
Ipul pov
Alhamdulillah, setelah lebih kurang sepuluh bulan kami menikah. Akhirnya istriku hamil.
Dengan ridho allah aku dan istriku diberi kepercayaan untuk mempunyai keturunan. hingga istriku hamil.
Juga tidak sia-sia aku menerapkan semua yang aku baca. Masa subur istriku, makanan penyubur buat aku dan istriku, hingga sering nyicil di waktu yang tepat. Menjelang subuh seperti yang pernah di beri tahu oleh pelanggan ku di bengkel dealer.
Flashback.
"Apa istrimu sudah hamil pul?!". tanya seorang bapak saat aku menservis motornya pagi itu di bengkel dealer.
Beliau tahu aku sudah menikah, karena beliau juga masih tetangga mertuaku. walau beda perumahan.
"Belum pak, istriku masih sibuk karena belum selesai koas". jawab ku sambil tetap bekerja.
"Sudah berapa lama kamu menikah?!".
"Hampir delapan bulan pak".
"Ipul payah pak, bisa jadi dua jarang mendatangi istrinya untuk bercocok tanam. mana bisa hamil istrinya". jawab teman ipul sambil tertawa.
"Dari mana kamu tahu ipul jarang bercocok tanam dengan istrinya?!".
"Bapak tahu tidak, malam pertama ipul saja baru terlaksana setelah hampir sebulan menikah. berarti ipul jarang bercocok tanam". bisiknya. tapi masih terdengar pelan.
"Mungkin malam pertamanya telat. tapi setelah malam pertama itu, mana tahu ipul jadi sering mendatangi istrinya untuk bercocok tanam.
Kan ketagihan. Pi*** orang dewasa". jawabnya. "Kamu masih belum menikah, mana tahu rasanya". jawab bapak itu.
Membuat aku hampir saja tertawa. Karena ucapan bapak itu benar. Aku dan istriku sering berhubungan untuk bercocok tanam.
Bahkan di berbagai kesempatan saat berada di rumah. Ada waktu dan aman. Karena kami hanya berdua di rumah.
"Pul, kalau kamu mau istrinya lekas hamil. selain berdo'a pada allah, juga sering mendatangi istrimu kapan saja.
Tapi sebaiknya, kamu berhubungan menjelang subuh.
Malam sebelum tidur kamu dan istrimu makan makanan bervitamin dan baik untuk penyubur. dan menjelang sholat tahajut atau sholat subuh bekerjalah membuat istrimu hamil sepuas kamu mau.
Selesai bercocok tanam kalian mandi besar. dan sholat subuh berjamaah. Badan segar tubuh bugar, inshaaallah akan berkah, dan mudah-mudahan istrimu hamil". ucapnya memberikan wejangan untukku.
Maka aku pun mengikuti ucapan bapak itu. untuk mendatangi istriku untuk bercocok tanam menjelang subuh.
__ADS_1
Juga tidak lupa menghitung masa subur istriku yang aku palajari dan baca secara diam-diam.
Ditambah lagi waktu itu istriku menanyakan padaku. kok dia belum hamil. padahal kami sudah menikah hampir delapan bulan.
Bersamaan dengan wejangan bapak langgananku di bengkel.
Flashback off
Dan Alhamdulillah. istriku hamil. Membuat orang tuaku dan mertuaku sangat senang. apalagi ini cucu pertama mereka.
Istriku sering di perika abang Zul. kakak istriku. karena dia adalah dokter obgyn.
Namun yang membuatku tidak nyaman. Aku yang mengalami masa mengidam.
Mual muntah tiap pagi, menginginkan makanan yang belum pernah aku mau. bahkan libidoku meningkat tajam. Sama seperti ibu hamil kebanyakan.
Aku yang awalnya tersiksa, karena hidung dan lidahku jadi sensitif. tapi demi bumil aku selalu membuatkan makanan sehat untuk istriku.
Aku tidak mau dia kelelahan dan kelaparan. karena dia juga sibuk koas di rumah sakit.
Dan untuk masalah ranjang, ternyata istriku juga merasakan lebih dari biasanya.
Hingga kami tetap sering melakukan, senyaman dan sesering kami mau.
Istriku ingin kami sering menginap di rumah ibu, katanya dia ingin selalu memakan masakan ibu. Mungkin itu ngidam yang dua rasakan.
Mulai dari sarapan pagi dagangan ibu. hingga makanan buatan Fauzi.
Seminggu kami menginap, aktifitas ranjang kami sangat aktif. untung saja dipan kami sudah diganti, menjadi springbed yang di gelar di kantai. tanpa dipan.
Hingga aktifitas ranjang tidak menganggu penghuni kamar sebelah. Fauzi yang masih jomlo.
Tapi... kamar mandi keluar kamar membuat aku sedikit malu. karena menjelang subuh kami mandi. kadang mau berangkat bekerja juga mandi lagi.
Bahkan menjelang mengantar lely koas malam juga akan mandi. karena aktifitas ranjang tidak bisa dihindari.
Entah ayah tahu aktifitas kami atau memang ingin membuatkan kamar mandi di kamarku.
Aku kaget ketika saat pulang bekerja sore itu, ada tiga orang tukang bangunan sedang bekerja di belakang kamarku.
Membangun ruangan diluar jendela kamar. dan menutupi jendela kamarku yang langsung menghadap halaman belakang.
Aku keluar kamar untuk melihat.
__ADS_1
"Bikin apa yah". tanyaku.
"Kamar mandi. untuk yang punya kanar itu". jawab ayah.
"Lah.. itu kamarku yah. kok mau bikin kamar mandi yah". tanyaku kaget.
"Istrimu lagi hamil. kasihan keluar kamar tengah malam untuk ke kamar mandi dapur. Lagian kalian ajan sering menginap.
Dan juga mungkin akan betah tinggal disini saat anakmu lahir nanti". ucap ayah
Aku menganggukan kepalaku. lalu berdiri di dekat ayah melihat tukang bangunan bekerja.
"Ayah kasihan sama istrimu itu. menantu ayah sering mandi subuh karena suaminya sering menegok anaknya. padahal masih belum tumbuh rambutnya". ucap ayah berkata pelan tanpa melihat ipul.
"Hah....". ipul kaget sambil mengaruk kepala.
Ternyata ayahnya nemperhatikan gerak-geriknya selama seminggu ini.
"Jangan malu. Ayah juga sering mandi malam dan menjelang subuh. kan ayah dan ibu juga masih aktif olahraga malam.
untung kamar mandi ayah ada dalam kamar. tidak menganggu kaliian ". ucap ayah ipul santai. sambil berjalan ke tempat duduk bambu di samping kolam.
Ayah ipul umurnya belum lima puluh tahun, dan ibu ipul masih empat puluh lima tahun. tentu juga masih aktif urusan ranjangnya.
Ipul memandang ayahnya juga mengikuti ayahnya duduk. Ayahnya membalas dengan tersenyum.
"Ayah dulu menikah umur dua puluh lima dan ibumu sembilan belas tahun. Makanya ayah tahu hasrat laki-laki seumuran itu.
Apalagi kamu, menikah umur dua puluh dua. pasti memiliki nafsu yang tinggi, dan mempunyai mainan baru yang halal untuk penyaluran hasrat mudamu. untung kamu sudah menikah.
Tidak takut dosa, malah mendapat pahala. Apalagi istri yang sedang hamil muda, keinginannya juga tinggi. Penuhi hasrat istrimu kapan saja dia mau.
Makanya ayah buat kamar mandi, biar kalian tidak canggung untuk mandi kapan saja". jelas ayah ipul.
"Terima kasih Yah. sudah mau mengerti kami". jawab ipul pada ayahnya.
"Cuma kamu harus hati-hati saat menjenguk anakmu. dia masih lemah. jangan terlalu bersemangat". pesan ayah ipul.
"Baik yah". jawab ipul tersenyum.
Dia bangga punya ayah yang baik, berbicara seperti kepada teman.
Ipul pov end.
__ADS_1