Istriku Lely

Istriku Lely
Positif


__ADS_3

Setelah semua selesai makan bakso, kemudian mereka menutup toko bersama. karena sudah pukul sembilan.


Ipul merutinkan toko tutup pukul sembilan. namun tidak harus, pukul delapan pun jika kebetulan sepi akan langsung di tutup.


Sebab ipul tidak membiarkan karyawannya menunggu toko sepi jika malam. Bahkan juga pernah tutup selepas magrib.


Semua bejerja sama menutup pintu roling toko.


Satu orang menutup terali dapan, biar mobil dan teras dua petak toko tertutup. yang satu menutup roling toko dan yang satu menyapu toko.


Tidak lupa mematikan komputer dan mencabut semua colokan listrik.


setelah semua selesai, mereka keluar dan ipul mengunci terali dan roling toko.


para karyawan toko pulang mengunakan motor masing- masing. kadang juga pulang jalan kaki. karena rumah dan kosan mereka berada di perumahanyang berada belakang toko yang ada di seberang jalan.


Jalanan di depan toko ipul termasuk ramai, bahkan di persimpangan depan ada mini market yang buka dua puluh empat jam, dan juga ada food court yang buka sampai pagi.


Jadi tidak pernah sepi suara kendaraan yang lalu lalang di jalan raya.


Ipul mematikan lampu toko, hanya menyisakan yangbdi dekat tangga. agar ada cahaya baik keatas maupun di dekat tangga.


Lampu luarpun hanya diluar terali yang hidup. dalan terali tempat mobil dan motor tidak. karena terali bagian atas tidak tertutup. cuma bagian bawah saja yang tertutup rapat.


Selesai mencek keamanan di toko ipul menuju ruang tempat tinggalnya. ternyata putrinya masih tertidur semenjak di atas mobil tadi.


Nampak lely sedang sibuk membongkar tas dan bukunya. juga tas yang tersusun di rak pun dia periksa.


"Mencari apa sayang?!". tanya ipul saat lewat membawa teko dari dapur kekamar.


"Tespeck kemaren!". ucap lely masih membongkar.


"Besok saja mencarinya. nanti pas mau tidur juga ingat dimana kamu menaronya.


Tidak di tes pun sudah siap diaga kok!". ucap ipul.


hfff..


"Iya deh. nanti mudah-mudahan ingat juga". ucap lely kembali menyusun buku dan tasnya, menjadi rapi kembali.


"Kalau belum yakin ada garis dua, ya lebih giat lagi bergerak. biar pagi besok terlihat jelas". ucap ipul menaik turunkan alisnya mengoda lely.

__ADS_1


"Itu sih maunya tiap hari!". jawab lely.


"Betul.. kan pejuang garis dua!". jawab ipul masuk kekamar.


Lely mematikan lanpu utama, dan mengikuti ipul masuk kamar.


"Abang tidak sabar menunggu adik adiva ya?!". ucap lely menganti baju dengan baju tidurnya.


"Biar sekali bekerja sayang. untuk menjaga adiva dan adiknya. kalau bisa adik adiva kembar. tentu seru punya anak kembar.


yuk, bikin anak kembar. biar aku tetap semangat menjaga tiga balita sekalian!". ucap ipul memeluk lely yang baru rebahan.


Dia menciumi wajah dan leher lely, membuat istrinya tertawa kegelian.


"Haha.... ha.... suamiku ku kok semakin hari semakin mesum.. haha.. ha....". tawa lely kegelian.


"Mesum sama istri itu wajib. biar adik adiva cepat ada!". ucap ipul mulai beraksi.


"Abangh.....". erang lely.


Saat lidah ipul menjelajahi dan mengemut pabrik asi adiva yang sudah beberapa bulan sudah ditinggalkan adiva.


Sekarang sudah menjadi hak milik ipul sepenuhnya lagi menjelang adik Adiva mengunakannya. Walau dulu saat adiva masih memakainya, ipul masih sering ikutan sesekali.


Hanya ketika tamu bulanan lely saja ipul menyimpan benih di kantung rahasianya. Dan hampir setiap malam ipul tebar.


Walau semenjak umur adiva empat puluh hari sampai umur adiva dua tahun. Benih ipul hanya menghuni balon mainan yang dipasang lely.


Dan hampir delapan bulan ini ipul kembali rajin menanam benih supernya tiap hari. dan belum ada tanda benih tertanam subur.


Tapi kemaren saat lely mengatakan telat beberapa minggu, ipul jadi semangat lagi untuk menemui calon adik adiva malam ini.


Dengan lembut dan rileks ipul menyelami setiap lekuk tubuh istrinya dengan jari dan lidahnya.


Bahkan dengan lembut pula ipul menghantarkan juniornya menyelami tempat favoritnya bermain becek di bawah sana.


Mengantikan lidah ipul yang sangat suka mengemut puncak ketiga yang tersembunyi di antara.... membuat erangan lely terdengar mengoda bagi ipul.


"Abang srdang menemui adik adiva yang mungkin sedang menunggu untuk di kunjungi". ucap ipul bergerak pelan.


Walau pelan, namun menimbulkan rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. tapi dapat didengar, ahh...

__ADS_1


Erang ipul dan lely saat junior menyirami lahan yang mungkin sedang ada benih yang mulai terbentuk.


"Terimakasih sayang.....". ucap ipul menekan pelan pinggulnya.


Hingga...


.


Selesai sholat subuh berjamaah dan mengaji, di dekat ruang menonton. mereka duduk santai sejenak.


Adivapun juga ikut sholat subuh. karena dia pukul setengah lima pasti sudah bangun.


Adiva bangun biasa saat azan subuh berkumandang. dan tentu ipul dan lely sudah mandi besar.


Lely melipat alat sholatnya dan meletakan di rak samping rak buku kuliahnya.


"Bang!". ucap lely memberikan beberapa tespack kepada ipul.


Dan ipul tersenyum saat melihat garis dua di dua tespack itu.


"Alhamdulillah!!". ucap ipul tersenyum. Menciumi putrinya yang sedang duduk di sampingnya.


"Ayah... geli...!". ucap adiva kegelian diciumi ipul. juga bulu kasar di dagu ipul menambah geli adiva saat diciumi ipul.


"Sekarang kita ciumi bunda yuk !". ajak ipul.


"Ayo...!". ucap adiva.


Hingga tawa lely diikuti tawa adiva dan ipul mengema di ruang ruko mereka pagi ini.


haha.... ha... haha......


Sampai mereka berpelukan bertiga. ipul mengangkat lely untuk duduk di pangkuannya. Dan adiva di pangkuan lely.


.


.


.


like dan komennya ottor tunggu ya semua 🙏🙏.

__ADS_1


Terima kasih 😊


__ADS_2