, ipul dan lely jadi banyak waktu bersama nanti di sana". jawab abang lely.
"Besok kamu bisa kekampus kamu, kamu akan di temani abangmu untuk pergi kesana. biar kamu segera bisa menyelesaikan semuanya". ucap ayah
"Ya, kita berangkat subuh. Ipul juga akan ikut menemani. kita akan cari kontrakan buat kalian". ucap abang lely.
Ipul dan lely mengikuti saran dari orang tua dan abangnya. Tapi ipul punya rencana lain untuk bekerja. dia akan melihatnya nanti, peluang apa yang akan dikerjakan.
Berdagang pun ipul mau, sebab dia sudah biasa membantu ibunya di warung kelontong dan warung sarapan pagi ibunya. Mau membuka bengkel, ipul belum berani, karena butuh modal dan keahlian yang lebih.
__ADS_1
Sekarang dia memfokuskan untuk lely lulus dan wisuda dulu, mencapai cita-cita istrinya itu. Mengenai pekerjaan akan melihat peluang yang akan dilihat dimana dia akan tinggal.
Sebab lely mungkin beberapa bulan lagi akan lulus, tidak mungkin dia bekerja hanya sementara. Kecuali mereka akan menetap lama dikota, baru dia akan fokus mencari pekerjaan tetap. Bekerja tetap di bengkel di dealer motor lagi.