Istriku Lely

Istriku Lely
Tugas


__ADS_3

"Apa kepala dan matanya sakit!?". tanya lely melihat arah mata mey yang memandang lekat lely.


lely mengacuhkan pertanyaan ibu mey. karena dia sedang fokus memeriksa keadaan mey. yang baru siuman dari pingsannya.


Mey mengeleng, dan menganggukan kepalanya, masih terus melihat lely.


Lely memegang kening mey, dan memijit ringan antara kedua alis mata mey sebentar.


"Apa kamu ingat namamu?!". ucap lely kemudian. setelah beberapa saat menijit kening mey.


Mey mengangguk.


"Siapa namamu?!". ucap lely menyenter mata may. melihat apa ada respon.


"Mey. meydina". ucap mey pelan, sambil mengeryitkan matanya.


"Hm... Tidak ada trauma parah dalam benturan ini. hanya menunggu penyembuhan saja". ucap lely.


"Kamu istirahat saja ya. untuk lebih nyaman bisa di pindah ke ruang rawat inap. setelah dironsen nanti". ucap lely kepada mey. yang masih memandang lely.


Mey menganggukan kepalanya sedikit, tanda paham.


"Terima kasih". ucap mey.


"Sama-sama, semoga lekas sembuh ya!". ucap lely tersenyum mengusap punggung tangan mey.


Mey membalas senyum lely.


Lely menghadap orang tua mey, yang sedang berada di bagian kaki mey yang tidur di brangkar.


"Kamu istrinya ipul kan?!". ucap ibu ipul.


"Iya bu, saya istri bang ipul. Sebentar lagi mey akan di ronsen ya bu. sebaiknya ibu dan bapak langsung memindahkan mey ke ruang rawat inap. untuk kenyamanan mey". ucap lely.


"Baik nak, ayah akan memindahkan mey ke kamar. terima kasih sudah membantu mey". ucap ayah mey.


"Sana- sama yah. itu sudah tugas ku untuk membatu semua". ucap lely tersenyum, memangil ayah pada ayah mey, karena tadi dia memanggil lely nak dan menyebut dirinya ayah.


"Aku mau bantu yang lain dulu ya bu, yah". ucap lely.


"iya.. selamat bertugas". ucap ayah ipul. Ibu mey hanya mengangguk saja pada lely.


Lely menuju pasien yang masih di tangani. masih ada yang luka, bahkan ada juga yang tangannya cedera atau mungkin patah atau terkilir.


Beberapa korban luka ringan sudah ada yang duduk di ruang tunggu. karena sudah selesai. Dan ada juga yang sedang ditangani, lukanya.


Lely dan perawat jaga sibuk, ada sekitar lima belas orang yang cedera. karena angkot yang tergelincir berisi penuh penumpang.

__ADS_1


Sekitar dua jam igd disibukan dengan mengobati korban kecelakaan. semua sudah ada yang di perbolehkan pulang.


Hanya empat korban yang harus dirawat. salah satunya mey. yang lain juga ada yang luka seperti mey, cuma tadi dia tidak pingsan.


yang dua lagi patah tulang. yang satu patah tulang tangan dan tulang bahu. mungkin karena duduk dekat pintu masuk, dan tangannya terhimpit. juga saat mobil jatuh penumpang yang di depan juga menimpa tubuhnya. Yang satu lagi patah tangan saja.


Selesai semua korban ditangani. Dokter dan perawat yang sedang bertugas sedikit lega. karena semua pasien dapat dengan baik ditangani.


Lely juga merasa senang, koas di hari pertamanya lancar sampai menjelang makan siang. tidak banyak pasien darurat yang datang. hanya kecelakaan tadi pagi saja yang membuat sibuk dokter dan perawat.


Saat santai menjelang istirahat siang, lely berbincang-bincang dengan perawat yang ada di igd.


Barusan ada ibu yang akan melahirkan masuk igd, dan karena masih bisa dibawa keruang bersalin, maka si ibu langsung di bawa ke ruang bersalin.


"Dokter sudah menikah ya?". tanya seorang perawat.


"Sudah. sudah hampir tiga bulan". jawab lely.


"Aku lihat tadi dokter begitu gesit menangani korban kecelakaan. seperti sudah biasa mengerjakannya". ucap yang lain.


"Aku sudah pernah koas, dua tahun yang lalu. tapi karena kecelakaan koasku terbengkalai. padahal sudah lebih setengah jalan". ucap lely jujur.


"Oh ya.. berarti dokter ulang lagi koas nya dari awal?!"..


"Ya begitulah. mulai lagi dari awal". jawab lely.


"Assalamualaikum sayang.. apa kamu sudah makan siang?!". tanya ipul yang menelfon lely duluan.


"Waalaikumussalam.. belum bang, belum waktunya istirahat". jawab lely.


"Ooh.. apa abang antar makan siangnya biar kita makan siang bersama". tawar ipul.


"Hm.. boleh bang, kita makan siang selesai sholat zuhur". ucap lely.


"Baik, nanti abang bawa makan siangnya. kamu tunggu saja. assalamualaikum". ucap ipul.


"Waalaikumussalam". jawab lely. Dan meletakan hpnya di saku celana panjangnya.


Jam masih menunjukan pukul sebelas. dan waktu istirahat lely pukul dua belas. Semua kembali berbincang santai.


Terdengar suara ambulan memasuki pelataran ugd, dan langsung berhenti di depan lobi igd. Satpam membukakan pintu igd.


Brangkar ambulan diturunkan, dibantu perawat dan satpam. terdapat seorang pasien yang sedang berlumuran darah.


Juga ada satu orang lagi di papah turun dari ambulan. sepertinya korban kecelakaan.


Lely sebagai dokter jaga di igd dengan cepat membantu korban yang sedang di dorong di brangkar menuju ruang tindakan. untuk memberikan pertolongan pada korban.

__ADS_1


Sekitar setengah jam melakukan pertolongan, dan pasien sudah selesai di obati. tinggal menunggu keluarga korban sedang mengurus untuk memindahkan ke ruang rawat.


Menjelang pukul dua belas, Ipul datang, karena jarak tempat kerja ipul ke rumah sakit tidak sampai lima menit.


Ipul membawa untuk makan siang. dan menunggu lely di depan mesjid rumah sakit yang berada di jalan samping rumah sakit.


lely yang juga hampir waktunya istirahat menyuruh ipul menunggu sebentar. Karena ada pasien darurat yan baru masuk igd.


Seorang pekerja membersihkan drainase tepi jalan yang jatuh ke selokan, dan terinjak kaca. mengakibatkan telapak kakinya robek. dan harus di jahit.


Ipul mengatakan pada lely, kalau dia menunggu di dalam mesjid saja, karena azan sebentar lagi. Setelah berwudhu ipul memasuki mesjid.


Lely selesai menolong korban di igd bertepatan azan zuhur. Lely membuka baju bertugas di igd yang berjubah panjang. dan digantung di ruang ganti dan ruang istirahat dekat lemari peralatan di igd. Dan mencuci tangannya.


"Semua.. Aku duluan ya, mau sholat zuhur sekalian makan siang". ucap lely pada perawat yang sedang bertugas.


"Silahkan dok". ucap mereka bersamaan.


Lely menuju mesjid yang berada di jalan samping igd. Berwudhu dan masuk mesjid. Lely bisa ikut sholat berjamaah karena belum iqomat.


Selesai sholat, lely menunggu ipul di luar mesjid. Ternyata ipul sudah duluan menunggu di dekat pintu keluar mesjid, sambil tersenyum melihat lely yang berjalan kearahnya.


"Ayok.. kita makan di kantin saja.". Ajak ipul membimbing lely.


"Kita beli nasi saja bang". ucap lely mengiringi ipul berjalan.


"Abang sudah beli nasi bungkus di tempat langanan kamu. dekat persimpangan rumah kita". ucap ipul.


Ipul sudah membawa nasi yang di taro dalam tasnya. karena dia tadi membeli nasi di tempat ibu teman ipul.


"Oo. aku kira abang beli nasi di kantin saja". ucap lely melihat ipul.


Ipul hanya tersenyum mengacak jelbab lely bagian pucuk kepalanya.


"Bang... si mey kecelakaan". ucap lely saat mereka tiba dekat meja kantin.


"Apa orang tuanya sudah datang?!". ucap ipul menarik kursi untuk lely duduk. Lalu ipul duduk di samping lely.


"Mau di bikinin apa dok, bang?!". tanya pelayan kantin.


"Teh tawar saja ya mbak satu, dan satu kopi. kebetulan kita bawa bekal makan siang. Tidak apa kita numpang makan disini mbak?!". ucap ipul saat duduk di samping lely.


"Oo. tentu saja boleh bang, tidak ada larangan kok". ucapnya.


"Terima kasih mbak". ucap ipul.


"Di tunggu minumnya bang, bu dokter". ucap pelayan kantin.

__ADS_1


Ipul dan lely tersenyum membalas ucapan pelayan kantin.


__ADS_2