
Pukul sebelas kurang ipul berjalan menjemput adiva sekolah. adiva keluar pukul sebelas karena kelas satu sd.
Si kembar tidak ikut karena bundanya dirumah. biasa mereka juga tidak akan ikut menjemput adiva karena ipul memakai motor.
Sikembar akan di toko atau menonton berdua di rumah, berbahaya membawa tiga bocah memakai motor.
Sementara ipul menjemput adiva, lely menyiapkan makan siang. untuk mereka makan siang nanti.
Tadi lely yang memasak untuk makan siang sambil bermain dengan si kembar. dan ipul membantu di toko menjelang menjemput Adiva.
"Assalamualaikum...!". ucap adiva saat sampai ditoko.
"waalaikumussalam...". jawab semua yang ada di dalam toko.
Karyawan dan semua pelangan tersenyum melihat adiva. Para pelanggan yang sering datanh sudah kenal dengan adiva yang ceria dan murah senyum.
Adiva beriringan berjalan dengan ayahnya masuk ke toko. dan berdiri di depan terali depan tangga. karena dia tidak bisa membuka pintu terali di tangga. Membuka sepatu dan menaronya di rak dekat tangga.
"Adek.!! Bunda..!". pangil adiva.
sesampai di atas sambil berlalu kekamar mandi mencuci kaki dan tanggan. dan juga kekamar untuk menganti baju.
Ipul dan lely membiasakan adiva untuk sekalu mencuci kaki dan tangan setiap baru sampai di rumah. sepulang sekolah harus menganti baju.
"Kakak!!". jawab sikembar melihat kakaknya yang baru pulang sekolah.
Ipul tidak ikut keatas, karena istrinya ada dirumah. dan akan membantu adiva mengambilkan baju ganti.
Tadi sebelum menjemput adiva, istrinya memberikan berkas yang akan digunakan untuk ikut tes pekerjaan di pemerintahan.
Dan ipul memotocopy semua berkas yang telah di siapkan istrinya.
Selain mendaftar online di link resmi pemerintah, fotocopy juga harus ada dibawa saat akan ikut tes tertulis.
__ADS_1
Ipul membantu sebentar di toko, karena pelangan sedikit ramai.
Setelah pelangan tidak ada yang menunggu, ipul menuju lantai atas rumahnya. untuk makan siang dan sholat zuhur.
"Sayang, ini berkasnya!". ucap ipul saat sampai di atas.
"terima kasih bang!". ucap lely.
Menerima berkas ijazah lely yang asli dan fotocopy. lalu menyimpan semuanya di kamar.
"Anak ayah bikin apa?!". tanya ipul mendekati ketiga anaknya yang sedang bermain.
Adiva dan adek raysa bermain boneka, dan abang rayhan bermain mobil-mobilan.
"main boneka yah".
"Main mobilan yah!".
Jawab anaknya.
Kemasi mainannya sebentar. nanti main lagi!". ucap ipul.
"Baik yah!". jawab mereka.
Mereka menyusun mainan mereka di rak kayu yang bersandar di dinding, yang berada di bawah televisi yang di tempel ke dinding.
"Selesai?!. kalau sudah kita berwudhu yuk!. sudah terdengar azan". ajak ipul.
Azan Zuhur terdengar dari mesjid yang berada di jalan utama lampu merah depan sana.
Kedua putri ipul langsung duluan berwudhu, diiringi oleh lely.
Selesai lely dan kedua putrinya keluar kamar mandi, ipul dan putranya berdua langsung berwudhu.
__ADS_1
Mereka sholat berjamaah dengan ipul sebagai imamnya.
Selesai sholat, mereka makan sumiang bersama. Ipul membantu lely menyiapkan makan siang mereka. Makan lesehan di karpet.
Anak-anak dibiarkan makan sendiri. Agar mereka bisa mandiri. mau belepotan atau berantakan. ipul dan lely hanya bilang untuk hati- hati makan, besok jangan betantakan lagi.
.
"Bang, aku masuk tes untuk dokter di pemerintahan". ucap lely saat mereka akan tidur.
Seminggu yang lalu berkas untuk tes sudah lely kirim ke link pemerintahan. tentu dokter yang lolos tes akan di sebar pada kabupaten kota seluruh provinsi
"Semangat sayang. semoga kamu bisa lolos!". ucap ipul mendekap istrinya.
"Terima kasih bang!". ucap lely membalas dekapan suaminya.
"Abang do'akan kamu lolos tes. dimanapun ditugaskan abang dan anak-anak akan ikut". ucap ipul.
"Bang...!". pangil lely.
"Hmmm. ada apa sayang?!". tanya ipul.
"Mau!". ucap lely tersenyum
Ipul paham dengan ucapan istrinya itu. sebab, baik lely dan dirinya. sangat terbuka kalau urusan olah raga malam. Mereka tidak sungkan untuk minta duluan.
Walau hampir tiap malam.
Dan.
"Terimakasih sayang!". ucap ipul.
memeluk tubuh polos isrinya yang dia buat lelah.
__ADS_1
.
.