Istriku Lely

Istriku Lely
Adik buat Adiva


__ADS_3

Hari-hari mereka jalani seperti biasa. Lely yang sibuk kuliah spesialisnya. Dan ipul sibuk dengan toko atk dan tempat fotpcopy, sambil menjaga Adiva yang sudah lincah dan cerewet khas balita.


Adiva yang sudah sejak dari umur enam bulan ikut menjaga toko sangat tahu dengan tugas dan kesibukan ayah dan bundanya.


Sekarang umur Adiva hampir tiga puluh bulan. Setiap ikut menjaga toko, dia tahu kalau dua hanya boleh duduk di kursi depan meja kasir yang berada di belakang etalase bagian depan.


Bahkan untuk belanja jajanan keluar tokopun dia minta pada ayahnya untuk menemani. itupun kalau sedang tidak ada cemilan.


Biasa saat ipul mengantar istrinya kuliah atau belanja. ipul selalu mengajak putrinya. dan saat itupun ipul dan lely membeli jajanan untuk adiva pilih. Hingga adiva jarang minta jajan, kecuali beli eskrim.


"Ayah, buku tulis Ai sudah penuh". ucap Adiva pada ipul saat meletakan uang pelanggan yang selesai memprint.


"Coba ayah lihat!". ucap ipul duduk di kursi kasir sebelah Adiva.


"Wak pintar anak ayah. sudah tahu dong huruf dan angka yang adiva buat?!". tanya ipul.


"Hehe ... sedikit yah. hanya angka satu, angka dua......". adiva menghitung angka-angka yang dia tulis dengan cara menghubungkan titik-titik, hingga menyerupai angka.


Ipul memberikan buku tulis dan buku mewarnai buat anaknya, agar dapat mengetahui huruf, angka dan warna sambil bermain.


"Pintar anak ayah. besok kita pakai buku baru ya sayang!". ucap ipul mengecup kening putrinya.


"Horeee.. besok buku Ai baru!!". teriaknya.


Walaupun bukunya sama seperti buku ini. yang penting baru. membuat anaknya semangat mengenal angka dan huruf.


Ipul tersenyum melihat putrinya senang.


Kesibukan ipul dan karyawan toko menjadi perhatian Adiva sehari- hari, hingga dia hafal dengan ragam peralatan dan ucapan ditoko seperti. fotocopy, print, tinta, pena dan lainnya.


"Ayo sayang, kita jemput bunda!". pangil ipul pada putrinya yang sedang menulis.


jam sudah menunjukan pukul lima sore.


"Hore jemput bunda...


sebentar yah. Ai simpan buku ai dulu!". ucapnya memasukan buku dan alat tulisnya ke dalam tas ransel bergambar barbie.


Lalu mengantungkannya di rak dekat tangga keatas.


Sekarang toko atk dan fotocopy ipul sudah memakai dua pintu ruko ini.


Hingga mobil ipul di letakan di luar. sekarang halaman depan ruko yang di beri terali semua. hingga kalau toko tutup, mobil dan sepeda motor sudah berada di dalam pagar.


Karyawan tetappun sudah dua orang, dan masih memakai karyawan yang mahasiswa bekerja sampingan. Jefri masih tetap ikut bantu walau kadang hanya akhir pekan. karena sudah mau lulus kuliah.


"Ayah.. pasangkan helm Ai!". ucapnya berlari kearah ipul yang sedang di teras toko.


Ipul membantu memasang ceklekan helm putrinya.

__ADS_1


"Helm bundanya mana?!". tanya ipul.


"Oh iya, Ai lupa. tadi sudah Ai bawa. tapi saat Ai masang helm tertinggal di tangga.


Ai ambil sebentar ya yah!". ucapnya.


"Ok. sarung tangan Adiva juga!". ucap ipul.


"Iya ayah!". teriaknya.


Tidak lama adiva datang membawa helm untuk bundanya. dan memberikan sarung tangan kecil kepunyaan nya pada ipul, untuk membantu memasangkannya.


Padahal ipul menhemput istrinya dekat. hanya kekampus yang cuna tiga menit dengan motor.


Tapi dia mengajarkan putrinya patuh aturan lalu lintas.


Ipul mendudukan adiva di jok belakang, dan mengikatnya pingang meteka dengan tali yang biasa untuk pengaman panjat tebing. Agar aman. karena anaknya masih umur dua tahun setengah.


"Bunda......!". teriak Adiva saat melihat bundanya berdiri di teras kampus.


"Iya sayang bunda!". ucap lely mengusap pipi anaknya, yang berada dibalik kaca helm.


Ipul memberikan helm istrinya. dan lely memberikan tasnya pada ipul. dan ipul meletakannya di ruang motor matic di kakinya. lely memasang helmnya.


"Bang, kita mampir ke apotik sebentar ya!". ucapnya.


"Ok!". jawab ipul.


"Ayah. Ai mau jajan itu!". tunjuk adiva ke gerobak penjual crepes.


"boleh!". ucap ipul.


"Bang aku aku kedalam ya!". ucap lely mengambil tasnya dekat kaki ipul.


"Iya, abang tunggu diluar saja dengan adiva". ucap ipul.


Lalu ipul membuka ikat yang mengikat pingangnya dan anakny tadi.


Lalu membimbing Adiva menuju gerobak crepes.


"Mas bikin satu". ucap ipul


"Mau rasa apa bang?!". tanya penjual.


"Adiva mau rasa apa sayang?!". tanya ipul.


"Coklat strowbery!". jawab adiva.


"ok!". jawab penjual.

__ADS_1


Sepanjang jalan yang hanya tujuh menit, adiva makan crepesnya. Sampai di tokopun belum habis.


"Ayo ikut bunda keatas!". ajak lely pada anaknya.


"Ayo!". ucapnya.


"Adiva tas nya sayang!". ucap ipul saat Istrinya dan putrinya menaiki tangga.


"Hehe... lupa Ai". ucap adiva tersenyum, dan mengambil tasnya.


Sekarang kasir dan tempat fotocopy berada di dekat tangga menuju tempat tinggal ipul.


Dan ruko awal tempat rak atk dan buku tulis. juga ada etalase panjang di bagian belakang, tempat istirahat karyawan dan kamar kecil.


komputer untuk dipakai pelanggan sekarang sudah ada dua belas unit. empat menghadap dinding dengan mode lesehan, dan delapan di tengah toko saling berhadapan.


.


Selepas sholat magrib Lely sangat ingin makan bakso yang berada di jalan utama di dekat sebuah mall.


"Bang pengen makan bakso pak de yang dekat mall citra". ucap lely duduk selonjoran di dekat kasur santai.


"Hmm boleh. tapi kita perginya pakai mobil ya". ucap ipul.


Tempatnya tidak begitu jauh dari ruko ipul dan lely. hanya dua kali lampu merah. Kalau pakai mobil sekitar lima belas menit.


"Kenapa?!. kan asik pakai motor bang!". ucap lely.


"Iya. tapi kalau kelamaan nanti adiva tidur, kamu susah untuk megang dia diatas motor.


Nanti adiknya Adiva kegencet". jawab Ipul asal.


"Hah... aku lupa bang. kemaren kan aku mampir ke apotik. membeli beberapa testpeck. tapi belum sempat tes. lupa". ucap lely teringat sesuatu.


"Yang bener sayang?!. kok kamu ingin tes?. memangnya sudah ada tanda- tanda ada adiknya adiva?!". ucap ipul mendekat ke istrinya duduk. dan mengelus perut istrinya.


"Ada apa di perut bunda yah?!". adiva ikut memegang perut bundanya.


"Ada adik Adiva di dalam sini!". jawab ipul tersenyum melihat istri dan anaknya berhantian.


"Dimananya yah?!". tanya Adiva.


"Kita tunggu saja adiknya datang ya!". ucap ipul memeluk putrinya senang.


"Adiva akan jadi kakak!". ucapnya senang.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2