Istriku Lely

Istriku Lely
Abang....


__ADS_3

Selesai melaksanakan sholat isya, dan makan malam bersama. mereka masih mengobrol sejanak.


Saat akan tidur lely tidak membolehkan ipul tidur di atas kasur, ipulpun mengalah. Dan tidur di karpet tebal di tengah kamar.


Mereka tidur dengan saling diam. Ipul yang belum mengantuk hanya membaca buku sebentar.


Jam sudah menunjukan pukul sebelas malam, tapi mata ipul tidak juga mau terpejam. Ada yang kurang saja rasanya. Tapi entah apa.


Dia melihat istrinya yang tidur agak gelisah, tapi ipul takut untuk mendekat, karena sebelum tidur tadi lely marah, karena ipul tidak mematikan lampu, agar menganti lampu tidur saja.


Padahal biasanya ipul tahu, lely takut, kalau lampunya dimatikan. Dia akan memeluk ipul kalau tidur. Akhirnya ipul menghidupkan lampu tidur yang berada di dekat rak buku.


Ha... Pasti ipul tidak bisa memejamkan matanya karena tidak memeluk istrinya. Mungkin juga istrinya itu gelisah tidurnya karena tidak memeluk istrinya. Pikir ipul tersenyum.


Dia kembali tidur telentang, mudah- mudahan bisa tertidur, karena besok dia akan bekerja.


"Abang....."


"Abang....."


Antara tidur dan tidak, ipul mendengar istrinya memangil dirinya. Tapi karena mata ipul baru terpejam dan belum bisa terbuka, dia membiarkan sebentar. Sampai matanya bisa dibuka baru akan mendatangi istrinya.


"Abang....."


"Abang...."


"Hm....". jawab ipul yang masih tertidur.


Tiba-tiba ipul dikejutkan dengan datangnya lely yang memeluknya tepat di atas tubuh ipul yang sedang tidur telentang sambil menangis terisak.


Ipul yang masih setengah sadar langsung terbangun, mendengar isakan istrinya.


"Sayang.. kenapa kamu menangis?! Gelap ya?". ucap ipul membalas pelukan lely dan mengelus punggung istrinya itu.


"Abang kenapa tingalin lely tidur sendiri?!". rajuknya.


"Abang tidak meningalkan lely, kan abang tidur di bawah". ucap ipul mengecup kening istrinya yang bersandar didadanya.


Posisi yang lely suka saat tidur. Lely masih menangis. Ipul melihat jam dinding yang kelihatan jarum jam ketika gelap. Masih pukul dua malam.


"Ya sudah, kamu tidur ya". Ucap ipul mengelus-elus punggung lely, sampai lely tertidur. Ipul yang sudah biasa tidur di timpa lely pun tertidur sambil memeluk lely, akhirnya tertidur juga. Sama-sama nyenyak. Zzzz..


Menjelang subuh ipul sudah bangun, tapi dia tidak berani bangun, untuk memindahkan lely, bisa di amuk lely nanti. Kan lely pindah tidur memeluknya saat setengah sadar.


Dan mungkin saja dia tidak ingat kalau dia yang datang tidur memeluk ipul. Ipul yang sebenarnya sudah pegal, mencoba mengerakan ujung jari kakinya, agar lemas sejenak.


Tiba-tiba lely bergerak di atas tubuh ipul. Dan ipul pun bergetak spontan, karena gerakan lely yang spontan membuat ada yang terganggu.


Ipul memeluk erat lely agar berhaenti bergerak. dan.....


"Kenapa kamu memelukku?!". tanya lely turun dari tubuh ipul bergegas.


"Sayang, kan boleh memeluk istri sendiri. Tidak dosa kok". jawab Ipul mengerakan tubuhnya yang kram, karena di timpa lely dua jam.


"Jangan cari kesempatan deh!". pelotot lely.

__ADS_1


"Kamu sebaiknya berwudhu dulu, sebentar lagi azan". ucap ipul mulai mengerakkan tubuhnya miring kekiri dan kekanan, dan.


Krekk..


Bunyi tulang ipul yang saat dia bangun dari rebahannya.


Lely memperhatikan ipul yang meregangkan tubuhnya berdiri.


Krek....


Memegang ujung jari kakinya menungging.


krek...


"Kenapa?". tanya lely.


"Tidak apa-apa". jawab ipul.


"Ooo....".


Tapi lely tetap memandang ipul tepat, dia merasa ada sesuatu yang salah.


"Kamu duluan kekamar mandi atau abang?".


"Kamu saja duluan". ucap lely, dia belum mau memanggil abang, karena masih syok saja sudah punya suami.


"Baik. Tapi aku mau mandi sekalian". ucap ipul membawa baju handuk.


Ipul berjalan masuk ke kamar mandi berjalan pelan sambil memegang pinggangnya.


Dia memikir-mikir, kenapa dia bisa pindah ke karper, tempat ipul tidur. dan bahkan tidur di atas tubuh ipul. Aneh, pikirnya.


Dia membersihkan tempat tidur dan melipat selimut. Saat melipat selimutnya lely ingat, dia mencari- cari ipul di kasur, sambil meraba- raba kasul, dan memanggil abang.


Apakah dia memang tidur selalu memeluk Ipul itu?. Apakah memang begitu kebiasaannya tidur selama ini?. lely memijit keningnya karena berdenyut.


Lama dia memikirkannya, tapi hanya samar, dia belum bisa mengingatnya.


Ipul, keluar kamar mandi. Dan melihat istrinya yang bengong duduk di tepi tempat tidur yang sudah di rapikan, bahkan selimut yang ipul pakai semalam juga sudah di lipat di atas kasur.


"Sayang.Air hangat sudah abang isi di bathtub, kamu mandi segera. Sebentar lagi azan subuh. Kita jamaah sholatnya". ucap Ipul memberikan baju handuk dan handuk untuk rambut.


Lely menerimanya, dia merasa ada yang kurang, tapi apa ya?. Dia masuk saja ke kamar mandi. Apa ya? pikirnya bingung.


Ipul memakai sarung dan baju kokonya karena akan sholat, dia membentang sajadah. Sambil menunggu istrinya dia membaca Al-qur'an sambil duduk di sajadah.


"Abang...."


Tiba-tiba istrinya memangil, ipul buru-buru masuk kamar mandi. Takut istrinya kenapa-kenapa.


"Ada apa sayang?!". ucap ipul ngos-ngosan, kerena berlari cepat kekamar mandi.


"Sampo in rambut lely, gatal". Ucapnya.


Ipul mengambil sampo di rak tepi bathtub. Dan mulai menyampoi rambut lely, dan lely sibuk menyabuni seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Ipul membilas rambut lely seperti biasa yang dia lakukan, sampai bersih. Lely menikmati pijitan ipul.


"Astaghfirullah...". ucap Lely saat membuka matanya setelah ipul selesai membilas rambutnya.


"Kenapa kamu masuk?!". teriak lely melotot pada ipul dan merendamkan badannya ke dalam air berbusa.


"Sayang, Kamu yang menyuruh menyampoi rambut kamu, seperti biasa. Aku hanya menyampoinya saja". ucap ipul membilas tangannya dengan shower yang dia pegang.


Lely melihat kearah ipul yang sedikit basah baju koko dan sarungnya karena menyampoi dan membilas rambut lely.


"Iyakah?!". ucapnya pelan. Dan mengingat-ingat apa yang dia lakukan beberapa menit yang lalu.


"Abang!!".


"Iya sayang, cepat kamu bilas badannya. sudah azan". ucap ipul kembali berwudhu di kran dekat shower. Lely yang bingung terus saja memperhatikannya ipul.


"Cepat.. Apa mau aku bantu membilas?". tanya ipul, melihat lely yang bengong.


"Tidak.. tidak.... Abang keluar saja". ucapnya guguk.


Ipul keluar dari kamar mandi, dan menganti sarung dan baju kokonya dengan yang kering.


Merekapun melakukan sholat subuh berdua seperti biasa, dan ritual cium tangan dan kening tidak ketinggalan.


Selesai sholat ipul membantu lely mengeringkan rambut dan menyisirnya hingga rapi.


Lely terus saja memandang ipul dari cermin meja rias. Dia merasa sering melakukan hal ini. Apa benar dia selalu bergantung kepada ipul saat amnesia.


"Abang...". pangilnya lembut.


"Iya, ada apa??".Jawab ipul memutar duduk lely menghadapnya, dan memasangkan krim muka yang di tunjukan ibu mertuanya saat dia baru pindah kerumah ini, dan disuruh untuk memakaikannya setelah mandi.


Kemudian memakaikan bedak tabur dengan spon besar. Setelah itu dia memberikan bibir lely liptin berwarna lembut. Rutinitas ipul setiap selesai mandi pagi.


"Cantik istri abang". Ucap ipul tersenyum mencubit dagu lely, lalu mancium kedua pipi lely, kening dan mengecup sekilas bibir lely.


"Abang....". ucap lely berkaca-kaca.


"Ada apa?!. Apa abang ada salah? Atau menyakiti lely?!". tanya ipul sambil mengusap rambut basah lely kebelakang.


Tiba-tiba lely berdiri dan memeluk erat ipul yang sedang jongkok di depan kursi rias tempat Ipul mendandani istrinya.


Ipul yang sedang berjinjit tidak bisa menahan tubrukan mendadak lely yang tiba-tiba memeluknya, hingga mereka berdua terjungkal kebelakang.


.


.


.


.


Like dan koment ya semua sobat ottor.


Terima kasih sudah mampir disini 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2