
Hari-hari dimasa kehamilannya lely sekarang santai saja. tidak seperti kehamilan pertama dulu.
waktu kehamilan Adiba, lely sibuk. karena sedang koas. koas yang sering di igd dan dinas malam. tapi lely tetap santai bekerja.
Sekarang meskipun sedang kuliah di spesialis yang padat, tapi lely menikmati kehamilannya. jadwal kuliah yang padat bahkan membuat dia tidak merasakan mual atau mengidam.
Malah ipul yang mengidam dan mual. Sering tidak mau makan. hingga ipul kadang hanya ngemil saja. karena hidung dan lidahnya sensitif dengan yang berhubungan dengan nasi.
"Sayang. abang ingin makan nasi goreng udang, pakai kuah acar bawang dan cabe rawit rendam cuka"
Ucap ipul malam itu saat mereka selesai menutup toko.
Kehamilan lely sudah memasuki lima bulan. tapi ipul
"Mau aku bikinkan bang?". ucap lely. yang baru kali ini ipul minta nasi goreng.
Biasa tidak pernah mau makan yang berhubungaan dengan nasi atau beras. Walaupun hanya lontong, ketupat atau bubur putih.
Ipul hanya bisa makan mi atau roti untuk menganjal perutnya.
"Mau yang di jalan patimura yang. Abang pergi beli sebentar ya!". ucap ipul.
"Oh baik bang". jawab lely.
Ipul mengambil kunci motornya untuk pergi membeli nasi goreng yang sedang dia inginkan saat ini.
Ipul keluar toko mengendarai motornya, dia membawa kunci terali pintu, agar lely tidak turun untuk mengunci dan membukakan pintu.
Dengan motornya ipul menuju tempat penjual nasi goreng. yang berada di jalan dekat taman kota, yang banyak warung tenda penjual jajanan.
Tidak jauh, hanya beberapa menit saja. Jalanan masih ramai, karena belum pukul sepuluh.
Kota p ini memang ramai setiap malam, selain kota pelajar juga banyak kaum urban dari kota atau daerah sekitar yang bekerja atau sekolah disini. juga dari provinsi lain banyak yang bekerja atsu kuliah di sini.
jalanan ramai karena kegiatan orang hingga malam hari masih aktif bekerja berjualan atau aktifitas lain. Ada yang bekerja pulang malam atau bekerja yang dinas malam.
Juga mungkin ada yang mencari cemilan atau makanan di malam hari. Seperti ipul sekarang, dia ingin makan nasi goreng, dan pergi membeli ketempat yang diinginkan.
__ADS_1
Dengan banyak dan ramainya warga kota yang beraktifitas di malam hari, membuat adanya penjual aneka makanan dan warung tenda.
Hingga siapapun yang ingin makan atau sekedar kumpul akan mudah menentukan tempat dan makanan apa yang akan mereka santap.
Semua kebutuhan diperlukan tersedia kapan dan dimana saja. Kita tinggal pilih kemana dan dimana.
Atau keliling hanya sekedar jalan atau cari angin saja.
Ipul memesan satu bungkus nasi goreng yang dia ingini.
Rupanya ipul tidak hanya membeli nasi goreng saja. Juga kerupuk dan cemilan lain. Ada gorengan, kue kering.
Bahkan saat lewat tenda ujung, ipul melihat penjual mi aceh. dan dia beli satu porsi. Hingga saat ipul sampai di rumah, kedua tangan ipul penuh dengan kantong jinjingan jajanan ipul.
"Lho.. katanya pengen nasi goreng? ini kok banyak jajanan lain jadinya?". tanya Lely.
"Hehe... ingin saja". jawab ipul nyengir sambil meletakan di atas meja rendah tempat biasa lely belajar dan membuat tugas.
"Hmm.. bolehlah. kan abang sedang mengidam!". ucap lely menaik turunkan alisnya.
"Tidak mubazir. jika abang tidak minat memakannya, buat aku saja. kan tidak mubazir jadinya". ucap lely.
"Iya ya..". jawab ipul.
Ipul mengambil piring dan sendok kedapur, untuk menikmati makanan yang dia beli.
"Hm... wangi!!". ucap lely saat ipul membuka bungkus nasi goreng dan mie aceh.
Lely ikut duduk menghadapi nasi goreng bungkus yang di gelar ipul di meja rendah. Mereka duduk lesehan berdampingan.
Ipul menyuapi nasi goreng agak ragu kemulutnya. hingga...
Hap... suapan ipul tidak ada reaksi seperti beberapa bulan kebelakang. Dimana dia akan mual dan langsung memuntahkan nasi yang baru di suap kemulutnya.
Meskipun dipaksa kan menyuap agar perut terisi makan nasi, malah makanan yang dimakan sebelumnya ikut keluar.
Hingga berat badan ipul turun, walau tidak banyak. Sebab hanya makan roti dan mi. Hingga lely sering membuatkan kentang dan ubi goreng. Kadsng di rebus untuk penganjal perut suaminya.
__ADS_1
Dan makanan favorit ipul semenjak istrinya hamil adalah. pisang panggang dan roti bakar.
"Sudah hampir empat bulan malas makan nasi, sekarang sudah lumayan". ucap ipul menyuap nasi goreng kemulutnya.
"Kasihan. istrinya yang hamil dan suaminya yang mual dan mengidam. hehe...". ucap lely ikut makan nasi goreng.
"Tapi abang senang sayang. kamu tetap bisa beraktifitas untuk kuliah. Dan ikut bantu di tempat praktek bang Zul". jawab ipul.
Lely yang sedang kuliah spesialis, sesekali ikut membantu abangnya di tempat praktek.
Abang Zul selain bekerja di rumah sakit daerah, dia juga sudah membuka praktek mandiri di tempat tinggalnya.
Sebenarnya lely juga sudah bisa membuat surat izin untuk buka dokter umum. Bahkan ada sebuah klinik mengajak kerja sama untuk lely praktek sambil kuliah spesialis.
Tapi dia ingin fokus untuk kuliah, juga karena dia hamil. juga sesekali ikut membantu Abang zul..
Mungkin setelah melahirkan akan mempertimbangkan ikut praktek di klinik atau praktek dokter bersama.
"Semoga setelah ini abang bisa makan nasi lagi ya bang. Kasihan juga aku melihat abang tidak makan nasi.
lemes tidak bertenaga". ucap lely menyuap nasi goreng dan mi aceh bergantian.
"Hah.. tidak bertenaga??". tanya ipul.
"Iya, abang aku lihat sering mengantuk. Abang juga terlihat agak kurusan. Padahal abang juga sudah makan karbo seperti kentang dan ubi.
Tapi terlihat kurang makan lemas tidak bertenaga". jawab lely.
"Api tenaga abang saat olah raga malam tetap ada kok!". ucap ipul tidak terima dibilang lemas dan tidak bertenaga.
"Ish abang!. aku bilang abang lemas karena tidak makan nasi. kok fikirannya kemana-mana.
Semenjak aku hamil abang jadi lemes dan sering tiduran, karena kurang makan". ucap lely menyuapi mi aceh kemulut ipul.
"Mmmm..". ipul mengunyah mi yang disuapi istrinya tadi.
Mereka makan nasi goreng dan mi aceh bergantian, dan saling suapi. hingga kedua makanan itu habis oleh mereka berdua.
__ADS_1