Istriku Lely

Istriku Lely
Rutinitas


__ADS_3

"Ambilin handuk buat adek raysa sayang!". ucap ipul pada putri sulungnya.


"Ini ayah!". ucap Adiva berlari memberikan handuk pada ipul.


Padahal Adiva sedang menonton menemani adek Rayhan sambil tiduran di kasur santai. Tapi dia sangat cekatan membantu ayah atau bundanya saat butuh bantuan.


Sore itu ipul memandikan si kembar, karena istrinya pulang telat sore ini. bisa jadi malam pulang nya.


"Sudah wangi adek raysa". ucap ipul menciumi pipi putrinya. lalu meletakan di kasur santai. "Sekarang ganteng ayah yang mandi ya!". ucap ipul membuka baju putranya. dan segera memandikannya.


Selesai adek rayhan mandi. ipul memanaskan satu bungkus asi untuk di jadikan dua botol untuk si kembar. Umur si kembar saat ini sudah lebih tujuh bulan.


Adiva membantu memegangkan botol susu salah satu adek kembarnya.


Selesai si kembar minum susu, ipul memasang gendongan dobel pada tubuhnya. lalu meletakan si kembar menghadap depan. dengan memasang pengaman ganda.


Ipul memeluk kedua anak kembarnya menuruni tangga menuju toko. Adiva di bimbingnya sebelah kiri.


"Kemana bang?!". tanya jefri saat ipul sampai di toko.


"Tidak ada. cuma mau main di toko saja!". ucap ipul.


"Kenapa di gendong segala. biasa kalau di toko juga di letakan di kursi bayi sana!". tunjuk jefri menunjuk kursi bayi yang terletak di dekat meja kasir.


"Pengen saja gendong begini!". jawab ipul santai.


Dia melihat pelangan tidak begitu ramai, juga tidak sepi. Ipul berjalan jalan di dalam toko sambil masih mengendong si kembar. Adiva mengikuti saja di bekakang.


Lalu ipul ke depan toko dan berdiri di teras, dekat tempat duduk yang diletakan di dalam pagar terali toko, yang kalau toko di buka terali di buka lebar.


Ipul hanya berdiri saja di depan toko. melihat keramaian sore. waktu hampir setengah enam sore, dan jalanan depan ramai kendaraan dan padat merayap.


"Ayah Ai mau beli es krim boleh tidak?!". tanya adiva, yang berdiri di samping ipul.


"Hmm... boleh. Ayok!". ajak ipul membimbing adiva.


"Jef, aku mau kemini market sebentar!". ucap ipul saat akan berjalan.

__ADS_1


"Baik bang!". jawab jefri.


Ipul berjalan di trotoar jalan membimbing adiva dikirinya, dan tangan kanan ipul memeluk si kembar yang sedang di gendong di depan dada ipul.


Ipul santai saja berjalan sambil membimbing Adiva. Mini market hanya lima petak ruko dari ruko ipul.


Panas sote sudah tidak terik, hingga mereka tidak perlu buru- buru berjalan.


"Adiva mau beli apa?!". tanya ipul.


"Es krim ayah!". ucap adiva.


"Cemilan atau kue?!".


"Boleh yah!.". ucapnya senang.


Ipul membantu adiva memilih cemilan, adiva menjinjing keranjang untuk membawa cemilam.


"Kue untuk adek juga yah!". tunjuk adiva saat melihat biskuit bayi yang biasa di makan dikembar.


"Ok sayang!". jawab ipul mengambil satu bungkus.


Saat berjalan kembali ketoko, ipul membeli gorengan dan kerupuk untuk cemilan karyawan tokonya.


"Bisa Adiva bawa jajanannya?!". tanya ipul.


karena adiva ingin membawa kantong jajanannya sendiri. Tidak berat sih, walau kantongnya besar. karena isinya cuma cemilan.


ipul memegang tangan adiva membimbingnya kembali ketoko.


"Adiva duduk disini saja makan es krimnya ya!". ucap ipul mengantar putrinya duduk di kursi panjang depan toko.


"Baik ayah!". Ucap adiva berlari duduk di kursi membawa kantong cemilan. Mengambis es krimmya.


"Jef. ini cemilan buat semua!". ucap ipul memberikan kantong gorengan yang dia beli tadi kepada jefri.


"Ayah. bukain es krin Ai!". ucapnya menyodorkan eskrimnya.

__ADS_1


Ipul membukakan eskrim untuk putrinya. dan ikut duduk di samping putrinya.


Si kembar malah bergerak aktif bergerak, saat melihat kakak mereka makan es krim.


Ipul memberikan biskuit untuk bayi kepada kedua anak kembarnya sekeping seorang.


"Capek bang?!. mengendong dua sekalian!". tanya jefri duduk di samping ipul


"Lumayan kalau tidak pakai gendongan. tapi kalau mereka diam tidak begitu terasa berat!". ucap ipul.


"Boleh aku gendong satu bang!?". ucap jefri memegang tangan adek rayhan.


"Boleh!". ucap ipul membuka kunci gendongan yang berada di pungung dan di pinggang.


Lalu memberikan adek rayhan pada jefri.


Mereka bermain sebentar dengan si kembar di teras toko.


Rutinitas ipul yang sehari-hari menjaga ketiga buah hatinya sambil mengawasi toko. Walaupun sibuk sebagai bapak rumah tangga ipul tidak merasa bosan dan rendah diri.


Bahkan dengan bangga ipul mengatakan kalau dia ayah idaman bocil. karena bisa menjaga ketiga balitanya yang sedang butuh perhatian khusus.


Apalagi orang tua, mertua juga kakak iparnya mendukung ipul apapun yang ipul mau.


Mereka pernah mengusulkan untuk memakai baby sitter dan yang bantu memasak atau mencuci. agar pekerjaan ipul terbantu.


Tapi ipul tidak mau. dia lebih suka mengerjakan semua sendiri. Dia bilang sangat puas jika dia sendiri yang menangani ketiga balitanya.


Untuk mencuci dan memasak lely juga ingin dia lakukan sendiri. Makanya ipul dan lely bekerja sama mengerjakan pekerjaan rumah dan mengasuh.


Lagipula toko tempat usaha ipul selain jefri sudah ada karyawan tetap dan dua mahasiswa paruh waktu. Ipul hanya mengawasi dan ikubbantu jika si kembar tidur atau ada istrinya di rumah.


.


.


like dan komentar ottor tunggu ya semua.🙏

__ADS_1


Terimakasih sudah mampir 🙏🙏


"


__ADS_2