
Setelah sholat ashar, sani memarut kelapa dengan mesin didapur untuk gulai lontong sayur jualan ibu besok pagi. juga memarutkan kelapa untuk gulai ikan yang akan ipul masak.
Sani akan menjaga warung hingga malam sekitar pukul setengah sembilan, paling lambat pukul sembilan tutup.
Ipul memeras kelapa yang sudah di parut sani tadi. lely membantu memeras juga, hingga baskom kecil jadi rebutan mereka.
membuat kelapa berserak dan air santan juga terciprat di meja dapur. Santan perasan yang pertama memang berhasil, tapi perasan kedua sudah tidak berbentuk lagi.
Karena ipul yang usil malah membuat muka lely berlepotan ampas kelapa. Mereka saling balas mengosokan ampas kelapa kewajah. hingga dapur yang semula bersih, jadi berantakan.
Ampas kelapa dan perasan santan berserakan, wajah dan baju pun ikut basah. Berada di dapur yang rencananya mau memasak, menjadi arena bermain-main dan penuh canda tawa dan teriakan saling balas.
Hingga....
"Wah, ikannya bisa ikutan main ampas kelapa nih. jadi malas untuk digulai nanti".
Tiba-tiba ayah sudah berdiri di pintu belakang dapur arah halaman belakang.
"Ayah..". guman lely malu.
"Hehe...he..". cengir ipul membersihkan wajahnya dari ampas kelapa yang di tempelkan lely tadi.
Tapi bukanya bersih, malah makin bertambah banyak ampas kelapa yang menempel.
Ayah hanya tertawa melihat perangai anak sulung dan menantunya.
"Baru sampai yah". ucap ipul mengambil sapu, dan lely membersihkan ampas kelapa yabg berserakaan.
"iya". Jawab ayah.
Ayah masuk kedalam rumah melalui pintu dapur. Mengambil handuk dan bersih-bersih karena baru pulang dari kebun.
Ipul pun kembali mengerjakan niat awalnya ingin membuat gulai ikan. Lely melanjutkan bersih-bersih dapur.
Selain membuat gulai ikan, ipuk juga mengoreng ikan sebagian. tidak lupa menggoreng kerupuk. karena ipul suka makan kerupuk.
__ADS_1
Selesai memasak, ipul dan lely mandi dan bersih-bersih, karena mereka akan balik kerumah sore ini.
Ipul membungkus dua potong ikan gulai dan beberapa potong ikan goreng. Dan lely menyalin sebagian kemangkok. dan menaronya ke meja makan di tutup tudung saji. untuk makan malam ayah dan ibu ipul nanti.
"Kenapa tidak sehabis makan malam saja pulang pul?". ucap ibu. saat ipul dan lely izin untuk pulang kepada ayah dan ibu.
"Rumah sudah dari kemaren tidak dihidupkan lampu bu. karena kita berangkat dari pagi kemaren". ucap ipul.
Ayah dan ibu hanya menganggukan kepala.
"Kamu sering-sering menginap di sini ya lely". ucap ibu memeluk leky saat lely menyalami ibu saat akan pergi.
"Insyaallah bu". ucap lely membalas pelukan mertuanya.
"Pul.. kamu harus sering mengajak lely kemari". ucap ibu ipul.
"Inshaallah bu". icap ipul.
ipul juga menyalami dan memeluk ayahnya saat berpamitan.
"Aku balik Ji". ucap ipul pada fauzi adiknya.
"Haha... ha...". tawa ipul pecah, saat fauzi berbisik padanya.
"Kamu bantulah memperbaiki tempat tidurku, biar tidak berderit lagi. haha.....". bisik ipul sambil tertawa.
"Ih... apaan!. tugasmulah kalau mau menginap!". elak fauzi.
"Berarti kamu masih ingin mendengarnya". ucap ipul tertawa sambil berjalan kearah motornya.
Mereka melapas ipul dan lely yang akan kembali kerumahnya. Dan berharap, akan sering berkunjung kerumah orang tuanya.
Ipul melajukan motornya menuju rumah tinggalnya bersama istrinya. Tidak terlalu jauh, lima belas menit juga sudah sampai.
Sesampai mereka di rumah. lely meletakan gulai ikan dan ikan goreng tadi di meja makan. juga ada beberapa cemilan yang mereka beli tadi di persimpangan perumahan.
__ADS_1
Sedangkan ipul memasukan beras kedalam mejik com. untuk makam malam mereka nanti.
Selesai sholat magrib, mereka makan malam. dengan kauk ikan gulai dan ikan goreng yang ipul masak tadi di rumah ibu.
"enak gulai ikan bikinan abang. Aku suka". ucap lely saat mereka selesai makan malam.
Mereka membersihkan meja makan dan mengobrol di ruang menonton di bawah.
"Hmm.. besok-besok kita mancing ya. biar abang masakin ikan gulainya lagi". jawab ipul tersenyum, merangkul lely sambil mereka menonton.
"Apa abang sering masak?!". tanya lely bersandar pada ipul.
"Sering. kalau memasak abang dan fauzi sering bergantian masak, bantu-bantu ibu. ibu bahkan mengajarkan menu kesukaan kita.
Tapi masakan fauzi paling enak. mungkin dia hobi, makanya dia kuliah ambil jurusan tata boga. selain hobi dia juga ingin punya cafe nanti". ucap ipul.
"Pantas fauzi jago membantu ibu berjualan sarapan pagi. dan cekatan membuat gorengan dari subuh". ucap lely
"Iya. dia juga sering bikin kue kering dan kue basah. ada hari tertentu fauzi membuat kue spesial.
Seperti, tiap hari dia bikin menu berbeda. Aneka kue dibuat bergantian agar tidak bosan. yang dibikin tiap hari hanya tahu isi, bakwan, dan donat.
Hari lain akan ada bolu gulung, bolu tape, bolu pisang, bolu kukus. bahkan fauzi juga menerima bikinan kue untuk acara dirumah tetangga". cerita ipul tentang adiknya.
"Hebat. Abang suka masak apa?!". tanya lely.
"Abang sih bisanya masak lauk. gulai ikan seperti tadi contohnya".
"Oo..". jawab lely.
Pukul delapan lewat, mereka naik ke kamar mereka untuk sholat dan istirahat.
Dan mereka santai sejenak setelah sholat isya. Dan tidur, karena besok ipul akan masuk kerja.
Sudah dua hari ipul tidak masuk bekerja. Sedangkan lely mulai koas hari senin.
__ADS_1
.
.