
Ipul dan abang zul mengangkat semua barang bawaan ipul dan lely dari mobil kelantai atas ruko.
"Tempat tidur kalian belum dibelikan, baru springbad melantai saja. karena abang tidak tahu ingin kalian seperti apa". ucap bang zul saat mengangkat koper terakhir ke lantai atas.
"Tidak apa-apa springbad nya di lantai saja bang. Adiva lagi gesit merangkak, akan lebih baik dibawah saja. takut nanti jatuh". ucap lely.
Dikamar bagian belakang sudah ada springbad besar diletakan di lantai. dan juga ada lemari sedang juga meja rias. Dan ternyata ada kamar mandi kecil di kamar ini. di samping lemari
Dikamar bagian depan juga ada spring bad singel dan lemari sedang. Juga ada box bayi. pasti nya ini kamar umtuk baby Adiva.
Mereka melaksanakan sholat zuhur saat selesai mengangkat semua barang kelantai atas.
Baby adiva juga sudah bangun, dan bermain di kasur santai melihat kesibukan orang tua dan pamannya.
"kompor dan peralatan dapur juga baru beberapa di beli Widi. kalian bisa lengkapi sendiri nanti.
Ternyata kalian membawa televisi. padahal abang baru akan beli besok. nanti abang beli antena dan lainnya". ucap abang zul memasangkan televisi di dinding ruangan.
Widi adalah istrinya bang Zul.
"Untuk keperluan yang lain kalian bisa beli sendiri sesuai keinginan kalian. yang kalian butuhkan". tambahnya lagi.
"Baik bang. ini sudah lebih dari cukup. aku tidak mengira dengan semua ini. terima kasih". ucap lely haru.
"Sekarang kita makan dulu. Abang sudah pesan untuk makan siang". ucap bang Zul membawa bungkusan.
"Aku bawa bekal bang. ibu tadi juga memberi lauk". ucap lely mengambil tas makanan yang dia bawa tadi.
"Kita makan saja bersama". ucap bang zul duduk di karpet.
Diikuti ipul duduk disana dengan membawa minum air mineral botol. Lely membuka bekal, dan mereka makan bersama.
"Sijefri itu kuliah pukul berapa bang?". tanya ipul saat mereka selesai makan siang
"Kebetulan jefri sedang libur semester. Dia bisa fokus di toko dan mengajarkan kamu tiga minggu ini. Bulan depan dia mulai kuliah.
Jefri biasa di tempat fotocopy teman abang yang berada di gerbang kampus utama". jawab bang zul.
Kampus universitas lely ini sangat besar. hingga ada tiga gerbang masuk. gerbang utama berada di jalan besar yang di depan.
Sedangkan tempat lely tinggal adalah gerbang kedua, berada di jalan lintas tidak sebesar jalan utama. tapi di kawasan ini banyak tempat anak kos. dan di seberang sana juga ada sekolah sma dan smk.
"Apa teman abang tidak masalah kalau jefri ikut kerja disini?!". tanya lely.
"Teman abang yang menyuruh. di tempat teman abang itu banyak anak kuliah paruh waktu yang ikut bekerja.
__ADS_1
Kebetulan Jefri sedang libur, dan dia bisa fokus menjaga toko dan mengajarkan ipul di toko". jelas bang zul.
"Oh ya. kalau untuk makan si jefri bagaimana bang?!. apa kita juga mempersiapkannya?!". tanya lely.
"Kalau di tempat teman abang katanya tidak. tapi kemaren abang bilang sama jefri. Abang menyediakan mejik com kecil dan beras. biar dia masak sendiri, dan lauk dia bawa sendiri.
Tapi kalian bisa memberi lauk atau makanan padanya saat sarapan atau makan. sebab selama libur dia dari pagi sampai malam di toko.
Kalau waktu istirahatnya, kamu tanya saja padanya kapan waktu baik bagi dia". jawab abang zul.
Ipul mengangguk paham.
"Hari ini kamu beres- beres dulu, besok baru mulai". ucap bang zul.
"Kalau abang tidak capek sekarang bisa melihat-lihat dulu di toko. kalau urusan beres-beres bisa aku sendiri nyambi menjaga Adiva atau nanti malam saja beres-beresnya!". usul lely.
"Boleh. yuk ikut ketoko. kamu bisa lihat situasi dan mulai belajar". ajak bang Zul.
"Baik!". ucap ipul semangat, sambil berdiri.
Bang zul menunjukan segala sesuatu isi toko atk. jenis dan nama-nama yang mungkin ipul kurang tahu. Mungkin tahu, tapi tidak semuanya. Ipul hanya tahu buku dan alat tulis yang biasa dipakai saja.
Didalam toko atk tidak hanya menjual keperluan dan fotocopy saja. ada tiga buah komputer yang digunakan para mahasiswa mahasiswi untuk mengerjakan tugas.
"Komputer yang paling belakang untuk membuat tugas. di pakai dengan sistim satu jam bayarnya. karena mereka mengetik tugas pasti butuh waktu lebih lama di depan komputer.
Komputer yang dua lagi untuk pakai sebentar, seperti mencari tugas di internet atau memprint tugas mereka sistim bayar perlembar". jelas bang zul.
Disetiap barang yang dipajang sudah ada harga tercantum.
Jefri juga mengajarkan ipul cara mengoperasikan mesin fotocopy. Ipul melihat saat jefri mengerjakan pesanan pelanggan. Jefri juga memberi catatan rumus pengoperasian mesin.
Untuk hari ini ipul hanya banyak melihat dan mempelajari saja. hanya membantu mengambilkan barang atau menyelesaikan pembayaran.
Ioyl yang biasa berjualan diwarung ibu tidak ada kendala menghadapi pelanggan yang datang. hanya mempelajari jenis yang di jual saja.
Ipul tidak segan untuk bertanya pada jefri yang lebih paham dan mengerti dengan toko ini.
"Jef. kamu kalau libur sistim kerja kamu bagaimana waktu di tempat Ilham?!". tanya bang Zul.
Toko ini baru tiga hari buka, dan pelanggan sudah ramai. mungkin karena tempat fotocopy sangat dibutuhkan oleh mahasiswa i.
"Toko buka jam delapan pagi bang, dan tutup pukul sembilan malam. Biasa kalau aku libur akan full di toko. kalau ada jadwal kuliah aku izin pergi masuk kuliah. Tapi selalu ke toko pukul delapan dan pulang pukul sembilan". jelas jefri.
"Apa tidak repot?!". tanya ipul.
__ADS_1
"Selama ini tidak. karena jadwal kuliah tidak full. jadwalnya pun bisa diimbangi. aku kuliah senin sampai kamis. dan akhir pekan full di toko". jawab jefri.
"Kamu tidak pulang kampung jika liburan atau akhir pekan?!". tanya ipul.
"Orang tuaku tinggal dikota ini. rumahku juga dekat kok. diperumahan mutiara indah, di belakang sma di depan sana". jawab jefri sambil tersenyum.
"Oo.. apa orang tuamu tidak masalah kamu bekerja paruh waktu sambil kuliah?!". tanya bang zul.
"Tidak. Ayah malah mensuport. aku dan adikku sering bekerja paruh waktu saat libur sekolah. saat masih sma aku kerja paruh waktu di toko swalayan saat liburan". jelas nya.
"Orang tua kamu bekerja atau berdagang, dan kamu berapa saudara.?!". tanya bang zul.
"Ayah bekerja di toko bangunan cv mulia abadi sebagai supir, ibuku guru smp 4 yang ada di seberang jalan sana.
Adiku ada dua orang, kami tiga saudara laki-laki semua". ucap jefri sambil tersenyum.
"Aku juga tiga bersaudara. laki-laki semua. juga anak tertua". ucap ipul.
"Sama kita bang. pasti juga diajar ibu urusan madak dan bersih rumah.. haha...". jawab jefri.
"Iya. aku dan adikku semua bisa masak. dan juga sering bantu ibu jaga warung ibu. Adikku yang nomor dua malah lulusan tata boga. seking sukanya masak". ucap ipul tersenyum.
"Sama dengan kedua adikku. mereka masuk sekolah di smk. yang kedua jurusan perhotelan dan sibungsu jurusan tata boga. sehobi adik kita ya bang!". jawab jefri.
"Umur kamu berapa jef. kuliah jurusan apa?!". tanya bang zul.
"Dua satu bang. aku kuliah di fakultas hukum. hukum perdata. aku ingin jadi notaris". jawab jefri masih tersenyum.
"Semoga tercapai cita-citamu jef. aku senang kamu mau bekerja sama denganku. mau mengajarkanku juga". ucap ipul membalas senyum jefri.
"Sudah tugasku bang. aku juga senang bisa bekerja sama dengan abang dan keluarga abang". jawab jefri.
Mereka berbincang sambil melayani pelangan yang datang.
Bang Zul sudah pulang menjelang magrib.
Ipul banyak belajar dari jefri. Saat sholat tadipun mereka bergantian untuk sholat. dibagian belakang rak tinggi yang berada di sudut ruangan ada tempat istirahat siang untuk jefri.
Kalau dilihat seperti rak tinggi saja. padahal ada tempat tidur pas untuk satu orang. dan jika jefri sedang istirahat, dia masih bisa memantau toko, karena ada jendela tersembunyi di sela pajangan di rak..
.
.
Sungguh bang Zul mempersiapkan semua untuk ipul dan keluarga dan juga untuk yang membantu di toko.
__ADS_1