Istriku Lely

Istriku Lely
Hari Pertama


__ADS_3

"Baik. Kita akan buka toko pukul tujuh. Kamu harus siapkan tenaga exstra bekerja dari pagi hingga malam". ucap ipul tersenyum pada jefri.


"Siap bang. bekerja pagi hingga malam tidak masalah bang. kalau toko ramai amplop akhir pekanku pasti tebal bang... haha...". ucap jefri tertawa.


"Itu pasti. bahkan bisa pakai amplop besar sekalian. insya allah". ucap ipul semangat.


"Iya bang. aku senang abang semangat juga di toko. aku jadi semakin tidak sabar untuk mengisi liburanku dengan mengejar rupiah". jawwb jefri tanpa malu-malu.


"Bang fotocopy ini tiga rangkap". datang tiga mahasiswi memberikan sebuah berkas yang terdiri beberapa lembar.


"Baik dek". jawab jefri mengambil berkas yang diberikan.


Ipul yang masih mengendong adiva mengambil baby walker anaknya ke ruang samping. dan meletakan bayinya kedalamnya. Lalu menempatkannya di dekat pintu penghubung toko dengan yang sebelah.


Tidak lupa menahannya dengan sebuah kardus agar tidak bergerak.


Ipul juga ikut membantu pelanggan toko atk yang membeli perlengkapan belajar.


"Bang minta pena ini sama ini". tunjuk seorang mahasiswi.


"Bang map wana merah satu!".


"Bang isi binder besar satu".


Ternyata toko mereka ramai pagi ini. banyak juga mahasiswi dan mahasiswa yang memfotocopy, memprint tugas, mengetik tugas. membeli perlengkapan belajarnya.


Jefri dan ipul sibuk melayani. Ipul melayani pembelian dan pembayaran, jefri sibuk memoto copy. Karena ipul belum bisa.


"Bang. ini printnya dua puluh tujuh lembar". ucap mahasiswi tadi yang pertama datang. memberikan berkasnya dan uangnya pada ipul.


Ipul memasukan berkas yang baru di print kedalam plastik bening, dan mengembalikan uang kembaliannya.


karena kemaren sudah di beritahu jefri harga fotocopy dan print. Daftar harga juga sudah terpanjang di kotak barang atau meja kasir.


"Terima kasih bang. untung tempat fotocopy abang lekas buka. bisa cepat tugasku selesai". ucapnya sambil menerima uang kembalian.


"Insya allah kami akan buka pukul tujuh. biar bisa membantu semua". jawab ipul.


"Iya bang. Banyak tugas kami harus di lengkapi dan memprint dipagi hari. tempat lain buka pukul delapan. Padahal kita masuk pukul delapan.

__ADS_1


kita- kita yang butuh pagi terpaksa pergi kedekat sma sana berebut pula dengan yang lain. jauh juga, bisa telat masuk kelas". curhat yang lain


"Iya bang. kami-kami yang tidak punya laptop pun kadang kalang kabut mencari tugas pagi-pagi. karena tugasnya baru semalam dikirim". tambah yang lain.


Banyak curhatan mereka pagi ini.


Ipul mendengar curhatan mereka. pantas baru buka tadi ramai mahasiswa i datang untuk berbagai keperuan, membeli atk, fotocopy, mengetik tugas sertra memprintnya.


Padahal baru pukul setengah delapan. Mereka bergantian memakai komputer untuk mengetik dan memprint. Jefri beberapa kali menambah kertas di printernya.


"Terimakasih bang. untung tempat abang buka pagi"


"Pagi terus buka bang, biar kami terbantu".


"Iya bang...."


"Iya bang..."


"Iya..."


Banyak ucapan mereka yang senang toko ini buka jam tujuh pagi.


Menjelang pukul delapan bertambah ramai yang datang, ipul dan jefri semakin sibuk.


Sesekali ipul melihat baby adiva yang sibuk sendiri dengan mainan krincing-kricing yang tergantung di baby walkernya.


"Kamu sudah sarapan jef?!". tanya ipul disela kesibukan.


"Sudah bang". jawab jefri.


"Kamu harus segera mengajarkanku untuk meng operasikan mesin fotocopy jef. biar kita bisa kerja sama.


Mesin aku lihat ada tiga". ucap ipul.


"Iya bang. untuk fotocopy standar abang sudah bisa kok. seperti ini. ciba abang yang mengerjakan". ucap jefri memberi tiga lembar kertas.


"Ini posisinya begini. kalau rangkap tekan ini berapa maunya. kalau hanya satu lembar langsung tekan ini. coba bang lembar kedua. dia cuma satu lembar". ucap jefri.


Ipul mengerjakannya pada lembar kedua, lalu lembar ketiga. berhasil.

__ADS_1


"Ya. abang bisa untuk foto copy standar". ucap jefri.


jefri memberitahu ipul sambil melayani yang datang.


"Mesin ini untuk ukuran kertas folio, yang dua sebelah untuk ukuran kwarto. biasa semua tugas disini memakai ukuran kwarto. yang folio untuk orang kantoran.


Sebenarnya semua mesin bisa memakai ukuran keduanya. Tapi bang zul kemaren katanya agar bisa abang bisa membedakan, karena masih tahap belajar. belum bisa nenganti kertas". Jelas jefri.


Ipul mengangguk paham.


"Sengaja tiga mesin fotocopynya, supaya saat yang mau fotocopy beriringan datang abang juga bisa mengerjakannya. biar cepat bisa". tambah jefri.


"Oo.. aku akan belajar". ucap ipul.


Tidak lama Lely datang ketoko, dia tersenyum melihat kesibukan suaminya dan jefri.


"Sibuk bang!". tanya lely.


"Lumayan". ucap ipul tersenyum memfotocopy berkas pelangan yang baru datang.


"Sudah bisa sepertinya". ucap lely saat ipul bisa mengerjakannya.


"Sudah. kan di privat oleh jefri". jawab ipul tersenyum sambil memfotocopy.


Lely mengendong putrinya yang nyaman den tidak rewel. Melihat ramai pengunjung. tiga komputer berisi, bahkan ada yang antri sepertinya.


Juga ada yang memotocopy tugas. Sibuk terlihat ipul dan jefri.


"Semangat!!". ucap lely mengepalkan tangannya.


Ipul membalas mengepalkan tangannya juga.


Jefri melihat hanya tersenyum saja, melihat pasangan muda itu.


.


.


Like dan komennya ottor tunggu ya teman ... 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2