Istriku Lely

Istriku Lely
Curhat.


__ADS_3

Ipul yang akan mengikuti dan menemani istrinya kekota untuk kuliah. Dia tidak ingin membebani mertuanya, kuliah istrinya saja dia belum bisa bantu.


Tapi kedua mertuanya tidak mempermasalahkannya, mereka tahu, ipul hanya mekanik di bengkel dealer resmi motor. Mereka bahkan ingin menguliahkan ipul. tapi ipul tidak mau, karena dia merasa tidak mampu untuk memikirkan pelajaran kuliah.


Dan umurnya pun sudah dua puluh tiga. tidak mungkin kuliah lagi. dia akan fokus dengan istri dan keluarga kecilnya. Dia akan bekerja saja.


"Jadi, umur abang berapa?". tanya lely saat ipul sudan mengunci pintu dan mematikan lampu ruangan.


Orang tua dan abang lely sudah pulang, dan pagi-pagi abang lely akan menjemput mereka. yang akan kekota untuk kekampus lely untuk menyelesaikan tentang kela jutan lely untuk kuliah lagi.


"Kamu lihat saja nanti, kita sholat dulu". ucap ipul membimbing lely ke atas.


Selesai mereka sholat, Ipul menuju lemari kecil, disamping tempat tidur. Di dinding bagian kepala tempat tidur terpajang foto pernikahan mereka yang di figura besar.


"Bang, besok kalau kekampus kamu ikut ya. Aku merasa kurang nyaman kesana sendiri. Sudah dua tahun tidak kekampus". Ucap lely mendudukan tubuhnya di sisi tempat tidur.


"Baik, aku akan menemani kamu kemanapun kamu pergi". ucap Ipul yang sedang mengambil sesuatu di laci.


Lalu dia membawa sebuah tas kecil dan sebuah album foto. Lalu duduk di samping lely.


"Ini surat nikah kita, dan ini foto kita saat menikah, yang di ambil melalui hp kamu, aku mencetaknya. Kalau yang album yang di rak itu foto yang di ambil tukang foto". ucap ipul memberikannya kepada lely.


Lely menerima keduanya. Dan membuka Album foto kecil yang di cetak ipul dari foto hp lely. Disana juga ada foto ipul saat sekolah dan bekerja.


"hahaa..haa..... Ini komu kok pakai piyama, aku sudah cantik eh kamu pakai piyama, rambunya kusut lagi. ekspresinya juga.. hahaha...". ucap lely tertawa melihat foto selfi mereka saat selesai pesta pernikahannya waktu itu.


"Oo.. itu. Waktu itu istriku tidak mau membuka baju pengantinnya, dia mau tidur pakai baju itu. katanya bajunya cantik, dan mengajak aku sefi padahal aku sudah tukar baju tidur. Ya begitulah hasilnya". jawab ipul.


"Masa sih bang?!". ucap lely kaget.


"Lihat saja hasilnya, kan ada bukti fotonya". ucap ipul membuka album foto halaman berikutnya.


"Ih.. Abang alay... fotonya". ucap lely kaget melihat foto mereka yang mana lely di pangku ipul di depan cermin rias, dan bergaya saling pandang dengan kamera menghadap cermin.


"Bukan abang yang minta foto sayang, tapi istri abang maunya begitu". ucap ipul mengoda lely, sambil manaik turunkan alis matanya.


"Ih abang pasti yang mau!". ucap lely malu, karena di goda ipul.


"kok abang, kamu yang mau di foto begitu, sayang!?". ucap ipul menarik kely untuk duduk bersila di atas kasur.

__ADS_1


Mereka duduk berdampingan, dengan ipul merangkul lely. Ipul membuka halaman demi halaman album foto itu. Menceritakan tentang foto-foto yang ipul cetak.


Mulai dari foto selfi mereka saat menikah, dan ada juga foto-foto saat mereka dirumah sedang membersihkan rumah, mencuci piring bahkan saat lely sedang konsentrasi menonton atau pun membaca ada di poto oleh ipul.


Lely kadang senyum, kadang malu saat ipul menceritakan kebiasaan lely yang seperti anak kecil, suka dikeloni saat tidur, suka di mandikan, suka disuapi dan suka di gending ipul. Tapi dia tidak begitu mengigatnya.


Dan bahkan marah mendengar cerita ipul, kalau mereka sudah beberapa kali melakukan hubungan suami istri.


"Pasti abang yang memaksaku". Ucap lely marah dan menatap tajam pada ipul yang duduk di sampingnya.


"Maaf ya sayang, abang telah jahat sama kamu".Ucap ipul merangkul lely. dan mengelus pungung lely.


"Kapan abang melakukannya?!". tanya lely.


"Baru beberapa hari yang lalu". jawab ipul jujur.


"Beberapa hari yang lalu?!. Abang bohong ngak?!. katanya aku sering abang mandikan, bahkan mengantikan bajuku. pasti abang pegang....".


"Iya abang bantu kamu mandi dan menganti baju kamu. Semua, bahkan kamu sering polos di depan abang. Tapi abang tidak setega itu sayang sama kamu". potong ipul.


Ipul mendekap erat lely, karena lely berusaha mendorong ipul karena marah.


"Abang bahkan menahan semua saat membantu kamu. Kamu ingat kemaren? saat kamu minta di keramas rambutnya? kamu polos kan di bathtub. Seperti itu tiap hari" ucap ipul lembut pada lely.


"Sayang, maaf ya. Kamu boleh marah sama abang. Abang terima kalau kamu marah". ucap ipul mengusap air mata lely.


Dia merasa bersalah juga rasanya, melihat lely menangis. Lalu dia mengecup ubun-ubun lely lama.


"Maaf..". uvap ipul berbisik.


"Tapi lely lupa rasanya malam pertama lely jadinya". ucapnya akhirnya.


Ipul tersenyum mendengarnya. Tapi tidak terlihat oleh lely. Bida nyicil lagi sepertinya sebentar lagi. Pikir ipul.


"Sayang, maaf ya. Masih banyak waktu. kita kan suami istri, kapan kamu mau abang siap mengingatkan semuanya". ucap ipul mengecup bibir lely.


"Aduh... kok di cubit sayang!". ucap ipul mengelus pahanya yang di cubit lely tiba-tiba.


"Mesum..!". ucap lely malu. dua merapatkan wajahnya ke bahu ipul.

__ADS_1


Ah...malu dia. pikir ipul tersenyum, sambil mengelus rambuy lely.


"Abang mesum!".ucap lely lagi.


"Tapi kamu suka kan?!". ucap ipul mengulum senyum.


"Tidak!".


"Tapi abang suka mesumin kamu". bujuk ipul, berusaha menjarakkan wajah lely dari bahunya.


Lely semakin mengeratkan pelukannya.


Akhirnya ipul mengelus pungung lely, dan. Hap...


Ipul mengangkat lely, dan mendudukan lely di pangkuannya. Dia memangku lely dengan kakinya selonjoran, dan bersandar di kepala tempat tidur. Lely di pangku miring dengan kedua kaki kearah kanan.


Ipul yang besandar nyaman terus mengelus pungung lely dan mengecup kepala lely. Lely terus memeluk leher ipul erat.


"Sayang... Maaf". Ucap ipul. Sudah beberapa kali ipul mengucapkan maaf, tapi lely hanya diam saja, tidak merespon.


"Sayang, katanya kamu mau melihat surat nikah kita". Ucap ipul setelah beberapa saat mereka terdiam. Hanya tangan ipul yang terus mengelus punggung dan rambut lely. dan sekali-sekali mengecup kepala lely.


Akhirnya lely menjarakkan wajahnya dari leher ipul. Ipul merengangkan pelukannya.


"Duduk saja disini, abang suka memangku kamu". ucap ipul saat lely akan turun dari pangkuan ipul.


Ipul mengambil tas kecil yang dia bawa tadi, dan terletak di atas bantal sebelah dia duduk. tanpa melepaskan lely.


Lely bergerak-gerak untuk duduk nyaman, membuat gesekan yang..... Ipul melebarkan pahanya, hingga lely duduk di kasur, tapi masih dalam dekapan ipul, kedua kaki lely memanjang di atas paha ipul.


Ipul membuka tas kecil itu dan mengambil surat nikan mereka. Lely menerimanya dan membukanya.


"Kamu?!. Astaghfirullah.. umurku lebih besar dua tahun lebih, dari kamu". ucap lely kaget melihat perbedaan umur mereka.


"Sayang, itu tidak masalah. Beda dua tahun, tidak apa-apa. yang penting kita saling menyayangi, saling menjaga dan saling melengkapi". ucap ipul memegang tangan lely.


Lely memandang wajah ipul. Dia memperhatikan wajah ipul yang masih seperti anak sma.


"Kemaren. saat melihat wajah kamu, aku sudah memperkirakan umur kamu kecil dari ku. Apalagi, yang di foto itu, terlihat jelas". ucap lely.

__ADS_1


"Tapi aku tidak masalah. Yang penting kamu istriku, dan aku suamimu. Kita akan saling menjaga. tidak akan ada yang melarang kita untuk selalu bersama". ucap ipul.


"Terima kasih bang". ucap lely memeluk ipul erat.


__ADS_2