
"Bagaimana bang. mau beli bakso atau tes dulu?!". tanya lely pada ipul yang sedang memeluk putrinya.
"Ngebakso dulu. tesnya nanti saja. Abang merasa sudah yakin kalau adik adiva sudah ada. sebab bunda nya sedang mengidam". ucap ipul tersenyum.
"Iya deh. semoga ucapan abang benar". jawab lely.
"Ayo. kita jajan bakso!". ucap ipul berdiri mengendong putrinya. lalu membantu istrinya untuk berdiri.
"Ai juga mau bakso yah. yang besar seperti nenek dan om sani beli dulu". ucap adiva.
Dia masih ingat saja, waktu ibu ipul dan sani berkunjung. dan mengajak adiva makan bakso beranak. juga membawa pulang untuk ipul dan lely.
"Bisa adiva habiskan bakso besarnya?!". tanya lely memasang jelbab.
"Bisa. nanti ayah yang bantu habiskan. kan dulu Ai makan bakso besar berdua om sani". ucapnya. mengambil jelbab mininya di rak tempat susu formulanya.
"Ayo berangkat!". ucap ipul semangat.
Dia senang, mendengar istrinya membeli testpeck. berarti istrinya memprediksi akan hamil.
Semoga, do'a ipul.
Mereka berangkat mengunakan mobil. Dan berpesan pada karyawan toko kalau mereka keluar sebentar.
walaupun perjalanan dekat, tapi adiva tetap didudukan di bangku khusus yang memakai sabuk pengaman.
Sesampai di warung bakso, kebetulan ada mobil yang keluar, hingga mobil ipul bisa dapat parkir.
Mereka masuk warung bakso yang selalu ramai pengunjung. dan mereka mendapatkan duduk di bawah, dekat jendela samping.
Saat baksonya datang Adiva sangat senang.
"Baksonya besar. Ai mau makan bakso berdua ayah!". ucapnya berdiri di atas bangku, agar bisa melihat bakso besar yang ada di atas meja.
"Ok sayang. kita habiskan berdua ya!". jawab ipul.
__ADS_1
"Terus bunda sama siapa makan baksonya?!". tanya Lely.
"Hmm.. sama-sama saja bunda, kan baksonya besar!. sebesar tempat bubur adiva". jawab Adiva.
"Boleh. bunda mau!". jawab lely.
Sebenarnya ipul memesan bakso besar, bisa untuk berdua atau bertiga. Yang di hidang dalam piring besar, dan kuahnya di panci yang di letakan diatas kompor meja. dan ada mi di mangkok lain.
Sedangkan Adiva hanya ikutan saja, makan pun tidak seberapa bagi balita seumuran adiva.
"Ayah potong baksonya!". ucap Adiva.
"Baik sayang. bersiap ya, hitung sampai tiga!". ucap ipul.
"Satu.... dua.... tiga....".
Adiva menghitung. Dan ...
"Hore... bakso kecilnya banyak di dalam bakso besar". teriak Adiva.
"Suka bunda.. Ayah, Ai mau makan baksonya!!. pakai piring ini!". ucap adiva menunjuk mangkok yang berada di depannya.
"Adiva mau pakai mi?!". tanya ipul.
"Mau, sedikit saja. baksonya yang kecil-kecil". ucap adiva.
"Ok. Adiva duduk ya. biar makan baksonya nyaman". ucap lely.
"Baik bunda!". jawab Adiva duduk.
"Pakai kursi balita sayang. biar adiva tidak ketinggian mejanya". ucap ipul.
Lely melihat sekeliling, melihat apa ada kursi balita yang kosong.
"Mbak, masih ada kursi untuk balita?!. tanya lely pada pelayan warung bakso yang kebetulan lewat.
__ADS_1
"Sebentar ya kak. nanti saya antar". ucap pelayan tersebut.
"Baik..". jawab lely.
"Adiva nau pakai kecap sayang?!". tanya ipul.
"Mau!".
Ipul mengambilkan beberapa bakso untuk putrinya, dan memotong kecil. agar putrinya bisa langsung makan.
Ipulpun mengambilkan semangkok bakso untuk istrinya. memasukan mi, bakso besar yang sudah di potong dan bakso kecil dan juga ada tetelan yang ada dalam bakso besar tadi.
Tidak berapa lama pelayan warung tadi membawa kursi balita untuk Adiva.
"Terimakasih mbak!". jawab Lely berdiri untuk membantu memindahkan putrinya ke kursi balita.
"Biar abang yang pindah kan Adiva sayang. kamu makan bakso saja". ucap ipul meletakan semangkok bakso di depan istrinya.
"Adiva pindah ke bangku yang ininya, mejanya pas untuk adiva". ucap ipul memindahkan putrinya ke kursi balita.
Ipul sangat senang melihat istrinya Lely makan bakso dengan lahap. Mungkin istrinya itu saat ini sedang mengidam. Eh.. kan belum di tes.
Tapi ipul yakin saja. istrinya itu hamil.
Selesai makan bakso, mereka pulang. kurang setengah sembilan mereka sudah tiba di toko.
Dan ipul membelikan bakso tiga bungkus porsi biasa untuk karyawannya.
Semua senang mendapat sebungkus bakso dari ipul dan lely.
Karena masih belum pukul sembilan, mereka memakan bakso terlebih dahulu menjelang toko tutup.
.
.
__ADS_1
Ipul