
"Ayo sarapan!!". ucap ipul memanggil ketiga buah hatinya.
Semua sarapan sudah terhidang di tikar.
Lely dan Nadya ikut membantu meletakan sarapan yang di masak ibu.
Ibu masih membuka warung sebentar, untuk menjual sarapan pagi menjelang pukul delapan saja.
karena mereka semua akan menyusul ke kekolam tempat panen ikan.
'Kasihan pelangan kecewa kalau ibu tidak menjual sarapan. Kan minggu pagi biasanya ramai pembeli!'. itu ucap ibu semalam
saat ipul bertanya, apa pagi buka warung atau tidak.
Maka Sani dan fauzi ikut membantu ibu sebentar di warung, menjelang mereka berangkat ke kolam dekat sawah dan kebun.
Sementata ibu ikut sarapan dengan cucu dan menantunya. Ayah sudah sarapan setelah subuh tadi. Dan sudah berangkat duluan pukul enam tadi.
Semua pekerja yang akan membatu di suruh setengah tujuh datang ke kolam.
"Kolam yang mana yang akan di panen bu!". tanya ipul saat membantu putra kembarnya sarapan.
"Yang dekat sawah tepi. kan sawah yang dalam di jadikan ayah kolam ikan. jadi disana ada dua kolam.
Nanti siang akan datang pedagang grosir menjemputnya!". jelas ibu.
Ipul menganguk paham
Lely dan nadya ikut sarapan. juga Adiva dan si kembar.
__ADS_1
"Nanti di kebun juga akan panen jagung. makanya nanti kita akan bakar-bakar di kebun.
Bakar ikan, bakar jagung. juga bakar singkong!". ucap ibu.
"Wah asyik tu. biar aku bikin bumbu ikan bakarnya!". ucap ipul.
"Setelah sarapan ini, sani akan duluan ke sana, membawa sarapan untuk pekerja!". ucap ibu.
"Biar aku saja bu. kan sani sedang di warung dengan fauzi! pakai mobil biar bisa bawa perlengkapan untuk keperluan di sana.
Pasti banyak perlengkapan yang akan di bawa!". ucap ipul.
"Beberapa perlengkapan sudah ayah bawa dari kemaren. tinggal bawa makanan saja, untuk sarapan dan cemilan orang bekerja!". ucap ibu.
"Kan banyak makanan untuk semua sarapan, biar sekali bawa!". ucap ipul.
"Pakai motor saja bang, biar cepat sampai.
"Iya. lagian makanan untuk sarapan sudah di masukan ke rantang dan kerenjang. biar mudah membawanya dengan motor!". tambah ibu.
"Ooo. berdua saja kita ke sana sani, mengantarnya!". ucap ipul.
"Aku sama anto bang!. itu dia sudah menunggu di depan!". ucap sani mengambil kunci motor di dinding dekat lemari ruang tengah.
"Kita sama-sama saja nanti ke sana pukul delapan. masih ada juga yang akan di bawa kesana untuk makan siang!!". ucap ibu.
Ipul mengangguk, paham.
"Sayang. aku bantu fauzi di warung ya!". ucap ipul selesai sarapan.
__ADS_1
"Iya bang!". ucap lely yang sedang membantu si kembar menyuap bubur sendiri.
"Habisin sarapanya ya sayang!. biar anak ayah kuat nanti nangkap ikan!". ucap ipul pada buah hatinya.
"Baik ayah!". jawab mereka.
Tepat pulul delapan warung ibu sudah ditutup ipul, karena mereka sudah bersiap.
Lely dan Nadya membantu ibu mengemas sayur dan lauk tambahan untuk makan siang. ipul dan fauzi memasukan ke atas mobil.
Nasi akan dimasak di pondok yang ada di kebun saja nanti. Dan semua perangkat dapur juga sudah ayah bawa kemaren.
"Ayo berangkat!". ucap ipul pada ketiga buah hatinya yang sabar menunggu duduk di teras.
"Ayo!". ucap mereka bersemangat menaiki mobil.
Ketiga buah hati ipul sudah bersiap memakai pakaian berlengan panjang, dan bertopi lebar. tidak lupa sepatu sket.
Fauzi membantu mereka menaiki mobil. Sementara ibu memeriksa kompor dan mengunci pintu rumah.
"Naik mobil saja nadya!". ajak lely saat fauzi dan nadya akan mengunakan motor.
"Kami naik motor saja. ingin berduaan!". ucap fauzi mendorong motornya keluar pagar.
Ibu dan lely sudah naik ke mobil ipul bersama ketiga buah hati ipul dan lely.
Setelah mobil ipul keluar pekarangan, fauzi menutup pintu pagar.
Dan mengiringi mobil ipul menuju kebun dan sawah ayah, dimana kolam ikan yang akan di oanrn berada.
__ADS_1
.
.