
"Abang, tidak ada yang kecil celananya. jadi tengelam aku jadinya". ucap lely.
"Tidak ada, atau kamu mau pakai yang pendek saja seperti yang abang pakai". ucap ipul mempelihatkan celana selututnya.
"Coba dulu bang". ucap lely.
lalu ipul mencari yang paling kecil. ipul menemukan celana trening berbahan kaos selutut.
"Coba ini, celana abang saat smp dulu". ucap ipul.
lely mencobanya, dan ternyata pas oleh lely. panjangnya pun satu jengkal di bawah lutut.
"Sudah sana, berwudhu dulu, kita sholat zuhur". ajak ipul.
"Tunggu, kan jelbab lely belum, mukena juga tidak ada". ucap lely".
Ipul memandang lely.
"Maaf abang lupa. Kamu pakai handuk saja menutupi kepalamu, pergi kekamar mandinya. biar abang pinjam mukena ibu". ucap ipul memberikan handuk pada lely.
Mereka keluar kamar. lely masuk kamar mandi, dan ipul menemui ibunya. Ternyata ibunya juga baru selesai berwudhu. Dan baru keluar kamar mandi.
"Bi, mau pinjam mukena buat lely. juga jelbab". ucap ipul pada ibunya.
"Boleh. ibu ambil dulu ya". ucap ibu.
"Kamu berudhu dulu, nanti langsung kekamar saja ". ucap ipul.
lely mengangguk dan berjalan kekamar mandi.
Ibu ipul membawa mukena dan sajadah. juga beberapa jilbab instan dan juga yang segi empat.
Ipul membawanya kekamar, dan membentangkan sajadah untuk sholat berdua dengan lely.
Selesai mereka sholat ipul mengajak lely keluar kamar, untuk makan siang bersama. Lely sudah memakai jilbab instan yang dipinjamkan ibu.
Ternyata ayah juga sudah datang. Saat ipul kaluar dari kamar. ayah juga baru datang.
Ayah sedikit kaget melihat ipul yang keluar dengan istrinya dari kamar. Apakah menantunya itu sudah mau diajak kerumahnya.
"Ayah sudah sholat?!". tanya ibu.
"Sudah bu, tadi di mushola dekat kebun". ucap ayah.
Meskipun ayah ipul kerjanya petani, yang sering disawah dan diladang. tapi ayah selalu rapi. Meskipun baju yang dipakai ayah usang, tapi tidak seperti pulang dari sawah dan kebun.
Ayah selalu mandi di sumur yang ada diladang sebelum pulang. baju untuk di sawah atau diladang akan diganti saat akan pulang kerumah.
Karena di ladang ada pondok untuk menyimpan peralatan dan pakaian.
"Sayang, ini ayahku". ucap ipul pada lely.
__ADS_1
"Ayah". ucap lely menyalami ayah mertuanya dan mencium tangannya.
"Selamat datang di gubuk kami nak". ucap ayah.
Lely tersenyum dan mengangguk kan kepala.
"Ayo makan dulu, yah. Ayo pul, lely". ajak ibu.
Semua menuju meja makan. Ibu mengambilkan nasi dan lauk untuk ayah. dan juga untuk ibu. Begitu juga dengan ipul, dia juga mengambilkan untuk lely.
"Sayang, kamu mau disuapi atau makan sendiri?". tanya ipul.
"Sendiri saja bang". ucap lely.
"Kalau kalian biasa makan berdua tidak apa. ayah mengerti kok. jangan sungkan". ucap ayah yang paham kalau menantunya sangat manja dan bersifat anak-anak, karena sakit. Amnesia.
"Iya pul, buat nyaman saja". ucap ibu.
"Baik Yah, bu". ucap ipul menyendok nasi dan lauk kedalam piringnya.
Lalu ipul menyuapi lely, awalnya lely malu pada mertuanya. tapi ipul tersrnyum dan mengangguk. Makanya mereka makan sepiring berdua dengan ipul menyuapinya.
"Tambah lagi pul, melihat kalian mesra begini ayah senang. kalian saling membutuhkan dan saling bantu. Semoga kalian saling melengkapi". ucap ayah tulus. sambil menambah nasi untuknya sendiri.
Dia tidak tahu kalau lely sudah sembuh.
"Aaminn Ayah. Oh iya, lely sudah sembuh yah. bahkan lely akan melanjutkan koasnya lagi. biar dia bisa jadi dokter. dan juga mau melanjutka kuliah dokter spesialis". jelas ipul pada ayahnya.
Dia tidak menyangka, awalnya dia keberatan kalau ipul akan menikahi gadis amnesia yang bersifat kekanakan. Apa ipul anaknya bisa menjalaninya. Apalagi mertuanya orang kaya. tidak sebanding dengan nereka.
Tapi dua bulan pernikahan anaknya dia tidak pernah mendengar ipul mengeluh. Bahkan mertuanya sangat menyayangi ipul.
Dan sekarang dia melihat, ipul dan istrinya sangat mesra, sangat saling menghargai. bahkan pangilan pun sangat mesra.
"Aamin yah". ucap lely tersenyum.
Ipul terus menyuapi lely dan dirinya bergantian. Juga menambah nasi dan lauknya. hingga semua selesai makan siang.
Selesai sholat tadi ibu sudah membuka roling warungnya setengah. jika ada yang mau beli akan memanggilnya.
Dan barusan ada yang belanja.
Ibu yang akan membersihkan meja pun kewarung dulu. ipul pun membantu ibu membersihkan meja makan.
Lely pun tidak tinggal diam, dia membantu membawa piring kotor kebelakang, dan langsung mencucinya.
Ipul menyimpan lauk kelemari makanan, dan membatu lely menaro piring yang sudah dicuci ke rak.
Setelah selesai mereka menuju ruang tengah. Terlihat ayah bersiap-siap lagi, akan kembali ke ladang.
"Mau balik keladang yah?". tanya ipul.
__ADS_1
"Iya, ayah sedang panen jahe. Ada yang mau membeli. katanya buat obat herbal. kebetulan jahe di kebun ada sekitar dua puluh rumpun dan sudah saatnya panen.
tadi ayah baru mencabutnya. sekarang mau membersihkannya. karena nanti sore akan dijemput pembelinya". jelas ayah mengambil topi koboynya yang tergantung di dinding dekat pintu dapur.
"Sayang, kalau kita kekebun bantu ayah kamu mau tidak?!". tanya ipul pada lely.
"Mau, lely mau kekebun". jawab lely antusias
"Tidak usah pul, dikebun banyak nyamuk. nanti merah-merah kulit nya". ucap ayah. Dia kasihan, nanti kulit mulus menantunya bentol digigit nyamuk.
"Pakai baju panjang saja yah, dan pakai losion anti nyamuk". ucap lely.
"Tapi nanti kulit kamu bisa merah dan bentol digigit nyamuk". ucap ayah.
"Sudah biasa kulitnya digigit kok yah, bahkan merahnya bisa tiga hari baru hilang". ucap ipul.
Tuk...
Aduh...
"Itu mah nyamuk besar yang mengigit". ucap ayah memukul lengan ipul dengan topinya.
Ipul nyengir saja mengusap lengannya yang di pukul ayah.
"Yuk sayang, kita kekebun". ajak ipul pada lely.
lely mengangguk setuju, dan mengikuti ipul.
"Istrimu Pakai baju panjang dan celana panjang dulu, baru pergi". ucap ayah mengingatkan.
"Baik yah". ucap ipul masuk kekamarnya, mencari baju panjang dan celana panjang untuk lely.
"Ikuti suamimu nak ayah berangkat dulu. nanti kamu menyusul dengan suamimu keladang". ucap ayah pada lely.
"Baik yah". ucap lely tersenyum, menyusul ipul kedalam kamar.
Ayah ipul tersenyum melihat menantunya yang penurut. dia tidak menyangka, akan mempunyai menantu secepat ini. Mendapat bonus cantik, baik dan calon dokter.
Dan sepertinya ipul dan lely saling menyayangi. Terlihat cara ipul melayani istrinya dan cara istrinya mengikuti suruhan ipul.
"Alhamdulillah, dapat menantu idaman. dan besan yang baik". gumam ayah menuju halaman belakang dan mengunci pintu belakang dengan kunci serap yang biasa dibawa ayah.
lalu membawa sepedanya kedepan melalui halaman samping. Ayah biasa mengunci pintu belakang, karena ibu sibuk didepan menjaga warung.
"Bu, aku kekebun dulu, nanti kalau ipul sudah siap suruh menyusul saja". ucap ayah saat sampai di halaman depan, disamping warung.
"Baik yah!". ucap ibu yang sedang melayani pembeli.
.
.
__ADS_1
.