Istriku Lely

Istriku Lely
Berkemas


__ADS_3

"Bawa pakaian seperlunya saja sayang. Yang penting-penting saja. nanti setelah kita tahu sebesar apa tempat tinggal kita, baru kita rencana bawa apa yang di perlukan. kita juga akan sering pulang". ucap Ipul saat lely memilih pakaian yang akan di bawa.


"Baik bang. Abang ya memasukan ke koper nanti". jawab lely.


"Taro saja di atas karpet dekat lemari, biar abang kemas. Yang penting keperluan Adiva jangan kurang". ucap Ipul.


Mereka tidak jadi berkemas kemaren. kemaren mereka mencuci dan kenyetrika saja. dan hari ini berkemas, agar nanti malam tinggal memasukan keatas mobil. karena besok pagi akan berangkat.


Ipul sedang tiduran dengan baby adiva di karpet tebal di lantai kamar.


Baby adiva yang tengkurap sedang merangkak di atas karpet.


"Ayo... anak ayah pasti bisa". ipul mengangkat anaknya telungkup di atas tubuhnya.


Terdengar tawa ipul dan adiva yang sedang bermain dan bercanda.


Lely yang sedang memilih pakaian yang akan dibawa tersenyum melihat suami dan anaknya bermain dan tertawa.


Dia meletakan pakaiannya dan pakaian suaminya di lantai dekat kasur. Juga mengambil pakaian yang ada di ruang strika dan pakaian anaknya.


Semua sudah terkumpul, tinggal dikemas saja oleh ipul.


"Sudah bang. tinggal abang kemas saja lagi". ucap lely duduk di dekat suami dan anaknya.


"Baik. biar abang selesaikan. Kamu jaga adiva ya". ucap bangun dari rebahannya.


Ipul meletakan bayinya di kerpet, dan menciumi wajah baby adiva. membuat bayinya tertawa.


"Haha .. ha.... Abang berkemas ya!". ucap ipul mencium kening istrinya.


Lely mengangguk kan kepalanya. mengambil alih bermain dengan baby adiva.


Baby adiva tahu bundanya yang ajan menjaganya. dia merengek minta di gendong.


"Uh anak bunda, pasti haus ya habis main sama ayah". ucap lely mengendong anaknya.


Lely membawa anaknya keatas kasur, lalu memberi asi pada anaknya sambil tiduran.


"Capek dan haus dia sepertinya. dari tadi main". ucap ipul melihat sekilas kepada istri dan bayinya yang tiduran.


"Iya bang, mengantuk juga". jawab lely.


Dari pagi setelah selesai dimandikan dan berjemur, adiva belum ada tidur. padahal sudah pukul sepuluh pagi. dan tadi pagi sudah bangun sebelum subuh.


Ipul menyusun pakaian yang sudah disiapkan istrinya kedalam dua koper besar, yang sudah disiapkan.


Selesai memasukan semua, ipul menaro kedua koper tersebut ke luar kamar. nanti saat turun akan dibawa sekalian.

__ADS_1


Lely yang dari tadi selesai menidurkan bayinya sedang berada di dapur. dia memilih peralatan makan dan perlengkapan bayinya untuk dibawa juga.


Menjelang sholat ashar pekerjaan kemas mengemas selesai. semua sudah dipak oleh ipul. dan ipul sudah membawa danmeletakan di ruang bawah.


"Bang. kita bawa televisi ngak ya?. kan disana perlu juga untuk hiburan di warung". ucap lely.


Saat mereka santai sejenak di ruang televisi, setelah sholat ashar dan selesai berkemas. Karena menjelang magrib mereka akan kerumah orang tua ipul untuk berpamitan.


"Boleh. televisi yang dikamar saja bawa, labih kecil". ucap ipul.


Ipul tidak tahu. apakah ruko yang di sewakan untuk mertua dan abang iparnya sudah dilengkapi televisi. makanya dia usul bawa yang dikanar saja.


"Yang dibawah saja bang. biar puas menontonnya nanti". ucap lely.


"Kalau ruangan kecil bagaimana. kan televisinya besar?!". ucap ipul.


"Tidak apa, tarok diujung ruangan saja". ucap lely.


"Ok. abang ikut saja". jawab ipul.


Seharian ini mereka sibuk dari pagi sampai ashar, mengemas dan mempersiapkan apa yang akan dibawa.


Lely memilih semua yang akan dibawa, sementara ipul menjaga baby adiva. Saat ipul mengemas semua yang disiapkan lely, lely yang menjaga Adiva.


Dan menjelang magrib mereka berangkat kerumah orang tua ipul untuk pamit.


Keesokan harinya setelah sholat subuh dan sarapan pagi. mereka bersiap-siap untuk berangkat.


Mereka rencana berangkat pukul delapan. Setelah kesibukan pagi di jalanan sedikit mereda. jalanan yang ramai tidak menganggu perjalanan mereka jika mereka berangkat nantinya.


Lely mempersiapkan sarapan pagi dan juga sedikit bekal untuk diperjalanan. karena mereka santai saja saat di perjalanan nanti.


Ibu lely tidak ikut mengantar mereka ke kota P. hanya melepas dari rumah saja. karena ayah bekerja. ayah dan ibu akan menyusul akhir pekan nanti.


Tiga jam perjalanan, sampailah mereka di kota P. Mereka langsung menuju alamat yang di beri tahu abang Zul.


Lely yang hafal lokasinya karena sangat dekat dengan kampusya. langsung menuju kesana.


"Bang. Ruko yang mana ya?. Kata bang Zul ruko sebelah kiri menjelang gerbang kampus. Ini semua sudah berpenghuni?". tanya lely saat melihat deretan ruko yang terbuka semua. tidak ada yang kosong.


"Coba telfon bang zul dulu sayang. Abang juga tidak tahu. atau mungkin ruko yang sebelah kanan gerbang sana". ucap ipul .


"Mungkin saja bang. tidak mungkin lah kita menempati ruko yang sudah ada penghuninya". ucap lely mencoba menelfon abangnya.


Ipul melihat sekeliling. Dia parkir di pinggir jalan, depan deretan ruko. banyak deretan ruko disana.


Namanya di dekat kampus ruko nya ramai di kunjungi para mahasiswa dan mahasiswi.

__ADS_1


Berbagai macam isi yang di jual.


Ada beberapa warung makanan berbagai merek, dari yang tradisional sampai yang kekinian. Ada beberapa toko buku dan alat tulis.


beberapa tempat foto copy, karena pasti dibutuhkan semua. Juga ada toko pakaian.


Apakah di daerah sini mereka dikontrakan ruko untuk tinggal dan berusaha. pasti mahal sewa rukonya. pikir ipul.


"Assalamualaikum bang... kami sudah berada di depan ruko bakso pak de". ucap lely.


"......".


"Sebelah..... yang paling tepi?".


"....."


Lely melihat kearah depan.


"Depan bang. yang paling tepi kata bang zul, cat orange". ucap lely menunjuk ruko blok depan mereka berdiri.


"Sudah di depan ruko orange bang... yang mana?!".


"......"


"Baik.. assalamualaikum!". ucap lely menutup pangilan telfonnya.


"Abang. kata bang zul parkir masuk saja ke depan ruko itu". ucap lely pada ipul.


Sebuah toko atk dan fotocopy. Ipul memarkirkan mobilnya di depan ruko itu.


"Abang zulnya mana?!". tanya ipul melihat sekeliling.


"Katanya dia akan keluar. itu abang Zul!!". ucap lely melihat abangnya keluar toko bercat orange itu.


Bang Zul menyuruh ipul maju parkirnya, dibawah kanopi. Dan ipul memajukan mobilnya.


Bang zul membuka pintu mobil samping, arah lely duduk. Bang zul mengambil dan mengendong keponakannya Adiva, yang sedang tertidur di pangkuan lely.


"Ayo masuk dulu. abang mau memperlihatkan sesuatu untuk kalian". ucap bang Zul.


Ipul dan Lely mengiringi bang Zul yang sedang mengendong Baby Adiva.


Bang Zul memasuki ruko bercat orenge yang berada di sebelah. Sebuah toko atk dan fotocopy.


"Ini tempat usaha untukmu Pul. semoga kamu senang dan bisa mengelolanya". ucap bang Zul sambil duduk di balik etalase.


Lely dan ipul saling pandang.

__ADS_1


__ADS_2