
"Bagaimana kalau hari rabu kita kekota P?!". ucap ipul.
"Boleh bang. dua hari ini kita bisa mengepak barang yang akan dibawa.
Kita akan mencari kosan langsung. agar cepat terlaksana niat abang buka usaha". semangat lely.
Ipul tersenyum melihat istrinya.
Baby Adiva yang melihat bundanya bersandar di dada ipul. juga ikutan duduk di pangkuan ayahnya.
"Anak ayah belum mengantuk ya. sudah waktunya tidur ya sayang". ucap ipul merebahkan putrinya untuk di tidurkan.
Tapi baby adiva malah pindah kepangkuan bundanya.
"Au mik...". ucapnya meraba sumber makanannya yang berada di tubuh bundanya.
"Iya boleh. tapi nanti malam gantian sama ayah. ayah juga mau tidur mik juga". ucap ipul.
Puk..
Lely memukul lengan suaminya.
"He. he...". ipul nyengir.
"kekamar adiva saja sayang. abang mau periksa kunci pintu dulu". ucap ipul pada istrinya.
Lely menaiki tangga untuk menuju kamarnya. Sebenarnya semenjak baby adiva lahir, kamarnya sudah disiapkan. tapi karena mereka sering menginap di rumah orang tua ipul kamar bayinya juga jarang di pakai.
Hanya tiap menginap di sini saja baby adiva tidur dikamarnya.
__ADS_1
Ipul memeriksa pintu dan mematikan lampu ruangan bawah. hanya lampu ruangan makan saja yang dihidupkan.
Lely memberi asi pada putrinya sambil tiduran. dan baby adiva pun tidak lama sudah tertidur.
Ipul memasuki kamar dengan membawa beberapa botol susu. jika anaknya minta dot. bukan asi.
"Sudah tertidur putri ayah. sini dipindahkan". ucap ipul memindah kan bayinya ke box bayi yang berada dekat lemari.
Ipul akan mendorong box bayi ke kamar Adiva. yabg berada di sebelah kamar mereka.
Sesampai di kamar bayi. ipul lalu memasang kelambu pada box itu. juga menambah selimut tipis di atas box bayinya.
Ipul pernah punya pengalaman waktu di rumah ibu. bayinya melihat aktivitas mereja yang sedang olah raga malam.
Makanya dia selalu menambah penutup di bagian atas kelambu box bayinya.
Sebab mereka sangat aktif kalau urusan ranjang. Lely istrinya ingin menunda dulu beberapa tahun ini.
Pakai balon saja katanya. jika suatu saat bocor tidak akan beresiko. jika pakai kb lain pasti akan mempengaruhi hormon ibu untuk ingin hamil lagi.
Selesai menutupi box bayinya yang berada di kamar bayi, sebelah kamar tidur mereka. ipul mematikan lampu utama dan menyisakan lampu tidur yang berada dekat tempat tidur bayinya.
Lalu ipul kembali kemamar mereka.
"Bang. apa kita cari kosan atau kontrak rumah dulu sebelum kita dapat tempat usaha di kota P?!". tanya lely sambil merebahkan tubuhnya di samping suaminya.
Karena dia tadi kekamar mandi saat suaminya menidurkan putri mereka di box bayi.
"Ikut saja besok. pasti bang zul sudah menyiapkan untuk kita tinggal". ucap ipul menyelimuti tubuh mereka.
__ADS_1
Ipul menarik istrinya kedalam dekapannya.
"Ya. pasti abang zul sudah menyiapkan". ucap lely menyusupkan wajahnya kedada suaminya itu.
Ipul merasa geli, hingga bulu halus di tubuhnya meremang. walaupun hampir tiap hari bersentuhan. tapi tubuh ipul selalu merespon sentuhan istrinya itu.
"Apa abang tidak keberatan untuk berhenti bekerja. dan ikut pindah menemaniku?!". tanya lely pada suaminya.
"Abang akan mengikuti kamu kemanapun kamu pergi. mungkin itu sudah takdir kita. punya istri yang bekerja, suami harus tetap mendampingi.
Sama seperti suami yang bekerja berpindah-pindah, istri juga harus mendampingi suami.
Makanya allah memberikan kamu suami yang tidak pegawai tetap. Bisa mengikuti istri yang bekerja.
Makanya dari awal kamu sembuh dan ingin meneruskan pendidikan dan ingin jadi dokter spesialis. abang sudah punya rencana lain dan sudah memutuskan untuk selalu mendampingi kamu.
Akan membuka warung sebagai pekerjaan abang. Apalagi kalau kamu nanti ikut tes negara untuk mengabdi kedaerah. bekerja ke pelosok. Tentu abang juga harus ikut mendampingi kamu. dan buka usaha warung juga dimana kamu di tugaskan". jawab ipul mengecup kening istrinya.
"Apa abang tidak merasa rendah diri?!". tanya lely.
"Tidak. kan abang juga buka usaha, walau warung kecil-kecilan". jawab ipul.
"Terima kasih bang". ucap lely terharu.
mereka saling mendekap dan saling terharu.
"Sayang. abang mau hm... ".
"Boleh.., aku juga...."
__ADS_1
.
.