
Pagi hari ipul melakukan kegiatan seoerti biasa. Walau istrinya sudah selesai koasnya. mereka tetap semangat melakukan rutinitas pagi.
Selesai mandi dan sholat subuh, Ipul sudah sibuk mencuci dan lely memasak sarapan untuk mereka. Lely membuat nasi goreng.
Sementara baby adiva yang sudah bangun sedari subuh bermain di baby strolernya yang di letakan di dapur dekat ruang cuci.
Ipul sesekali mengajak putrinya berbicara dan bercanda. hingga sesekali baby adiva tertawa.
Selesai mencuci dan menjemur pakaian, ipul memandikan putrinya itu.
Terdengar suara ipul bercanda dengan anaknya saat memandikannya. dan sesekali terdengar tawa baby adiva dan ipul dari dalam kamar mandi.
Dia memandikan di kamar mandi dekat dapur saja. sebab pakaian yang sudah di strika ada di ruang itu.
"Ayo sama bunda ganti bajunya ya sayang!". ucap lely mengendong bayinya yang dililit handuk oleh ipul karena sudah selesai mandi.
Lely sudah selesai memasak untuk sarapan, dan juga sudah di hidangkan di meja makan. lalu lely membantu memasangkan pakaian baby adiva. dan segera memberi asi.
Setelah baby adiva selesai minum asi, mereka sarapan bersama. baby adiva di dudukan di dalam baby strolernya, dekat meja makan.
Ipul sesekali menyuapi istrinya.
"Abang sudah selesai buat surat penguduran diri ke dealer?!". tanya lely di sela-sela suapan ipul padanya.
"Sudah. selesai sarapan abang siap-siap mau kedealer, menemui bos". ucap ipul menyuapi lely.
"Mm...". mulut lely penuh makanan.
"Nanti siang kita beres-beres. yang perlu saja bawa dulu. untuk beberapa hari.
Akhir pekan nanti kita bisa ambil keperluan lainnya. apa yang sikiranya perlu untuk disana, baru dibawa dari rumah". ucap ipul.
Dia sudah diberi tahu bang Zul, mereka cukup membawa pakaian saja, dan beberapa perlengkapan bayi.
Hanya kalau bisa membawa keperluan sehari-hari baby adiva. seperti baby stroler dan baby wolker.
"Baik bang. nanti aku siapkan mana yang perlu. abang tinggal mempak saja". ucap lely.
Mereka selesai sarapan dan lely membersihkan neja makan. dan ipul mengendong anaknya.
Biasanya setiap pagi waktu istrinya masih koas, ipul akan mengajak anaknya duduk di luar untuk berjemur sinar matahari pagi, sambil menunggu istrinya pulang dinas.
Apalagi waktu di rumah ibu ipul. ipul sesekali akan ikut membatu di warung ibunya. Dan akan berangkat bekerja setelah istrinya sampai di rumah.
__ADS_1
Ipul bermain sebentar di teras depan. Rumah ipul yang langsung menghadap matahari terbit.
"Abang berangkat seoerti biasa atau agak telat ke dealer?!". tanya lely sudah berada di teras.
"seperti biasa saja sayang. bos juga sudah ada pagi di dealer. bisa langsung bertemu". jawab ipul memberikan putrinya pada istrinya.
"Abang segera bersiap. sudah lewat pukul tujuh. biar adiva aku ajak main". ucap lely.
"Baik sayang. Abang siap-siap dulu". ucap ipul mencium pipi putrinya, dan mengecup kening istrinya.
Lalu ipul bersiap untuk berangkat ketempat kerjanya. untuk mengantarkan surat pengunduran dirinya.
.
"Kamu serius mau resign?!". tanya bosnya.
Saat ipul mendatangi ruang bos nya di dealer lantai dua.
Bosnya yang masih saudara jauh ayah mertua ipul.
"Iya pak, istriku sekarang sudah selesai koasnya. Dia akan ikut ujian untuk dokter umum.
Dan setelah itu istriku akan ambil spesialis".ipul menjelaskan pada bosnya.
"Tidak usah pak, aku mungkin akan buka usaha warung saja. Sebab dengan berusaha sendiri, aku bisa fokus menjaga anakku dan bisa terawasi. apalagi dia masih bayi".jawab ipul.
"Hhmm baiklah. aku paham. mertuamu pasti juga setuju jika kamu fokus pada anak dan istri. Aku tahu itu". ucap pak bos.
"Terimakasih pak. aku ingin yang terbaik untuk istri dan anakku". jawab ipul.
"Aku mengerti. dulu aku juga begitu. Aku menikah termasuk muda, umur dua lima lebih. aku menikah baru lulus kuliah dan baru bekerja di pemasaran produk makanan.
kami menikah saat istriku masih kuliah. Karena orang tuanya tidak mengizinkan kami pacaran. Kami disuruh nikah saja, meskipun istriku masih kuluah.
Istriku waktu itu masih kuliah di tingkat dua. dia tidak pernah cuti untuk melahirkan. untung saja dia melahirkan pas sedang libur semester.
Aku yang ingin fokus menjaga bayiku. agar kuliah istriku tidak terganggu dan lulus tepat waktu. Aku mundur dari pekerjaanku, waktu itu jadi sales makanan yang di antar ke toko atau warung.
Kamu tahu apa pekerjaanku setelah berhenti, agar fokus jaga anak waktu itu?!". ucap bossambil tertawa.
Ipul menggeleng.
"Mungkin kamu tidak percaya itu. Haha... Aku membuat kue kering dan makanan kecil. yang aku titipi di warung dan kantin kampus.
__ADS_1
Aku yang biasa jadi sales makanan pabrik, berubah menjadi sales untuk produkku sendiri. Tidak sulit sih. sama-sama menitipkan dagangan diwarung dan kantin.
Aku mengerjakan sambil menjaga bayi di rumah. Istriku juga membantu saat pulang kuliahnya. Dan saat tugasnnya juga selesai di buat". ucap bis
"Bapak bisa masak!?". tanya ipul.
"Bisa. ibuku penjual kue. ada kuekering dan kue kering. dan kamu pasti tahu, kue kering itu laku, kapan saja. Apalagi saat lebaran.
Aku,adik dak kakaku semua pasti bisa bikin kue. karena sering bantu ibu jika banyak pesanan.
Makanya waktu aku ingin fokus menjaga anak, agar kuliah istriku tidak terganggu. Aku sudah punya rencana untuk bikin kue dan cemilan.
Lebih memilih cemilan tahan beberapa minggu. agar membuatnya tidak tiap hari. dan dapat di stok banyak".ucap bos.
"Bapak bikin cemilan apa?. agar nanti jika aku punya waktu aku ingin juga mencoba". tanya ipul.
"Aku bikin ada kacang bawang, kacang pakai cabe, stik keju dan aneka kue. aku juga membeli grosiran aneka cemilan. dan aku bungkus kecil- kecil untuk tambahan macam jualanku". jelas pak bos.
"Wah ide bagus itu pak. akan aku ikuti ide bapak". ucap ipul bersemangat.
"Dan Alhamdulillah istriku lulus tepat waktu. Saat istriku lulus kami sudah punya dua anak haha..
Walaupun aku lebih banyak dirumah menjaga anak sambil mengolah atau membungkus cemilan. tapi rajin olah raga malam. untuk menambah momongan..haha". tawa bos.
Ipul hanya nyengir dan ikut tertawa. tentu dia juga begitu.
Mungkin karena rezeki anak dan istri. aku diajak oleh teman untuk bergabung di dealer ini. awalnya untuk menejer pemasaran. Dan baru tiga tahun ini aku menjadi pimpinan dan penangung jawab disini.
Dan saat istriku ingin bekerja juga, anak kami sudah sekolah. sehingga mereka tidak akan merasa ditinggal saat masih kecil.". jelas bos.
"Aku do'a kan kamu akan menjadi suami dan orang tua yang baik buat anak kamu kelak. Selagi masih kuat berusaha dan berdo'a. Pasti rezeki dari allah akan terus mengalir". ucap bos lagi.
"Aaminn". jawab ipul.
"Satu lagi. kamu itu harus menambah anak, setidaknya satu orang lagi. disaat istrimu masih kuliah. Agar nanti saat istri kamu mulai bekerja. anakmu tinggal di jaga dan masuk sekolah. kamu dan istrimu jadi lebih fokus bekerja mencari pemasukan". ucap bos memberi saran.
"Aku ingat itu pak, akan aku bicarakan nanti. setelah usahaku berjalan lancar". jawab ipul.
"Semoga. kamu harus semangat untuk berusaha". pak bos memberi semangat..
.
.
__ADS_1