Istriku Lely

Istriku Lely
Rumah Sakit


__ADS_3

"Kita naik motor atau pakai taksi online pergi kerumah sakit?". tanya ipul pada lely sambil menyisir rambutnya.


"Naik motor saja bang". ucap lely sambil menyandang tas yang sudah berisi berkas yang akan dibawa kerumah sakit.


Ya, Pagi itu Lely di temani Ipul kerumah sakit dengan mengendarai motor Ipul. lely sudah biasa menaiki motor.


Karena lely memang lebih suka naik motor. Dulupun saat kuliah dan koasnya lely lebih suka pakai motor.


Mereka berangkat pukul setengah delapan, agar mereka sampai dirumah sakit daerah kurang jam delapan.


Jarak rumah sakit daerah tidak begitu jauh dari perumahan mereka. kalau naik motor hanya sepuluh menit, kalau tidak ada kemacetan.


Sesampai di rumah sakit mereka langsung menuju ruangan pimpinan rumah sakit, yang sudah diberitahu oleh satpam dimana ruangan pimpinan rumah sakit.


Ruangan pimpinan rumah sakit berada di lantai empat.


Lely sudah di beri nomor ponsel dokter senior itu oleh bang zul dan kemaren lely sudah mengabarkan kalau hari ini akan menemui dokter senior dan pimpinan rumah sakit daerah.


Dokter senior itu mengabarkan agar lely langsung menuju di ruang pimpinan pukul delapan lewat. karena dia sudah mengabarkan pimpinan rumah sakit kalau lely akan datang untuk pengajuan koas.


Makanya lely jam delapan sudah ada di depan ruang pimpinan rumah sakit. Agar lely yang menunggu mereka.


Lely dan ipul duduk di kursi sofa yang berada di tengah-tengah ruangan. Di depan sofa itu ada beberapa ruangan kaca buram tempat karyawan bagian kantor rumah sakit bekerja. Yang lely tidak tahu bagian apa saja.


Dan ruangan pimpinan rumah sakit nampak di ujung kiri, karena ada tulisan 'DIREKTUR' di sisi pintunya.


Beberapa menit lely dan ipul duduk di ruang tunggu yang ada di depan ruang pimpinan rumah sakit, datanglah dokter yang lely yakin pimpinan rumah sakit itu, mereka ada dua orang dokter. lely berdiri saat para dokter itu melewatinya.


Lely tidak tahu yang mana pimpinan rumah sakit dan yang mana dokter senior yang akan membimbingnya nanti saat koas.


Para dokter itu memandang kearah lely yang berdiri, lely mengangguk kan kepala kepala kepada para dokter yang lewat dan dibalas angukan juga.


"Kamu Lely yang akan koas?". Tanya salah satu dokter itu.


"Iya Dokter, saya lely. Nurlaely Saadah". jawab lely.


"Baik, aku sudah dikabarkan oleh dokter Faisal kalau kamu akan datang. mari ikut keruang pimpinan". Ajak dokter itu.


"Baik dokter, terima kasih". jawab lely mengangguk. "Abang...."


"Abang menunggu di luar saja, Menyemangatimu dari sini. Semoga kamu bisa". ucap ipul memotong ucapan lely.


"Baik bang". ucap lely mengikuti para dokter tadi menuju pintu pimpinan rumah sakit daerah.


Tidak lupa membawa berkas yang sudah dia persiapkan tadi di rumah.


Tok

__ADS_1


tok


tok


Salah satu dokter mengetuk pintu ruangan pimpinan itu.


Pintu dibuka dari dalam.


"Silahkan masuk dok". ucap seorang wanita yang membuka pintu tadi.


Lely mengikuti para dokter itu masuk. Ternyata pimpinan rumah sakit bukan dari dokter yang berdua tadi, dan pimpinan sudah ada didalam ruangan itu.


"Silahkan duduk!". ucap pimpinan itu sambil menutup berkas yang sedang dipegangnya.


Setelah lely dan para dokter duduk disofa yang ada di tengah ruangan pimpinan rumah sakit, wanita yang membukakan pintu tadi nampak menerima beberapa berkas yang di berikan pimpinan padanya. Dan dia pamit untuk keluar ruangan.


Dan salah satu dokter tadi juga diberikan beberapa berkas, dan kemudian dokter itu pamit. Tinggalah lely berdua dengan dokter yang menyapanya tadi.


Pimpinan rumah sakit pun menuju sofa tempat kami duduk.


"Oh ya.. kamu yang akan koas ya?". tanya pimpinan rumah sakit kepada lely.


"Iya pak, saya Nulaely Saadah, yang akan koas di rumah sakit ini. mohon bimbingan. ini berkas saya pak" ucap lely memberikan berkasnya.


"Pihak rumah sakit sudah mendapatkan email dari kampus kamu, kalau kamu akan koas disini." ucap pimpinan rumah sakit.


"Ini dokter adam, akan menjadi dokter pembimbing kamu. beliau adalah dokter bedah, dan juga pengawas di igd. maka kamu akan dinas di igd, dan jika dokter adam butuh pendamping saat operasi maka kamu akan ikut". ucap pimpinan rumah sakit.


Mereka bertiga membicarakan mengenai koas lely serta diarahkan dimana lely bertugas dan semua aturan dan pekerjaan yang akan lely laksanakan.


"Baik pak, saya akan melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik dan sunguh-sunguh. terimakasih telah diberikan kesempatan untuk mengabdi". ucap lely senang.


"Setelah ini dokter adam akan mengajak kamu keruang hrd untuk kamu mengambil jadwal dan registrasi, agar kamu bisa mendapatkan kokarde dan absen.


Juga akan mengunjugi igd untuk pengenalan dengan perawat disana". ucap pimpinan rumah sakit.


"Baik pak". jawab lely.


Karena lely akan ditugaskan di igd, dan dokter yang masuk bersamanya tadi akan menjadi pembimbing lely, dokter Adam namanya, dokter alhi bedah.


Setelah hampir satu jam berada di ruang pimpinan lely. dan menerima tugas dan jadwal kerja lely. Mereka bersalaman sebelum keluar ruang pimpinan.


Sesampai diluar Ipul yang sedang menunggu berdiri saat melihat istrinya keluar.


"Bagaimana sayang?!". tanya ipul tidak sabar.


"Alhamdulilkah bang". ucap lely tersenyum mendekati ipul. "Ini mau daftar nama ke hrd dan akan mengunjungi igd bersama dokter adam, karena aku ditugaskan di sana". terang lely.

__ADS_1


Dokter Adam juga mengikuti lely kearah ipul, karena dia akan mengajak lely ke ruang hrd dan berkunjung ke ugd.


"Dokter Adam, kenalkan ini suamiku. Bang ini dokter Adam yang akan membimbing aku selama koas". ucap lely memperkenalkan mereka.


"Ipul". ucap ipul menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


"Adam". ucap dokter adam menerima tangan ipul.


Dokter adam yang mengiringi tadi terlihat kaget, mendengar lely sudah menikah. Dia mengira lely datang dengan adiknya, karena wajah ipul masih seperti anak sma atau sedang kuliah.


"Terima kasih dok, mau mendampingi istri saya". ucap ipul tersenyum.


"Sudah tugas saya bang". ucap Dokter adam. Yang merasa ipul seumuran dengannya karena sudah menikah. tapi berwajah imut.


"Pangil ipul saja dok, saya rasa dokter umurnya diatas saya". ucap ipul malu, karena dipangil abang. karena menurutnya dokter adam seumuran drngan abang Zul, abang lely.


"Oh. memang umur kamu berapa?!". tanya dokter adam.


"Dua tiga dok".


"Hah... pantasan wajah kamu masih muda, saya kira hanya wajah yang kamu masih muda dan saya pikir kita seumuran". jawab dokter Adam kaget.


"Muda dari mana dok, sudah punya istri". jawab Ipul hanya tersenyum malu.


"Iya, dari umur saya kamu lebih muda". ucap dokter adam.


"Kita ke hrd dulu ya dokter lely". ajak dokter adam.


"Baik dok". jawab lely. "Abang...".


"Abang tunggu di kantin saja ya, nanti kalau sudah selesai kabarkan saja". potong ipul.


"Baik bang" jawab lely.


"Ayo.. permisi ya ipul". ucap dokter adam.


"Silahkan dokter". ucap ipul.


Dokter adam berjalan berdampingan dengan dokter adam. Dan ipul pun pergi ke bawah, dekat ruang tunggu di loby rumah sakit.


Mau kekantin seperti ucapannya tadi pada lely, dia belum lapar. makanya ipul berniat dia duduk saja di ruang tunggu depan, tempat pendaftaran pasien yang akan berobat.


"Ipul....". pangil seseorang


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2