Istriku Lely

Istriku Lely
Suamiku


__ADS_3

Ipul keluar dari kamar mandi sudah memakai baju kaos dan celana kaus pendek. Dia mengeringkan rambutnya dengan mengosokkan handuk di kepalanya.


Pakaian mereka memang ada di sediakan di rumah ini. Ibu yang menyediakannya, agar mereka tiba- tiba menginap dadakan seperti sekarang tidak kewalahan tidak ada baju.


Dirasa sudah kering ipul menjemur handuknya di tempat jemuran handuk. Dia menghidupkan lampu tidur yang ada di meja samping tempat tidur dan mematikan lampu utama kamar. Lalu merebahkan tubuhnya disamping istrinya, lely.


Lely melihat kearah istrinya yang menghadap kearahnya.


"Belum tidur?".ucap ipul.


Lely mengeleng, memandang ipul yang sudah terlihat segar setelah mandi.


"Sini, abang peluk". ucap ipul mendekat, dan menarik tubuh istrinya itu kedalam pelukannya. Lely pun juga mendekat dan masuk kedalam pelukan ipul, melingkarkan tangannya di badan ipul.


"Tidurlah, sudah larut". ucap Ipul mengecup kening istrinya itu. Lalu dia mengusap pungung istrinya, nyaman.


Entah karena kecapekan karena seharian diluar, atau karena nyaman, mereka tidur dengan nyenyak. Saling memeluk.


Zzzz


Menjelang subuh lely terlebih dahulu bangun dari ipul. Dia merasa nyaman dan nyenyak tidurnya di dalam dekapan ipul.


Terbangun saat keadaan dalam dekapan ipul. lengan ipul yang menjadi bantal lely, dan lely yang di dekap ipul bersandar di dada ipul. kaki ipul juga memeluk kedua pahanya erat.


Lely memandang wajah ipul yang berada tepat di atas kepalanya, itu pas sekali karena kening dan wajahnya terasa hembusan nafas ipul yang masih tertidur nyenyak.


Lely mengelus wajah ipul yang masih tertidur dengan jarinya lembut, dan ipul tidak merasa terganggu.


"Suamiku, kamu suamiku. meskipun umurmu dibawahku, tapi kamu sangat baik dan dewasa". gumam lely pelan.


Lely ingin bangun untuk kekamar mandi, tapi dekapan suaminya sangat erat, tidak bisa dilepas.


"Abang.... abang, aku mau kekamar mandi. bisa lepas peluknya?". ucap lely pelan. takut akan mengejutkan tidur suaminya.


Ipul tidak bergeming, malah makin memeluk erat tubuh istrinya.


"Abang...". pangil lely.


"Hmm..". ucap Ipul yang masih tidur. Malah dia mencium kening lely dan mengosok-gosokan hidungnya di rambut ubun-ubun lely.


"Abang..". panggil lely lagi.


"Ya sayang, ada apa". jawab ipul mengelus punggung lely.


"Aku mau kekamar mandi, lepas peluk nya sebentar". ucap lely.

__ADS_1


"Mau abang gendong". ucap Ipul membuka matanya cepat, karena mendengar istrinya mau kekamar mandi.


"Lepas pelunya sebentar, aku mau sendiri kekanar mandi". jawab lely.


Ipul merenggangkan pelukannya agar istrinya bangun. Tapi dia juga ikut duduk.


"Abang tiduran saja, aku bisa sendiri". ucap lely.


Ipul menganggukkan kepalanya. Dia melihat jam didinding kamar, masih pukul tiga kurang sepuluh menit. Ipul tidak mau rabahan sampai istrinya kembali ke temoat tidur.


Tidak lama Lely kembali menaiki tempat tidur dan merebahkan tubuhnya disamping suaminya. Ipulpun baru merebahkan tubuhnya kembali mendekap istrinya.


"Kenapa sudah bangun". ucap ipul mengecup kening istrinya.


"Kebelet". jawab lely.


"Tidur lah sebentar, setelah ini kita sholat malam dan subuh". ucap ipul.


Lely menganggukkan kepala.


Tidak sampai setengah jam mereka tiduran, mereka melaksanakan sholat malam. Dan di sambung sholat subuh berjamaah, dan mambaca Al-qur'an.


Jam setengah enam mereka keluar dari kamar, karena mereka akan pulang kerumah mereka. Karena ipul akan berangkat bekerja.


Ternyata ibu sudah menyiapkan sarapan pagi. Ibu membuat nasi goreng, dan merekapun sarapan terlebih dahulu.


Sesampai dirumah mereka masuk kedalam kamar untuk mandi, karena mereka belum mandi tadi saat dirumah ibu.


Lely langsung membuka belanjaannya kemaren, dan mennyusunnya ke lemari. Lalu dia mengambil jas dokternya yang dipajang di lemari dan mencobanya.


"Apa masih bagus untuk koasnya?". tanya ipul saat melihat lely memakainya.


"Masih bang, semua peralatan juga masih lengkap aku lihat dalam lemari disana". ucap lely.


"Kapan rencana kamu untuk datang ke rumah sakit untuk pengajuan koas?". tanya ipul sambil mengambil handuk di jemuran khusus di dalam kamar.


"Besok bagaimana bang, biar dipersiapkan dulu semua yang dibutuhkan.Dan aku ingin abang yang menemaniku. jadi abang nanti bisa minta izin lagi kerja besok kerjanya. boleh tidak abang izin lagi besok?". tanya lely.


"Akan abang usahakan untuk minta izin nanti ke atasan, agar besok bisa menemani kamu kerumah sakit". jawab Ipul.


"Terima kasih bang".ucap lely tersenyum. Ipul mengangguk dan membalas senyum lely. Lalu menuju kamar mandi untuk besiap- siap berangkat bekerja.


"Abang...". panggil lely Saat ipul masuk kekamar mandi.


"Ya.. ada apa sayang?!". ucap ipul menjulurkan kepalanya dari dalam kamar mandi. karena ipul sudah masuk kedalam kamar mandi.

__ADS_1


"Ikut, mau mandi bareng". ucap lely melepas jas dokternya dan melemparkan ke atas tempat tidur. dan berlari masuk kekamar mandi.


"Ayo...". jawab Ipul menyungingkan senyumnya. Mengulurkan tangan kepada lely, dan Menyambut tangan ipul sambil tersenyum.


Ipul membuka pakaian yang digunakan lely saat mereka sama- sama sudah berada didalam kamar mandi.


"Kita mandi bareng saja bang, biar sama selesainya". ucap lely.


Ipul menganggukkan kepalanya, tapi masih terus membuka semua pakaian lely dan meninggalkan dalaman saja. Lalu dia membuka pakaiannya sendiri, meninggalkan ****** ***** saja.


lalu ipul membuka kran air hangat untuk mengisi buthtub.


"Kamu mandi di buthtub, dan abang di shower". ucap ipul mengendong lely dan meletakan di dalam buthtub yang sudah diisi air.


"Mandi bareng disini bang". ajak lely menarik ipul kedalam bathtub. Ipulpun masuk kedalam.


Ipul membantu menyabuni lely, dan mengosoknya. Lelypun tidak mau ketinggalan, dia membantu menyabuni ipul, dan memberi sampo rambut ipul.


"Aku juga ingi membantu memandikan abang". ucap lely mengosok punggung ipul dengan spon.


"Boleh sayang". ucap ipul tersenyum.


mereka mandi saling bantu menyabuni sampai selesai, dan merekapun bersama berdiri di shower untuk membilas tubuh. sama- sama tanpa sehelai benang.


Dan mereka hanya mandi pagi tanpa ada acara plus-plus.


selesai membilas, ipul mengambil handuk untuknya dan lely baju handuk. dan handuk untuk mengulung rambut basah lely.


mereka keluar kamar mandi saling rangkul.


"Biar aku berpakaian sendiri bang, abang juga. biar tidak terlalu kedinginan". ucap lely.


Setelah selesai berpakaian, ipul siap siap untuk berangkat kerja. lelypun melepas ipul bekerja.


Setelah ipul berangkat, lely mengunci pintu. dan kembali kekamar untuk menyiapkan berkas untuk persyaratan pengajuan koas.


Lely tentu sudah tahu persyaratan untuk koasnya, karena dia sudah pernah koas, dan juga sudah diberikan semua persyaratan dari kampusnya kemaren. Hanya menyusun saja lagi.


Siangnya seperti biasa ipul pulang untuk makan siang bersama istrinya, dan lely juga sudah menyiapkan makan siang untuk suaminya.


Ipul mengabarkan bahwa besok dia diizinkan libur oleh bosnya agar bisa menemani istrinya kerumah sakit daerah.


lely sangat senang mendengarnya. dan semakin bersemangat untuk koas. Dan dia tidak sabar menunggu esok hari.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2