Istriku Lely

Istriku Lely
Memberi tahu karyawan toko


__ADS_3

Saat toko agak santai, ipul membicarakan rencananya pada kedua karyawannya.


Apalagi sebentar lagi istirshat siang. tapi ipul minta pintu terali depan di tutup dulu.


Karena ingin bicara serius.


"Mal, jon. alhamdulillah lely dapat bekerja di rumah sakit pemerintah!". ucal ipul.


Saat pintu sudah di tutup joni. Karyawan ipul ada dua, akmal dan joni.


"Alhamdulillah bang. rumah sakit mana?!". tanya Akmal. karyawan toko ipil paling lama.


"Itu yang akan aku bicarakan dengan kalian.


Lely dapat tugas di rumah sakit daerah kota B. kampung asal kami. Rencananya usaha toko ini akan di pindah ke kota B. dan ruko ini akan di kontrakan.


Aku harap kalian tidak kecewa. dan semoga kalian bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih bagus!". ucap ipul.


Semua terdiam sesaat. meresapi ucapan ipul.


"Hmm bang. kalau boleh tahu. sudah ada tidak orang yang mengontrak toko abang ini. juga berapa kira-kira kontraknya?!". tanya akmal.


"Kalau yang mengontrak belum ada. karena lely akan bertugas ke kota B belum keluar jadwal kapannya!". ucap ipul.


"Kalau abang tidak keberatan. saya mau mengontrak toko abang. tapi harus saya diskusikan dulu dengan orang tua dan kakak saya.


Karena kakak saya juga sedang mencari toko. mungkin kakak saya bisa ambil yang sebelah sini untuk usahanya dan tempat tinggal dia dan keluarganya.


dan saya ambil yang sebelah sini. sebab saya juga mau buka usaha fotocopy, menyambung usaha abang!". hawan Akmal.

__ADS_1


"Boleh juga. aku percaya kamu bisa menjaga tempat ini!". jawab ipul senang. karena yang akan menyewa tokonya masih orang yang dia kenal.


"Nanti malam akan aku bicarakan dengan kakak saya. dan aku akan minta modal pada ayah saya. sebab ayah juga pernah bilang akan memberi modal jika aku buka usaha.


Tapi selama ini aku nyaman bekerja dengan abang. hingga tidak ada niat buka usaha sendiri.


Tapi mendengar abang mau pindah. aku jadi tertarik untuk melanjutkan usaha abang. karena aku sudah merasa bisa mengelola usaha seperti ini". jelas Akmal.


"Iya. kalian harus berusaha sendiri. apalagi nanti akan menikah dan berumah tangga. harus punya pendapatan. walau hanya sedikit. tapi halal". semangai ipul pada kedua karyawannya.


"Iya bang. ayah juga perna bilang begitu!. kalau boleh tahu, berapa abang akan menyewakan rukonya, biar aku kabarkan nanti pada ayah dan kakak". Ucap Akmal.


"Untuk kontrak ruko. kamu bisa tanya info dari ruko sekitar. aku juga tidak tahu. sebab ruko ini bang zul yang mengurus pembeliannya juga aku tidak pernah tanya soal sewa menyewa". jawab ipul.


"Baik bang. akan aku cari infonya. semoga aku dan kakakku bisa menyewa ruko ini. karena aku sangat suka tempat dan lokasinya. sangat strategis". ucap akmal.


"Baik. nanti kamu bisa bertemu dengan bang zul, kalau kamu sudah ada pedoman harga.


"Ada sih bang. tapi aku tidak punya modal untuk mengontrak tempat". jawab joni.


"Aku sebenarnya mau kasih pesangon untuk kalian lima belas juta perorang. untuk buka usaha.


Mungkin cuma cukup untuk sewa warung kecil!". ucap ipul.


"Alhamdulillah bang. dengan uang segitu mungkin aku juga bisa mengontrak warung yang berada dekat sekolah yang ada di depan sana.


Sewa satu petaknya sekitar delapan juta. Aku juga mau buka usaha fotocopy. mudah-mudahan ayahku juga bisa memberiku modal untuk buka usaha!". jawab joni bersemangat.


"Aku harap, sebelum kami pindahan. kalian sudah punya tempat. Agar kalian tidak menganggur". ucap ipul.

__ADS_1


"Baik bang!". jawab mereka.


"Mudah-mudahan. Kalau untuk mesin fotocopy kalian bisa diskusi dengan abang rey, penyetok atk dan mesin fotocopy. kan kalian juga kenal dengan dia.


mungkin dia bisa bantu melengkapi usaha fotocopy kalian dengan cara yang di sepakati.


Kalian cukup sediakan tempat dulu agar bang rey bisa memberi saran untuk kalian!". ucap ipul.


"Baik bang. sudah membuka jalan untuk kami!". ucap Akmal dan joni.


Ipul menganggukan kepalanya.


"Oh ya mal. kakak kamu punya usaha apa?!". tanya ipul.


"Kakak saya menjahit bang. menerima jahitan baju.


Biasa dia mengontrak di jalan kutilang. dan rumah ngontrak di dalam gang depannya. kalau di sini bisa sekalian tinggal. tidak mengontrak dua tempat". jelas akmal.


"bagus itu. punya tempat tingal dan tempat usaha sama lebih nyaman". ucap ipul.


"Kalian sholat dan makan siang dulu. baru buka toko!". ucap ipul.


"Baik bang!". ucap mereka.


Ipul menuju lantai dua, dimana ketiga anaknya sedang bermain.


Sementara istrinya sedang mengurus surat pengunduran diri ke klinik tempat dia bekerja selama setahun ini.


.

__ADS_1


.


"


__ADS_2