Istriku Lely

Istriku Lely
Ikut kekebun


__ADS_3

Ipul dan lely sudah siap-siap untuk berangkat kekebun. Lely diberikan kemeja panjang ipul dan memakai celana olahraga ipul waktu sma. tidak lupa topi lebar, yang biasa ipul pakai jika pergi menonton pertandingan bola dilapangan.


Ipul melihat ke halaman belakang untuk melihat apakah ayahnya sudah pergi.


"ayah bilang ayah duluan, dan menyuruh kita menyusul kekebun". ucap Lely.


Ipul mengangguk, lalu berjalan membimbing lely menuju warung. ipul dan adik-adiknya selalu lewat warung untuk keluar dan masuk rumah.


Pintu depan rumah ibu jarang dibuka, karena semua aktifitas lebih sering melewati warung.


"Kalian mau ke ladang?Ayah sudah duluan". ucap ibu.


"Iya bu, ingin bantu-bantu ayah di ladang". ucap ipul.


"Lely, kamu sama ibu saja di rumah. di ladang banyak nyamuk". ucap ibu.


"Lely ingin melihat ladang bu, ingin bantu ayah juga". ucap lely tersenyum pada ibu.


"Ya sudah, hati-hati ya. Kamu pakai lotion anti nyamuk dulu". ucap ibu mengambilnya lotion anti nyamuk yang tergantung di dinding warung.


"Terima kadih bu". ucap lely menerimanya dari ibu.


"Bawa minuman juga, disana cuma ada air putih, dan paligan juga kopi ayah". ucap ibu memerikan minuman rasa-rasa pada lely.


"Terima kasih bu". ucap lely.


Ipul dan lely pergi mengunakan motor, ladang ayah tidaklah jauh. berada di ujung kampung, jika berjalan kaki hanya sepuluh menit saja.


Karena tengah hari, tidak banyak warga yang berada di luar. hanya beberapa orang saja yang lewat. itupun buru-buru berjalan, karena panas.


Sesampai di kebun ayah , ipul meletakan motornya di samping pondok.


Ayah sedang duduk di bawah pohon rindang sedang memisahkan umbi jahe dari batangnya, dan menjemurnya.


Ayah membersihkan tanah yang menempel di umbi jahe, dengan cara menjemurnya. meletakannya di atas karung.


Lalu ipul membentangkan karung, dan mengajak istrinya duduk disana. Lalu dia membantu ayah memisahkan umbi jahe dari batangnya agar bersih.


Lely tidak tinggal diam dia juga ikut membantu. Ayah memberikan sarung tangan dan pisau kecil untuk digunakan lely.


Mereka berbincang selama membersihkan jahe. tidak banyak jahe yang dibersihkan. mungkin hanya setengah karung lebih.


Kebun ayah sangat lengkap, ada tanaman tua, dan ada tanaman muda.


Tanaman tua seperti cengkeh ada dua batang di sisi kiri, ada batang Alpukat beberapa batang masih disisi kiri. Ada batang durian dibagian belakang dan sisi kanan. dan pohon jeruk disisi kanan.


Di tengah ada beberapa jenis pisang. Tanaman muda ada seperti jahe, kunyit, juga ada jagung. Tanaman muda ini ayah tanam karena sudah ada yang mengambil nya kalau sudah panen. langanan.


Untuk batas tanah ayah menanami pohon pinang.


Pondok ayah berada pada sisi kiri menghadap ketengah, dekat pohon cengkeh.


Setelah membersihkan jahe, ipul membantu ayah menebang pisang yang sudah tua. ada dua tandan pisang yang ditebang.


Pisang ini akan di peram ayah, karena pisang ini untuk jualan sarapan pagi ibu. untuk pisang goreng.


lely ikut berkeliling kebun, dan berdiri dibawah pohon jambu. melihat ipul yang sedang membersihkan daun dan batang pisang yang barusan ditebang.


Angin di kebun memang terasa sejuk, membuat adem.


Menjelang Ashar yang mau mengambil jahe hasil panen ayah sudah datang. Ayah sibuk memasukan jahe kedalam karung. Ipul pun sibuk membersihkan daun kering di poho pisang.


Dan lely... Dia sibuk garuk sana garuk sini. ternyata lely kena, miang. atau ada bulu ulat yang terbang, mengenai baju atau kulit lely.

__ADS_1


Ayah dan ipul tidak menyadari, kalau lely sedang gatal-gatal. lely pun tidak mau mengatakannya.


Tidak berapa lama ipul yang merasa haus, dia menuju kepondok ayah di sisi ladang. Ipul melihat Lely yang berdiri tidak nyaman, garuk sana garuk sini.


Dengan setengah berlari ipul mendekat kearah lely.


"Sayang.. kamu kenapa?!". tanya ipul panik.


Dia melihat kulit tangan lely merah- merah, ipul melihat apa lely digigit nyamuk.


"Aduh, kamu kerontokan ulat bulu kayaknya". ucap ipul membimbing lely jearah pondok ayah.


"Lely kenapa?!". tanya ayah.


"Kerontokan ulat bulu sepertinya yah". ucap ipul.


"Jangan garuk". ucap ayah.


Ayah masuk kedalam pondok, dan mengambil bedak salisil.


"Gosokan kesemua permukaan kulit". ucap ayah.


Ipul membawa lely kedalam pondok dan menyuruh melepaskan baju dan jelbab lely. lalu mengosok bedak salisil kesemua badan lely. dada, pungung tangan, muka. hingga tubuh lely putih semua, sampai kerambut.


Selesai memberikan bedak pada tubuh lely, ipul mengambil baju yang dipakai lely untuk dijemur. agar bulu halus ulat bulu lepas dan terbang dari kain.


"Bagaimana pul?!". tanya ayah.


"Sudah diberi bedak yah, ini mau jemur baju lely sebentar. biar bulu nya lepas". ucap ipul.


"Pakai saja sarung ayah yang ada didalam". ucap ayah.


"Baik yah". jawab ipul masuk kedalsm pondok.


Saat ipul masuk kembali kedalam pondok, dia melihat lely, yang.....


"Haha....haha....ha...."


"Abang.....". teriak lely.


"haha.... Mau bikin donat ya sayang .. haha.. ha..". ucap ipul menahan tawanya.


"Abang.. ih... usil.. ". ucap lely.


"Haha... ha.. ha...".


"Ada apa pul?!". teriak ayah dari luar.


"Haha... ha.. ada kucing jatuh ketepung yah.. haha... ". jawab ipul asal.


"Abang yah, usil in lely... membedaki lely sampai kerambut". lely berteriak mengadu pada ayah mertuanya yang ada diluar pondok.


"Ipul... kamu jangan usil lagi, kasihan istrimu". ucap ayah dari luar.


"Haha... ha... ipul tadi panik yah, melihat kulit lelu merah-merah, ipul tuang saja bedak kesemua badan lely hingga rambut haha...ha...". jawab ipul tidak bisa menahan tawanya.


Lely memberengut, bibirnya maju, membuat ipul gemes.


"Haha... ha... Maaf sayang, tadi abang panik, melihat kamu garuk- garuk, hingga kulit kamu merah". ucap ipul merangkul lely kedadanya dan mencium kening lely lama sambil turus tertawa.


Setelah agak lama memeluk dan meciumi kening istrinya. ipul melepaskan pelukannya.


"kita pulang saja ya, abang ambil baju kamu dulu". ucap ipul berdiri.

__ADS_1


Dan keluar akan mengambil pakaian dan jilbab lely yang di jemur tadi.


Saat ipul keluar dari pondok, ternyata ayah duduk berjuntai di lesehan luar pondok.


"Wah.... ada yang baru mencium kucing yang baru tercebur tepung nampaknya!". ucap ayah memandang ipul.


Ipul yang kaget dengan ucapan ayah, melihat ke arah kaca yang berada di pintu pondok.


Astaghfirullah...


"Lely, kamu melihat orang yang mencium kucing tercebur tepung tidak??!". teriak ayah dari luar.


Lely spontan melihat kearah pintu masuk pondok, yangmana ipul sedang berdiri. Dan....


"Hahaha....ha...ha... iya yah, muka orangnya cemong-cemong oleh tepung!!". teriak lely.


"Haha... ha....". tawa ayah dari luar.


haha...


haha...


ha....


Tawa ayah dan lely terdengar bersamaan.


Ipul yang sedang ditertawakan menuju lely yang sedang tertawa memegang perutnya.


"Ini kucing nakal yang berlumuran tepung, awas ya..!". ucap ipul mengelitiki lely sambil menciumi wajah lely...


"Hahaha....ha.. Ampun bang.. haha.. geli... haha...". ucap lely, tidak tahan digeliliki ipul.


haha... ha .. ayah yang mendengar anak dan menantunya tertawa dalam pondok ikut tertawa. tertawa senang, ternyata ipul sudah dekat dengan istrinya.


"Mau menertawakan ku ya. haha...ha..". ucap ipul.


"Haha.. ha.. ampun bang.. geli.. ha....ha .." tawa lely.


"Tutup pintu dulu kalau mau ngadon tepung!!". teriak ayah dari luar.


Krik....


krik....


krik....


Ipul dan lely terdiam saling pandang. lalu melihat pintu pondok yang masih terbuka.


Ipul buru-buru menutup pintu pondok. dan


haha.. ha..ha.. tawa ayah pecah dari luar pondok.


hahaha...haha..


ha...


ha...


tawa ipul dan lely pun kembali Terdengar.


"Maaf yah... ". teriak ipul.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2