Istriku Lely

Istriku Lely
Di warung mertua


__ADS_3

"Makanya cepat lulus dan bekerja, biar bisa segera menikah. Biar tidak menjadi pendengar saja. bisa ikut jadi penikmat juga. haha..haha.." tawa ipul menertawakan Fauzi yang manyun.


"Menikmati apa?!". Tiba-tiba ibu masuk kewarung diiringi lely di belakang ibu.


"Itu... menikmati... apa ya?!". ucap Faizi mengaruk kepalanya yang tidak gatal.


Hahaha... ha...ha...


Tawa ipul menjadi saat melihat fauzi salah tingkah, dan malah di pelototin fauzi.


"Ada apa sih kalian?! dari tadi ibu dengar kamu tertawa terus". ucap ibu menuju etalase makanan.


"Alhamdulillah habis jualan sarapan pagi ibu". ucap ibu saat melihat etalase makanan.


Hanya tinggal lontong sayur sedikit lagi, paling tiga atau empat porsi lagi.


Sedangkan tempat bubur kacang hijau, ketan, bubur hitam, dan mihun untuk lontong sayur juga sudah habis. Bahkan tempatnya juga sudah dicuci oleh ipul.


"kan aku yang bantu bu, pasti laris lah. laku habis". bangga ipul.


"Ah, biasa juga habis. dagangan ibu kan memang laku keras". jawab fauzi tidak mau kalah.


"Iya, seperti anak ibu yang sulung. Sudah laku habis. malah sebentar....".


"iya, sebentar lagi anak kedua ibu juga bakalan laku".potong ibu.


Ipul dan fauzi saling pandang.


"Yang benar bu?!. asikk... ". jawab ipul memandang Fauzi. fauzi hanya diam saja di goda ipul.


"Iya, tunggu tahun depan, langsung laku". jawab ibu Duduk di meja dekat etalase makanan.


"Kenapa tidak segera bu, mengapa menunggu tahun depan?!". tanya ipul.


"Nunggu lulus kuliah dululah pul. masa belum lulus sudah menikah!". jawab ibu.


"Biasa kok bu, sedang kuliah menikah. biar semangat untuk lulus dan cari kerja". jawab ibu.


"iya..".


"Buk, masih ada lontongnya?". tiba-tiba datang seorang mahasiswi membeli sarapan pagi.


Nampak seorang mahasiswi kampus kesehatan, terlihat dari seragam yang dipakainya.


Fauzi, ipul dan lely duduk saja di meja dekat pintu arah ke halaman, melihat ibu melayani pembeli.


"Ada nak, tapi mihunnya habis. tidak apa-apa kalau tidak pakai mihun?". tanya ibu.


"Oh. tidak apa-apa bu. pesan dua bungkus ya bu". ucapnya.


"Sebentar ya!". ucap ibu membungkuskan lontong sayur untuk mahasiswi itu.


"Mau kuliah nak?". tanya ibu.


"iya bu, habis sarapan ini berangkat kuliah". jawabnya.


"Oo.. asal dari mana nak?". tanya ibu.


"Dari kampung *****, kabupaten ****". jawabnya.

__ADS_1


"Kos dimana?!".


"Rumah buk gadis, dua rumah dari dini buk". jawabnya.


"Oo. ini nak lontongnya". ucap ibu.


"Ini uangnya bu"..


ibu menerima dan mengembalikan uangnya.


"Jadi Fauzi boleh menikah saat masih kuliah bu?".tanya ipul


"Boleh, kalau ada yang mau". jawab ibu.


Hahaha...ha.. tawa ipul.


laly memukul ringan tangan ipul, karena tertawa keras, dan juga seperti menertawakan fauzi. karena setiap ipul tertawa selalu melihat fauzi.


Mereka berbincang santai diwarung ibu, sambil melayani pembeli. Pembeli datang bergantian, ada saja yang mereka beli, untuk keperluan mereka.


"Kamu kuliah pukul berapa ojie". tanya ipul.


Fauzi memang dari kecil di panggil ojie oleh keluarganya.


"Kelas siang bang, pukul satu. Aku memang kelasnya banyak siang. yang kelas pagi itu tahun satu dan dua". ucap fauzi.


"Oo.. ".


tidak berapa lama fauzi masuk kerumah, katanya akan membuat tugas kuliahnya.


ipulpun masuk kekamarnya beberapa saat setelah fauzi pergi.


Tinggallah ibu dan lely diwarung, mengobrol sambil melayani pembeli.


Lely sangat senang berbincang santai dengan mertuanya. melihat Mertuanya menerimanya lely merasa menjadi menantu diinginkan, walau mereka baru pertama kali bertemu.


Menjelang makan siang, ibu memasak sambil menjaga warung. Ibu menyuruh lely memasukan beras dan memasak di mejik yang ada di dapur dalam rumah.


Setelah itu Lely hanya membantu membersihkan sayur dan mengupas bawang. karena dapur ibu yang diwarung cuma bisa berdiri untuk satu orang.


Setelah masakan ibu masak, lely yang membawa ke meja makan di dalam rumah. Lely menata dimeja makan semua keperluan untuk makan siang.


Saat Azan zuhur, warung ibu tutup untuk melaksanaka sholat zuhur. dan untuk makan siang bersama.


Ayahpun sudah datang dari kebun, dan mereka makan siang bersama, setelah sholat zuhur. Hanya kurang Sani, karena sani sedang bersekolah.


Selesai makan siang Fauzi bersiap- siap untuk berangkat kuliah. dan ayahpun pergi kembali ke kebun yang tidak jauh dari rumah. Ibupun sudah kembali kewarung.


Tinggalah ipul dan lely, lely membersihkan meja makan, menyimpan lauk kelemari makanan sekalian lely mencuci piring.


Ipul pergi ke tempat jemur, untuk mengambil baju lely yang dia cuci kemaren. Dia akan menyetrikanya karena akan dipakai untuk pulang sore nanti.


Selesai mencuci piring lely melihat ipul sudah selesai mengosok baju, didekat ruang menonton. Sudah ada bajunya dan juga baju ipul.


Ipul membawanya kekamar, Lely mengiringi ipul kekamar.


"Abang mau tidur?!". tanya lely mengiringi ipul.


"tidak, abang mau tukar baju. mau mancing di kolam belakang". ucap ipul. "Sayang,mau ikut abang mancing?!". tanya ipul meletakan baju dia dan baju lely yang sudah di strika tadi diatas tempat tidur.

__ADS_1


"Hmm tidak usah bang.. nanti aku lihat abang mancing. aku mau di warung, menemani ibu". ucap lely.


"Baik sayang". ucap ipul ucap ipul mengambil baju di lemari.


"Sayang, kita pulang sore saja ya, tidak apa kan?!". tanya ipul pada istrinya.


"Tidak apa-apa bang". ucap lely


Mereka beriringan keluar dari kamar, menuju ruang tengah.


"Apa ada ikan yang akan dipancing panas-panas begini bang?!". tanya lely.


"Ada, kan kolamnya ayah banyak ikan. kapan saja bisa mancing". jawab ipul.


Lely hanya mengangguk saja, karena tidak paham tentang memancing ikan.


"Nanti kamu kebelakang saja kalau kamu bosan di warung". ucap ipul.


"Baik bang". ucap lely.


Mereka pun pergi ku tujuan masing-masing. ipul kebelakang menuju kolam ikan yang berada di halaman belakang. dan lely menuju warung yang ada di depan.


Lely duduk dan berbincang santai diwarung bersama ibu mertua. Sambil melayani pembeli yang datang.


"Ipul memang suka memancing, dari kecil dia suka mancing di kolam, bahkan sampai ke sungai yang berada di ujung kampung". cerita ibu.


"Berarti abang suka makan ikan ya bu".tanya lely.


"Suka, dia paling suka gulai ikan". ucap ibu.


!


"Aku belum pernah masakin abang. dan tidak tahu kesukaan abang". ucap lely pelan


Ibu mertua lely tersenyum mendengar cicit lely. dan mengusap jari tangan lely. Mereka memang duduk berhadapan di meja warung tempat pelanggan duduk makan.


"Tidak apa-apa, ipul itu tidak suka merepotkan. dia suka mengerjakan sendiri apa yang dia inginkan.


Kalau ipul dapat ikan saat mancing, dia akan membersihkan ikan sendiri dan memasaknya sendiri". ucap ibu.


"Aku minta maaf bu. Belum bisa menhadi istri yang baik buat abang. Aku baru mengingat semua belum seminggu ini.


Mungkin selama ini semua pekerjaan rumah abang yang mengerjakan". curhat lely pada ibu mertuanya.


"Ibu senang kamu sudah sembuh, dan mau menerima ipul sebagai suami kamu. Bahkan ibu tidak masalah kamu belum bisa mengerjakan pekerjaan rumah.


ipul pasti bisa melakukannya karena dia sudah biasa mengurus rumah.


Melihat kalian saling menyayangi dan saling melengkapi saja ibu sudah senang melihatnya". ucap ibu mertua menyenangkan hati menantunya.


"Terima kasih bu. Aku akan betusaha menjadi istri yang baik bagi abang". ucap lely.


"Dan jadi menantu ibu yang baik juga". ucap ibu tersenyum.


Tidak berapa lama Sani adik bungsu ipul pulang dari sekolah. Dia juga sudah membawa belanjaan untuk masakan sarapan pagi ibu.


Sani memang sering disuruh ibu mengambil sayur untuk gulai lontong sayur di langanan ibu di pasar dua atau tiga hari sekali.


Ibu pun membersihkah sayur untuk gulai yang akan mulai di masak sore nanti. lely ikut membantu ibu mengupas bawang dan keperluan lainnya..

__ADS_1


.


.


__ADS_2