
Pukul lima lewat, lely pulang dari kampusnya. lely mengejar pelajarannya yang tertinggal tiga bulan waktu dia melahirkan.
Sebenarnya saat bayi kembarnya berumur dua bulan lely sudah kuliah. hanya mengambil tugas yang di beri dosennya.
Dan sekarang dia berusaha mengejar ketinggalan pelajarannya, karena tidak sampai dua bulan lagi akan menghadapi ujian.
"Assalamualaikum!!". ucap lely saat sampai di ujung tangga ruangan lantai dua ruko.
"Waalaikumsalam!!".
Jawab ipul, bang zul, kak ve dan juga Adiva.
"Bunda....". ucap adiva.
"Hai sayang". ucap lely.
Tapi adiva tidak mendekat ke arah lely, dia tahu. jika bundanya baru datang. belum boleh mendekat sebelum bundanya mandi dan ganti baju.
"Abang dan kakak sudah lama tiba?!. tanya lely membuka sepatunya dan meletakan di rak dekat pintu tangga ke lantai tiga
"Sekitar jam tiga lewat". jawab bang zul.
"Aku bersih-bersih sebentar bang. kak ve!". ucap lely.
"iya..".
lely masik kekamarnya untuk menukar pakaian dan bersih-bersih sekalian mandi, biar segar.
Kurang dari dua puluh menit lely sudah segar, dan keluar kamar untuk bergabung.
"Sikembar bunda pintar ya. tidak ada menangis kan!?". ucap lely mengendong Raysa.
__ADS_1
"Adek main sama Ai bunda, ayah buatkan susu untuk adek kembar!". jaeab adiva duduk di samping lely.
"Pintar kakak adiva jaga adek ya!". ucap lely mencium pipi putri sulungnya.
"Tahun depan insya allah sepupu Adiva dan si kembar hadir di antara mereka!". ucap bang zul tiba-tiba.
"Hah yang benar bang?!. kak ve sedang hamil?!. alhamdulillah...". ucao lrly bersyukur.
"Iya. Alhamdulillah. tadi kak ve periksa ke klinik, dan sekarang hamil tujuh minggu". ucap kak ve.
"Kenapa periksa ke klinik?!. kenapa tidak abang zul saja yang periksa?!. kan abang dokter kandungan!". ucap lely.
"Di klinik juga abang yang periksa kok. biar nama terdaftar. jangan pas lahiran saja datang kerumah sakit". kilah bang zul.
"Iya deh. Tapi abang tetap periksa kak ve di tempat praktek abang juga!". ucap lely.
"Itu harus, malah tiap malam juga di periksa!". ucap bang zul.
Kak ve menepuk paha suaminya yang duduk di sampingnya.
"Hehe...". cengir bang zul.
Mereka berbincang sampai menjelang magrib. dan sholat bergantian.
Mereka makan malam bersama setelah sholat magrib.
Dan ipul ke toko setelah mereka makan malam tadi. karena toko sebentar lagi tutup.
Lely kembali berbincang santai dengan kakak iparnya di kasur santai sambil menonton dan si kembar belum tidur.
Sementara adiva sudah tidur, siang tadi tidak ada tidur, karena bermain dengan om dan tantenya.
__ADS_1
Abang zul akhirnya menyusul ipul ketoko, karena istrinya dan adiknya berbincang masalah anak dan kehamilan.
Ternyata toko ramai mahasiswa i membuat tugas, jefry, karyawan tetap dan seorang mahasiswa yang kerja paruh waktu juga ikut sibuk memotocopy. juga ada menjilid.
Mungkin para mahasiswa i sedang banyak tugas, hingga ramai tempat fotocopy ipul.
Ipul ikut sibuk mengambilkan atk yang dibeli pelangan saat akan pulang membuat tugas.
Abang zul hanya melihat kesibukan adik iparnya dan karyawannya tanpa menganggu. dia berdiri di dekat tangga, di belakang etalase panjang. dimana mesin fotocopy berada di sisi dinding dekat tangga. Dan toko bagian kiri sudah bersusun komputer tempat para mahasiswa i yang jadi pelangan membuat tugas.
"Duduk di sini bang!". ucap ipul. saat kemeja kasir untuk mengambil kembalian uang pelangan yang membayar.
Bang zul mendekat, dan dudul di kursi yang berada di samping meja kasir.
"Ramai Pul?!". ucap bang Zul.
"Alhamdulillah bang. mungkin akan ujian bang, jadi banyak tugas untuk kelengkapan untuk semester!". ucap ipul.
"Alhamdulillah. semoga toko usaha kamu selalu ramai pul". ucap bang zul.
"Aaminn ya allah. terimakasih juga bang, sudah membuka jalan, memberi pekerjaan dan usaha ini untukku dan keluarga kecilku. walau uang kuliah lely masih di bayar ayah dan juga abang". jawab ipul.
Bang zul mengangguk paham. Dia tahu, adik iparnya itu selain masih sangat muda waktu menikah, juga hanya pekerja bengkel. tapi dia dan keluarganya tidak lepas tangan begitu saja.
Sebab walau bagaimanapun mereka juga mendapat warisan dari nenek dan kakek mereka. jadi walau ipul dan lely tidak bekerja, uang untuk mereka akan ada tiap bulan dari hasil kontrakan atau hasil panen dari sawah atau ladang bagian mereka.
.
.
Tepat pukul sembilan, toko tutup.
__ADS_1