Istriku Lely

Istriku Lely
Menunggu


__ADS_3

Lely tertidur kelelahan, karena olah raga panas di siang hari.


Ipul yang ikut kelelahan, menemani istrinya rebahan.


"Sayang. kamu istirahat sajalah sebentar. Abang mau mandi duluan ya!". ucap ipul menyelimuti tubuh polos istrinya.


"Iya bang!". jawab lely yang kelelahan.


.


pukul lima sore ipul dan lely duduk santai di teras depan.


Mereka sudah selesai sholat ashar. tentu juga mandi yang ke.....


"Ayah dan ibu sudah jalan pulang atau belum ya. Sepi tidak ada anak- anak!". ucap ipul sambil menyerupit kopi.


"Tadi ibu bilang mungkin sampai menjelang magrib. Mereka mampir di telaga untuk main sebentar. Dan siap sholat ashar baru berangkat dari sana!". jawab lely.


yang ikut menikmati santai sore berdua.


Mobil warga yang berlalu lalang mungkin mereka baru pulang dari berhari minggu, atau mau keluar untuk jalan sore.


"Abang ingat waktu kita baru menikah. Hanya berdua di rumah ini. dan setiap minggu pagi kita bersih- bersih rumah dan halaman.


waktu itu kamu masih belum ingat, kamu paling tidak suka duduk di luar.


Hanya minggu pagi saat kita bersih-bersih kamu mau keluar rumah.


Kamu betah di kamar mengambar.


Kok kamu pintar mengambar desain baju sayang!?. apa kamu pernah bercita- cita menjadi designer?!". tanya ipul.


"Aku dari dulu memang suka mengambar desain baju. bahkan kalau mau menjahit baju aku yang mengambar model pakaiannya!.

__ADS_1


Kalau cita-cita, aku dulu ingin jadi polwan. tapi dua kali tes. tidak lolos.


he..he.. ". jawab lely.


"Oo.. kamu pernah tes polisi juga sayang. Abang dulu juga pernah tes sekali. juga gagal!". jawab ipul.


Mereka berbincang santai, sampai kopi dan gorengan ipul hadapi habis.


"Kita masuk saja sayang, sudah mau magrib!". ucap ipul pada istrinya.


"Baik bang. aku bereskan ini dulu!". jawab lely.


Menunjuk gelas kopi ipul dan piring gorengan yang ada di atas meja teras. tempat mereka menikmati sore.


Pas saat azan magrib, orang tua lely dan ketiga buah hati lely dan ipul datang.


Ipul dan lely yang mendengar mobil datang, langsung keluar untuk menyambut orang tua dan ketiga buah hati mereka.


"Waalaikumussalam!". jawab ipul dan lely.


"Ayah... bunda...!". teriak mereka.


Berlari mendekati ipul dan lely. Mereka saling berpelukan.


"Wah. bahagia sekali anak ayah!". ucap ipul mengendong kedua si kembar.


"Iya. tadi di tempat ulang tahun kita dapat teman baru!". jawab adek raysa.


"Kita juga main di danau tadi yah!". ucap abang Rayhan.


Semua berebut bercerita.


"Ayo kita kedalam dulu. sudah magrib!". ajak lely.

__ADS_1


Lely melihat ayah dan ibunya membawa beberapa tentengan.


"Ibu langsung pulang saja sayang. sholat di rumah saja!". ucap ibu.


"Kenapa buru-buru bu, magrib di sini saja. sekalian makan malam. lely tadi sudah masak kok". ucap lely.


"Tidak apa-apa. ibu cuma ingin cepat sampai di rumah. mau mandi, gerah badah ibu.


Juga ingin istirahat cepat saja. capek, seharian keluar rumah!". ucap ibu tersenyum.


"Iya. ibu kamu tadi ikut sibuk di tempat om Guntur. pasti capek.


Juga ayah dan ibu sudah beli makan untuk makan malam. itu juga ada untuk kalian makan malam!". tunjuk ayah pada bungkusan yang di pegang ibu.


"Iya. ini untuk makan malam, juga ada buah dan cemilan yang di beli tadi!". ucap ibu memberikan beberapa bungkusan pada lely.


"Ibu dan ayah pulang dulu!


Assalamualaikum". ucap ibu.


"Baik bu!". ucap lely.


"Waalaikumussalam!". jawab semua.


Ibu dan ayah menaiki mobil mereka menuju rumah mereka yang hanya beberapa rumah dari tempat tinggal lely.


"Ayo kita masuk. sekalian mandi!". ajak lely pada ketiga buah hatinya.


Ipul menurunkan si kembar dari gendongannya. Sikembar berlari mengikuti bunda dan kakaknya yang beriringan masuk rumah.


Lalu ipul menutup gerbang serta mengunci pagar. karena mereka tidak akan keluar lagi hingga besok pagi.


.

__ADS_1


__ADS_2