Istriku Lely

Istriku Lely
Panen Ikan


__ADS_3

Fauzi dan istrinya lebih dahulu sampai di kebun, karena mobil yang ipul bawa harus memutar ke jalan raya yang berada di ujung kampung. agar bisa langsung masuk ke kebun ayah.


Kebun ayah berada di jalan alternatif menuju kampung sebelah. dan di belakang kebun terdapat sawah dan kolam.


Sementara fauzi bisa melewati gang dekat rumah warga. yang hanya bisa dilewati motor dan gerobak atau becak.


"Kita sampai!". ucap ipul.


"Horee!!". teriak ketiga buah hati ipul.


Ipul memarkirkan mobilnya di samping pondok yang dibuat ayah untuk istirahat.


Pondok yang di buat ayah walaupun banyak terbuat dari bambu, tapi sudah seperti rumah tinggal. bisa untuk tiduran saat istirahat siang.


Pondok ayah juga mempunyai balai-balai atau teras di depan pintu masuknya. biar bisa duduk santai saat menunggu.


"Jangan langsung ke tepi kolam ya, lihat dari atas saja. tunggu ayah". ucap ipul saat membantu ketiga buah hatinya turun dari mobil.


"Baik ayah!"


jawab mereka berlari menuju sisi kebun yang tidak terlalu tinggi. kolam dan sawah berada di bagian kerendahan dari kebun.


Ada beberapa pekerja yang sedang membantu ayah memanen ikan. Nampak bergotong royong menaikan ikan dengan keranjang.


Banyak ikan yang di panen. jenis ikannya adalah ikan nila. kedua kolam ayah juga sudah di pondasi sekelilingnya. jadi mudah untuk menanen.


Ibu dan kedua menantunya sibuk menyusun makanan yang di bawa tadi di balai-balai pondok.


Terlihat juga sarapan pagi yang di bawa Sani tadi sudah berkurang banyak. mungkin sudah semua pekerja yang membantu ayah sudah sarapan. karena banyak piring kotor bekas pakai.


Nadya membantu menyusun piring kotor ke samping balai-balai yang terdapat drum berisi air.


Terlihat sudah ada juga balai-balai kecil seperti tempat mencuci piring. karena terlihat ada baskom kecil dan sabun caip serta spon pencuci piring.


Sementara lely membantu ibu mencuci beras.


"Air didandang itu sudah mendidih bu. mau aku pindahkan untuk air minum dulu!". ucap Sani.

__ADS_1


Dia sedang membawa beberapa ceret aluminium. dan diiringi oleh anto yang membawa panci besar.


Mereka menuju tungku, yang terletak di dekat pohon nangka. tungku yang terbuat dari susunan bata dan semen.


Disana sudah ada dua dandang sedang memasak dengan api yang mulai di kurangi, karena sudah matang.


Yang kata sani memasak air untuk minum.


Terlihat beberapa deretan susunan tungku di samping dandang tersebut. yang di yakini untuk bakar- bakar nanti. karena ada besi yang melintang lurus di atas tungku tersebut.


"Kak. setelah berasnya bersih, biar aku bantu memasukannya ke dandang!". ucap sani pada lely.


"Baik jawab lely!".


Sementara ipul dan fauzi ikut membantu pekerja ayah membawa keranjang ke tempat penimbangan. yang ada di sisi kebun dekat kolam.


Tempat penimbangan berada di tempat yang luas di sisi kebun. karena ikan akan langsung di masukan ke kantong yang sudah diisi oksigen sesuai besar ikan dan beratnya.


Kata yang membeli ikan akan langsung berangkat siang ini ke kota sebelah.


"Yah. ikan yang akan kita bakar mau ambil yang mana?!". tanya ipul.


Saat ipul membawa keranjang ikan ketempat penimbangan.


"Itu sudah ayah sisihkan di dalam drum samping pondok. kemaren ayah ambil, dan di biarkan hidup di air bersih semalamam.


agar dagingnya tidak bau lumpur!". ucap ayah.


Karena ikan kolam ini dasar kolam masih tanah sawah. walau ber dinding beton. dan juga ikan diberi makanan pelet ikat.


"Biar aku yang bersihkan ikannya yah". ucap ipul.


Makanya ipul membawa ketiga anaknya untuk membersihkan ikan.


Ibu ikut membersihkan ikan, Ipul membelah ikan, ibu yang mencucinya.


Si kembar duduk di samping ipul, bermain ikan yang diambilkan oleh fauzi tadi, ikan di masukan kedalam sebuah ember plastik.

__ADS_1


Saat si kembar duduk dekat ipul membersihkan ikan. ikan punya si kembar di masukan kedalam baskom.


Dan mereka bermain air, sambil melihat ikan yang berenang. Ipul membiarkan saja, agar anaknya betah duduk di dekatnya.


fauzi yang melihat ipul dan ibunya membersihkan ikan, dia berhenti membantu membawa keranjang ikan ke tempat menimbang.


Dan ikut membantu membuat bumbu ikan bakar. melihat fauzi menyiapkan bumbu, nadya mendekati suaminya. membantu menyiapkan bumbu. Dan langsung menumisnya.


Ibu yang mencuci ikan sekaligus menyisihkan ikan yang akan di goreng dan yang akan di bakar.


Adiva juga ikut membantu nenek nya menabur garam pada ikan yang sudah bersih di cuci.


Lely menjaga api tungku yang baru di masukan Sani beras. Sambil mencuci mentimun.


sani dan anto sedang memanen jagung untuk di bakar. ubi sudah di panen ayah kemaren.


Selesai membersihkan ikan, ipul membantu meletakan kuali, untuk mengoreng ikan.


Semua ikan sudah di beri garam dan asam lemon oleh ibu. dan akan di diamkan sebentar. menjelang minyak panas dan bumbu ikan bakar matang.


Semua bekerja sama menyiapkan untuk makan siang untuk mereka bersama.


Ipul mengoreng ikan, fauzi membakar ikan dan jagung. sani menyelesaikan memasak nasi.


Sementara nadya membantu ibu menyiapkan perlengkapan makan siang. Dan lely membantu si kembar menganti baju, karena basah bermain air.


Menjelang sholat zuhur, semua makan siang bersama. Ada yang mengambil sendiri.


Ada juga dengan membentang daun pisang untuk makan bersama.


Ayah, ibu, fauzi, nadya juga makan bersama di daun pisang.Termasuk ipul dan lely dia juga ikut serta makan dengan ketiga buah hatinya, Mereka membantu memisahkan duri ikan untuk si kembar. dan sani membantu adiva.


Sunguh suasana kebersamaan yang tidak akan terlupakan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2