
"Ada apa sayang?!". tanya ipul
Mereka rencana pergi ketoko lebih cepat. karena di rumah juga tidak ada yang akan di kerjakan.
Rumah bersih karena walaupun mereka merantau lebih lima tahun, tapi mereka setidaknya sekali sebulan tetap pulang. dan saat lebaran liburan sekolah juga menginap.
"Ayah bilang agar kita kesekolah baru adiva untuk mendaftar dan nengantar berkasnya. Agar besok adiva bisa masuk sekolah.
Ayah beberapa hari yang lalu sudah mendaftar secara lisan saja. sekarang kita membawa berkasnya!". jelas lely.
"Baik. sekalian kita juga mau ketoko!. berkasnya sudah ada kan?!". jawab ipul.
"sudah bang. semua berkas penting kemaren aku satukan semua dalam ransel itu!". tunjuk lely.
Mengambil rasel yang beisi berkas penting. Yang sudah di letakan rak buku besar di kamar mereka.
Lrly mencari berkas untuk sekolah Adiva. Setelah mengambil kembali meletakan ranselnya di rak.
"Ini bang!". ucap lely.
"Ayok. kita berangkat!". jawab ipul membimbing istrinya kekamar sebelah. tempat ketiga anak mereka bermain.
Maka mereka bersiap-siap pergi kesekolah baru adiva. karena mereka juga sudah bersiap untuk ketoko.
Sekolah baru Adiva tidak jauh dari rumah. masih searah dengan toko baru ipul. dan lewat sedikit beberapa bangunan.
di sepanjang jalan itu terdapat semua jenis tingkatan sekolah. Ada tk, sd, smp, sma dan juga kampus kesehatan.
Sama persis seperti ruko ipul di ibukota provinsi. berada di kawasan sekolahan. Jadi sangat berpeluang besar usaha fotocopy ipul, yang banyak pelanggan anak sekolahan pelajar dan mahasiswa i, juga pekerja.
Juga di pesimpangan jalan arah utara banyak kantor dan toko, dan disana juga dealer dan bengkel motor tempat kerja ipul dulu.
"ini sekolah baru Adiva Yah?!". tanya adiva saat mobil ipul memasuki gerbang sekolah.
Ya, gedung sekolah adiva sangat besar. karena ayah lely mendaftar dan memasukan adiva di sekolah yayasan islami.
Disini Adiva sekolah langsung mengaji. hingga sekolahnya sangat diminati oleh orang tua yang sibuk. Anaknya terjamin pendidikan dan pelajaran agama.
"Iya sayang. sekarang kita mendaftar dulu. besok adiva bisa masuk sekokah!". jawab ipul
"Nanti aku juga mau sekokah di sini!". ucap Rayhan.
"Aku juga!". ucap raysa.
__ADS_1
"Ok. kalau abang rayhan Dan Adik raysa ayah daftarkan disini. dua tahun depan masuk tk disini saja!". jawab ipul.
"Hore...". jawab si kembar.
"Tahun depan baru empat setengah umur mereka bang!". ucap lely.
"Tidak apa. dua tahun lagi lima setengah. jadi masuk sd umur enam setengah!. cukup kok untuk anak sekarang. tidak harus umur tujuh tahun masuk sd!". ucap ipul.
"Oh iya. dua tahun lagi sd!". ucap lely.
"Ayok. kita mendaftarkan kaka adiva sekolah!". ucap ipul saat sampai di parkiran.
"Ayok....". jawab mereka.
Mereka sangat senang melihat sekolah adiva. adivapun jadi bersemangat dan tidak sabar untuk segera masuk sekolah.
Setelah mendaftar tadi, lely langsung membeli pakaian sekokah adiva di koperasi sekolah.
Yang berbeda dari sekolah adiva sebelumnya hanya batik dan pakaian olah raga. Baju merah putih dan baju pramuka tetap sama. karena selokah sebelumnya juga memakai baju muslim.
Sepulang dari sekolah baru adiva. Mereka langsung ke toko baru ipul. yang jaraknya hanya beberapa ruko dan satu sekolah sma.
Sesampai di toko. ternyata semua barang sudah turun dan sudah berada di dalam toko.
Toko baru ipul juga berlantai dua. tapi hanya satu pintu.
"Ayah sendiri saja!". tanya ipul.
Mereka menyalami ayah saat mereka baru sampai di dalam toko. ketiga anaknya ikut menyalami kakek mereka. begitu juga lely.
"Yang bantu-bantu, ayah suruh pergi makan ke warung sana. nanti mereka balik lagi membantu menata toko ini!". jawab ayah ipul.
"Ayah tidak ikut makan?!". tanya ipul.
"Ayah belum lapar. Lagian ibu bilang akan mengantar makan siang. mungkin sebentar lagi sampai". jawab ayah.
Mereka duduk di tikar yang di bentang di lantai.
"Kamu lihat dan bagaimana susunan toko ini. biar nanti tinggal mereka bekerja sesuai arahan dari kamu!". ucap ayah.
"Hmm.. baik yah!". jawab ipul.
Ipul menata awal dalam fikiran saja. kalau di kota sebelumnya ada dua petak ruko. sementara ini hanya satu petak.
__ADS_1
Jadi ipul harus memaksimalkan tempat.
Tiga mesin disini, etalase, rak buku, komputer. Ok...
Ipul sudah dapat gambaran kasarnya.
"Diatas ada kamar tidak?!". gunam ipul sendiri.
"Aku mau lihat keatas yah!". ucap ipul.
"Lihatlah. itu tempat tidur dan lemari bisa untuk di atas. tempat istirahat". ucap ayah.
"Baik yah!". jawab ipul.
Lely dan ketiga anaknya mengikuti ipul kelantai dua toko.
"Bang. di tangga bawah sepertinya perlu di beri terali seperti ruko di toko lama. Agar terjaga privasi kita". ucap lely.
"Iya. tadi abang juga mikir begitu. kalau kita pakai karyawan, dibawah sudah ada kamar mandinya. tidak perlu kelantai atas". jawab ipul.
Ternyata di lantai dua hanya ruang lepas, lapang.
"Benar usul ayah tadi. tempat tidur anak-anak dan lemari taro saja disini. untuk mereka istirahat". ucap ipul.
"Iya. Apa perlu di sekat bang?!". tanya lely.
"Sekarang tidak usah. biar mereka bermain, belajar dan istirahat lebih tenang. kalau di sekat akan sempit terasa.
lantainya sudah bersih sepertinya. tinggal gelar karpet dan kasur santai". ucap ipul.
"Ok juga!". jawab lely.
ketiga anak mereka ikut melihat ruangan. sambil berlarian bertiga.
"Sepertinya mereka sudah datang". ucap ipul.
Ipul kelantai bawah. sementara lely dan ketiga anak meteka tetap di lantai dua.
Karena ipul akan menyuruh mereka nembawa tempat tidur dan lemari kelantai Dua.
.
.
__ADS_1